Apakah Lulusan UM Tidak Diberi Wadah Lapangan Kerja Oleh UM?

Hai Komunikasi, saya mau bertanya.
Apakah bagi para lulusan UM tidak diberi wadah lapangan kerja?

UM punya banyak relasi yang dapat dijadikan wadah untuk menampung tenaga kerja. Yang saya tahu, selama ini UM hanya memberi pengumuman ada lowongan kerja di suatu tempat. Tapi saya rasa sekedar pengumuman seperti itu tidak cukup. Alangkah baiknya apabila ada petugas khusus yang menangani info lowongan kerja sehingga mahasiswa yang telah lulus dan belum mendapat kerja selalu dihubungi mengenai info lapangan kerja. Selain itu, info lapangan kerja dapat selalu di-update oleh mereka para lulusan UM. Mohon pihak yang terkait menjelaskan masalah ini. Terimakasih.

Nafi, mahasiswa FMIPA UM

Nafi yang baik,
Terimakasih atas pertanyaan Anda. Harapan Anda sebenarnya sudah menjadi program di Bagian Kemahasiswaan tahun 2010 ini. Di bagian Kemahasiswaan UM saat ini sedang merintis Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan misi dan tujuan untuk memperpendek waktu tunggu bagi lulusan UM, membantu mahasiswa/lulusan untuk memeroleh pekerjaan, dan menyiapkan mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja. Divisi pengembangan karier ini meliputi unit bursa kerja dan unit diklat. Sementara itu divisi pengembangan kewirausahaan meliputi asosiasi wirausaha mahasiswa dan diklat. Semoga rencana program ini segera dapat direalisasikan dan berjalan dengan baik dan saran dari Anda  bisa terealisasi di UM. Disamping itu, diharapkan lulusan UM juga dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, misalnya dengan berwirausaha.
Terimakasih.

Dra. Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan UM.

Bagikan informasi ini:

2 Comments

  1. caranya ngirim artikel bagaimana? trus formatnya gimana? kok di lt3 a3 g ada pengumuman.kosong. yang terbaru kapan?pengen nyumbang artikel. boleh lebih dari 1?

  2. Tahun 1994 -1995 saya mahasiswa matematika sekaligus anggota redaksi Tabloid Komunikasi. Apa masih ada Komunikasi versi cetak (tabloid) atau sekarang menjadi majalah? Tulisan yang dimuat ada honornya enggak? Saya sekarang guru SMK dan tetap berminat menulis, tapi media yang dapat menampung guru kini terbatas.