Kartini dan Pendidikan

Oleh Maziatul Churiyah

Kartini menunjuk pada sebuah nama  yang berjasa besar dalam gerakan emansipasi wanita, khususnya di bidang pendidikan di negeri ini. Apa yang telah diperjuangkan oleh Kartini pada masa itu dapat kita lihat manfaatnya dalam perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini. Hal ini juga berimbas pada kemajuan ilmu pengetahuan di tanah air. Kemajuan ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Pendidikan yang baik akan menjadi awal bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Proses pendidikan di awali dari lingkungan yang paling kecil, yaitu rumah. Dari sinilah bermulanya kontribusi perempuan dalam ilmu pengetahuan. Tidak sedikit ilmuwan yang lahir berkat didikan perempuan yang berkualitas sejak masa yang sangat dini di rumah. Keberhasilan R.A. Kartini, misalnya, tentu tidak bisa dipisahkan dari didikan M.A. Ngasirah, ibunya.
Seorang ibu berperan dalam langkah awal untuk menghasilkan generasi yang berkembang dari sisi jasmani, intelektualitas, kecerdasan sosial, dan religiusitasnya sehingga tidak lahir “generasi kartun”. Dalam film kartun, kita menyaksikan tampilan tokoh-tokoh berkepala besar dan berbadan kecil, atau sebaliknya berbadan besar tapi berkepala sangat kecil. Generasi kartun merupakan simbol dari tidak adanya ke- seimbangan dalam perkembangan manusia. Adalah tugas ibu untuk mendidik anak sebaik mungkin agar kelak si anak tidak tumbuh menjadi seorang berintelektual tinggi, tapi berakhlak seperti anak kecil yang tidak tahu mana yang benar, mana yang salah karena sisi moralitas, spiritualitas, dan religiusitas mereka tidak berkembang dengan baik.
Pembaca yang budiman, Komunikasi edisi kali ini akan mengupas tentang “Kartini dan Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Kemajuan dalam Segala Bidang. Tema ini mengandung makna yang sangat mendalam untuk memberikan semangat pembangunan terhadap upaya-upaya peningkatan kualitas hidup perempuan melalui pengembangan program-program pemberdayaan perempuan di segala bidang kehidupan. Kita mengakui bahwa peran serta kaum perempuan dalam berbagai bidang pembangunan sudah semakin meningkat. Meski demikian, masih banyak yang perlu kita lakukan, terutama dalam hal peningkatan kualitas hidup perempuan di beberapa bidang strategis, seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi terwakilkan dalam lembaga eksekutif dan legislatif sehingga dapat memberikan perannya dalam proses pengambil keputusan.
Akhirnya, semoga kaum perempuan dan laki-laki menjadi mitra sejajar untuk menjalankan peran-peran kehidupan sosialnya dalam membangun bangsa dan negara kita.

Penulis adalah penyunting majalah Komunikasi dan dosen Fakultas Ekonomi

Bagikan informasi ini: