Legendakan Kuliner Nusantara, Festival Jajanan Bango Hadir di UM

Semakin spektakuler dan seru menghabiskan akhir pekan di kota Malang. Bagaimana tidak, berbagai acara terselenggara di sini. Pada sabtu (09/07), Festival Jajanan Bango (FJB) mampir di kampus UM sebagai lawatan terakhirnya dalam acara puncak FJB di kota Malang. FJB  yang juga diselenggarakan sebelumnya di kota-kota besar seperti Bekasi, Sidoarjo, Kediri, dan Depok ini menghadirkan 45 stan jajanan dari seluruh nusantara. Hanya dengan membeli tiket 10 ribu rupiah, para pengunjung telah dapat menikmati jajanan khas nusantara.
Setiap stan yang hadir memiliki keunikan tersendiri. Beberapa stan yang jarang ditemukan di kota Malang di antaranya Rujak Cingur Sedati Bu Nur Surabaya, Aneka Masakan Bandeng Asap & Bakar Tanpa Duri khas Sidoarjo, Nasi Koyor Makmi Semarang,  dan stan lainnya nampak dibanjiri oleh pengunjung yang penasaran akan jajanan dari luar kota Malang. Tak kalah ramai dengan stan makanan dari luar kota, warung legendaris khas kota Malang seperti Warung Lama H. Ridwan pun ramai dibanjiri pengunjung. Menu yang paling diincar tentu saja sate komoh dan ayam bakar yang sudah terkenal kelezatannya sejak tahun 1925. Hidangan khas Malang lainnya seperti Bakso Presiden, Bakso Kota Cak Man, Es Talun dan Rujak Pojok juga laris manis.
FJB hadir dengan mengusung tema “Legenda Kuliner Nusantara”. FBJ kali ini memilih masakan Semur sebagai salah satu warisan kuliner nusantara. Pada kesempatan ini, Bango juga mengadakan petisi sebagai bentuk kebanggan dan dukungan terhadap semur untuk terus dilestarikan. Seluk-beluk tentang semur dari berbagai daerah di nusantara dapat disimak di stan Kampung Bango yang juga menampilkan ilustrasi proses pembuatan kecap Bango. Tidak hanya stan kuliner, acara juga dimeriahkan oleh panggung hiburan dan demo masak oleh Chef Hendra. Sekitar pukul 9 malam, acara ditutup dengan penampilan musik etnik dan pesta kembang api yang meriah.
Antusiasme masyarakat Malang terlihat dari banyak­nya warga yang be­jibun me­me­nuhi FJB yang terletak di area parkir selatan gedung Gra­ha Cakrawala UM. Hal ini menandakan kebanggaan dan kecintaan yang tinggi terhadap warisan kuliner nusantara mengingat masyarakat meru­pakan sosok penting yang ikut berperan dalam upaya pelestarian cita rasa masakan khas nu­santara. “Makanannya enak-enak. Kita bisa mencicipi semua makanan Indonesia di sini. Ini adalah momen langka yang sayang apabila dile­watkan,” ujar Riza, salah satu pengunjung FJB.Jul

Bagikan informasi ini: