FIK UM sebagai Partner Premier League dengan Inggris

Oleh Djajusman Hadi

Bekerja sama dengan British Council di Indonesia, program Kickz akan dipadukan dengan pelatihan bagi pelatih akademi, guru olahraga, pekerja sosial, polisi, dan masyarakat agar mereka dapat menggunakan keterampilan lunak tentang menggunakan kegiatan sepak bola untuk memberikan dukungan sosial bagi anak dan remaja rentan masalah sosial. Selanjutnya dikemas juga sebagai program bertajuk “Premier Skills”, British Council di Indonesia juga akan mengembangkan materi pengajaran bahasa Inggris bertema sepak bola.
Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) dipercaya sebagai partner dalam program bertajuk “Premier Skills” dan masuk dalam delegasi mewakili Indonesia yang difasilitasi oleh British Council Indonesia ke Inggris dalam rangka melihat langsung bagaimana Liga Primer (Premiere League) Inggris dalam memanfaatkan sepak bola bukan hanya sebagai ajang prestasi dan komersial yang dilaksanakan pada tanggal 16 hingga 23 Maret 2011.
Kunjungan delegasi Indonesia ke Inggris selama seminggu tersebut di antaranya diikuti oleh Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial RI, Makmur Sanusi dan diikuti oleh sepuluh perwakilan, antara lain Dr. Rusdiyanto, M.Kes. (Dekan FIK UM), AKBP Rinto Sujatmoko Poerwanto (Kapolres Malang),  Dewanta Kresna (Manajer FC U 21-Arema Indonesia), Anny Prihandari Anwar (Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang), Amelia Tandirau  (Kementrian Sosial), serta Fajar Anugerah dan Hesti Maharani (Programme Manager British Council Indonesia).
Dekan FIK UM, Dr. Rusdiyanto, M.Kes. mengatakan, “Program ini merupakan program yang akan ada tindak lanjutnya dalam Pilot Project yang di namakan “Kickz Indonesia” untuk mengetahui manfaat dan konsekuensi dunia  sepak bola sebagai kegiatan yang bermanfaat bagi remaja putus sekolah serta dimanfaatkan sebagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang bermanfaat dalam menunjang potensi remaja usia 8 sampai 18 tahun dalam bidang seni, teknologi, dan olahraga. Kegiatan ini akan dimulai pada minggu ketiga bulan April hingga Juni 2011 di tiga kecamatan Kabupaten Malang, antara lain Kepanjen, Lawang, dan  Singosari.”
“FIK UM juga berperan penting berkontribusi dalam program ini. Ke depannya, dosen-dosen FIK UM juga akan diberdayakan guna peningkatan SDM yang bermutu,”  ujarnya. Dikatakannya, program ini merupakan terobosan inovatif dalam pencegahan kejahatan. “Bila sepak bola biasanya diasosiasikan dengan anarki dan rusuh, di Inggris ini, sepak bola malah dilihat sebagai berkontribusi mengurangi kenakalan remaja dan kejahatan dan sebagai barometer di Indonesia adalah suporter Aremania yang telah diakui oleh British Council yang berpusat di Jakarta pada saat menonton pertandingan Arema dapat mengagumi nilai nasionalisme suportivitasnya,” katanya.
Selain itu, Indonesia dipilih dari salah satu perwakilan Asia Tenggara yang dilihat mempunyai potensi dan pengaruh besar di dunia sepak bola, khususnya klub Arema Indonesia yang notabene memasyarakat di Malang dan Indonesia pada umumnya. Kegiatan ini merupakan program yang sangat sesuai dengan visi dan misi Kementrian Sosial RI yang berusaha mengurangi angka kenakalan remaja dan tingkat kriminalitas. Dengan demikian, diharapkan, melalui kontribusi banyak pihak dan momentum perubahan di persepakbolaan Indonesia, Premier Skills dapat memiliki andil dalam memperkenalkan penggunaan olahraga sepak bola sebagai kegiatan yang memiliki dampak sosial.
Penulis adalah penyunting Komunikasi

Bagikan informasi ini:

One Comment

  1. We’re a group of volunteers and opening a new scheme in our community. Your site provided us with valuable info to work on. You’ve done an impressive job and our whole community will be grateful to you.