Perdalam Pengetahuan Islam dengan Bedah Film Dokumenter

Untuk memeriahkan bulan Ramadan, BDM Al-Hikmah UM menyelenggarakan serangkaian acara. Jenis acara yang disajikan pada tanggal 1 hingga 12 September tersebut pun beragam. Diantaranya, film yang berjudul Eropa Menuju Islam pada hari Selasa (1/9) dan diskusi publik pada hari Minggu (6/9).
Bedah film yang bertempat di Masjid Al-Hikmah UM ini mengupas tentang perjalanan masuk dan berkembangnya Agama Islam di negara-negara di Eropa. Bedah film yang dilaksanakan seusai shalat tarawih ini merupakan hasil kerjasama BDM Al-Hikmah dengan Forum Arimatea. Puluhan jamaah tarawih yang terdiri dari anggota BDM dan masyarakat umum dengan antusias mengikuti acara yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit ini. Hal serupa disampaikan oleh Ida, salah satu pengurus BDM Al-Hikmah, “Walaupun ada beberapa kendala yang membuat beberapa agenda harus diubah, tetapi antusias dari peserta bisa dibilang cukup besar karena acara ini masih tergolong awal dari program di Bulan Ramadhan.”
Di akhir acara diadakan pembahasan film dan diskusi dengan pemateri Ir. M. Arazy yang merupakan pakar dari Forum Arimatea. Pemateri tersebut menjelaskan tentang bagaimana Islam dapat terus berkembang di tengah isu-isu kemiskinan, tuduhan terorisme, dan keterbelakangan. Dikupas pula beberapa ayat mengenai disiplin ilmu yang beragam dalam Al-Quran.
Di tempat yang sama, yaitu Masjid Al-Hikmah UM, BDM Al-Hikmah juga mengadakan diskusi publik dengan tema Metode Dakwah Islam yang Shohih untuk Membangkitkan Umat Menuju Islam Rahmatan lil Alamin. Dengan mendatangkan para pemateri berkompeten seperti Prof. Dr. H. Syukur Ghozali, M.Pd, Hisyam Hidayat. M.M, dan Ust. Sofian Nuur, diskusi berjalan dengan menarik. Menurut Prof. Dr. H. Syukur Ghozali, umat Islam saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Oleh karena itu, perubahan perlu dilakukan, yakni dengan cara, menjaga image, baik penampilan maupun  perbuatan yang dimulai dari diri sendiri.
Sementara itu, Bapak Hisyam Hidayat menyatakan bahwa perubahan harus memiliki metode tersendiri yang sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Metode tersbut meliputi pembinaan individu, interaksi dengan masyarakat dan menguatkan umat dengan pengambil alihan kekuasaan. Dengan metode dakwah yang tanpa kekerasan ini, isu-isu terorisme mampu dihapus sekaligus mampu membangkitkan umat Islam dari keterpurukan.
Meski sempat terkendala dengan ketidakhadiran satu pemateri, yakni Ust. Sofian Nuur, tetapi acara ini tetap berjalan lancar dengan puluhan peserta yang antusias mengikuti hingga akhir. Menurut ketua pelaksana acara, Fathurrahman, “ Harapan ke depan dari acara ini adalah terjalinnya ukhuwah diantara umat Islam dalam berdakwah tanpa kekerasan”.
Yas/Num

Bagikan informasi ini: