Sutardji Calzoum Bachri Gebrak Malam Pujangga

Acara Malam Pujangga yang diselenggarakan HMJ Sastra Indonesia pada Rabu (04/05) di gedung Sasana Budaya berjalan sukses dan meriah. Hal ini tidak luput dari usaha maksimal panitia dan pihak-pihak terkait yang bekerja sama untuk mengundang sastrawan besar tanah air, Sutardji Calzoum Bachri. Dipilihnya tokoh sastrawan ini sebagai bintang tamu menjadi magnet tersendiri bagi acara tersebut sehingga tercatat kurang lebih empat ratus penonton memadati gedung Sasana Budaya.
Tema yang diusung pada Malam Pujangga kali ini adalah “Sumbangsih Sastra Etnik dalam Sastra Dunia”. Acara tahunan tersebut diawali dengan parade puisi yang dipentaskan oleh mahasiswa Sastra Indonesia. Dalam acara inti, Sutardji berhasil memukau ratusan penonton dengan pembacaan puisinya. Beliau membacakan beberapa puisi dari kumpulan puisi O, Amuk dan Kapak. Penampilan beliau semakin indah saat memberi selingan dengan memainkan harmonika di sela-sela pembacaan puisi. Sastrawan yang lahir pada tanggal 24 Juni 1941 ini membacakan karya-karyanya dengan energik dan penuh semangat. Jiwa mudanya begitu tampak melalui cara beliau membaca puisi di atas penggung. Sutardji membacakan pula beberapa puisi terbarunya yang bahkan belum naik cetak. Di antaranya “Wahai Pemuda Mana Telurmu?” dan “Laila Seribu Purnama”. Usai pembacaan puisi, acara dilanjutkan dengan talk show. Terkait dengan tema seminar, sastrawan yang menyandang gelar presiden penyair ini menerangkan bahwa sastra dunia adalah sastra yang justru berpijak pada dunia kita sendiri. Puisi dapat mewakili jiwa bangsanya.
Di akhir acara, penyair yang juga pernah menerbitkan kumpulan cerpen Hujan Menulis Ayam ini berkolaborasi dengan Nusantara Etnik hingga membuat penonton terkagum-kagum. Alunan musik etnik dan gaya sutardji yang menari-nari di atas panggung membuat acara semakin meriah dan riang. Suasana semarak menutup acara tersebut. Saat ditemui secara eksklusif oleh beberapa pengurus HMJ, Sutardji merasa senang telah diundang sebagai bintang tamu di Malam Pujangga tersebut. “Saat kami bertemu beliau, Bapak Sutardji mengaku senang bisa perfom di UM dan kami selaku panitia berharap agar Malam Pujangga berikutnya juga dapat menghadirkan sastrawan besar lainnya,” ungkap Efendi, panitia Malam Pujangga 2011.
Siang sebelum acara Malam pujangga digelar, di Aula Fakultas Sastra juga diadakan kuliah umum mahasiswa Sastra Indonesia bersama Sutardji Calzoum Bachri. Dalam kuliah umum tersebut Sutardji banyak berbagi ilmu dengan 250 mahasiwa yang datang. Sebagai pembaharu sastra, Sutardji menerangkan bahwa berpuisi adalah memberi nama baru pada sebuah kata. Bagi beliau, sebuah puisi harus mampu menginspirasi. Kuliah umum ini dipandu oleh Prof. Dr. Wahyudi Siswanto.Dha

Bagikan informasi ini: