Yang Segar dan Beda pada PKPT 2011

UM mempunyai cara yang berbeda dalam menyambut mahasiswa baru (maba) 2011. Jika pada tahun-tahun sebelumnya penyambutan maba selalu dilakukan di lapangan A2, maka tahun ini dilaksanakan di gedung Graha Cakrawala, gedung serbaguna milik UM berarsitektur modern yang beberapa bulan lalu baru selesai dibangun.
Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) 2011 hari pertama (27/07) diawali dengan upacara pembukaan yang berisi laporan ketua pelaksana dan sambutan Rektor UM, Prof. Dr. Suparno. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelatihan motivasi atau pembentukan karakter. Materi ini juga merupakan salah satu pembeda antara PKPT tahun ini dengan sebelumnya karena pada PKPT tahun-tahun lalu, materi pembinaan karakter belum dimasukkan dalam agenda materi PKPT bagi maba.
“PKPT tahun ini memang fokus pada pembinaan karakter untuk menyadarkan mahasiswa akan fungsi dan peranannya sehingga tidak menjadi mahasiswa yang apatis,” ungkap Rudy Hariyanto, Presiden Mahasiswa UM. Mahasiswa Teknik Sipil 2007 tersebut juga menyatakan bahwa PKPT tahun ini lebih memiliki tema dan tujuan yang jelas sehingga berbagai materi seperti pembinaan karakter tidak hanya menjadi acara formalitas belaka. “Wujudkanlah segala mimpimu karena kita berdiri disini untuk menjadi pemenang,” seru pemateri motivasi dengan suara yang lantang, keras, dan berapi-api, serta mampu menutup materi mengenai pembinaan karakter dengan lecutan semangat tersendiri.
Acara berlanjut pada penyuluhan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (napza). Penyuluhan ini diawali dengan pemutaran video mengenai para pemakai napza. Dalam tayangan ini, semua maba bisa melihat secara langsung visualisasi dari keadaan sakau dan berbagai akibat fisik serta organ tubuh dari para pengguna napza. Ajun Komisaris Sunardi Riyono selaku pemateri banyak memberikan nasihat dan wejangan.
Kepala Satuan Narkoba Polwiltabes Malang tersebut mengatakan bahwa maba harus membekali diri dengan iman yang kuat. Hal tersebut karena Malang adalah kota yang serba ada. Mall dan pusat hiburan lainnya banyak tersedia di Malang. Jika tidak membentengi diri dengan kadar iman yang tangguh dan tidak selalu ingat bahwa tujuan utama ke Malang adalah belajar, maka akan hancur. Untuk itu, ia juga menekankan pentingnya mengisi hari dengan kegiatan-kegiatan postif seperti seni, olahraga, atau mengaji. Semua itu demi menjauhkan diri dari pergaulan yang salah dan peluang terjerumus ke dalam narkoba.
Acara PKPT 2011 semakin semarak saat demo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) digelar usai penyuluhan napza. Demo kali ini menampilkan atraksi kolaborasi UKM bela diri dan seni. Berbagai UKM bela diri di UM seperti Judo, Perisai Diri, INKAI, Tapak Suci, Taekwondo, dan sebagainya memamerkan berbagai jurus dan keahlian self devence. Aksi pemecahan balok es dan batu bata  menjadi aksi yang paling dominan.
UKM bernapaskan seni tak mau kalah. Dimulai dengan Opus 275 yang menyanyikan salah satu lagu milik Chrisye. Dilanjutkan dengan Sanggar Tari Karawitan Asri Kusuma dengan tari kolosal, dan teater Hampa serta Blero dengan suguhan akting yang menghibur dan mengundang gelak tawa. Total UKM yang hari itu tampil secara langsung di tengah ribuan maba  adalah 12 UKM dari 31 UKM yang ada di UM. Sementara itu, untuk UKM lainnya akan diberi kesempatan presentasi di tiap-tiap fakultas pada hari kedua dan ketiga pelaksanaan PKPT.
Dari pantauan Komunikasi, tidak ada halangan atau gangguan yang berarti selama demo UKM berlangsung. Para mahasiswa baru mudah diatur dan dikendalikan. Hal tersebut tampaknya didukung penuh oleh suasana indoor yang nyaman dan para personil keamanan yang senantiasa berjaga-jaga di setiap sudut gedung. Hal ini dibenarkan oleh salah satu panitia PKPT, Tutus Indra Riwayati. “Demo UKM pada tahun-tahun sebelumnya di lapangan A2 lebih menimbulkan kekacauan dan keributan karena perang yel. Antara panitia dan maba juga seringkali timbul perselisihan. Tahun ini di Graha Cakrawala lebih mudah buat panitia dan enjoy bagi maba. Gak perlu panas-panasan, kamar mandi juga tersedia,” jelasnya.
Sementara itu, di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa demo UKM kali ini terasa sedikit kurang lengkap tanpa kehadiran UKM Sanggar Minat (Samin) dan UKM Pecinta Alam, Jonggring Salaka. Kedua UKM yang tiap tahunnya selalu menampilkan sesuatu yang unik, atraktif, dan berani beda ini tahun ini absen unjuk gigi. Meski dari pihak rektorat hanya diberikan waktu untuk presentasi, ketua Samin, Umar Ismail tetap optimis mampu menggalang massa. “Masih banyak orang yang suka terhadap seni. Jadi kami yakin bisa mengumpulkan banyak anggota,” ujar mahasiswa Seni Desain 2009 itu mantab. UKM yang menaungi bakat seni rupa ini ternyata juga memiliki strategi tersendiri untuk lebih bisa menggaet anggota. Rencananya, mereka akan mengadakan demo sendiri dengan cara keliling kampus. Demo atau penampilan tersebut diagendakan berlangsung pada September.
Pada PKPT hari kedua (28/07), semua maba ditangani oleh fakultas masing-masing. Mereka mendapatkan materi kefakultasan  dan keuniversitasan serta menyimak presentasi dari beberapa UKM. Kru Komunikasi sempat bertandang ke beberapa fakultas seperti Fakultas Sastra (FS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Teknik (FT) untuk melihat berbagai pernak-pernik yang dibawa para peserta.
FS konsisten dengan memakai kostum atasan batik dengan barang bawaan seperti kursi plastik kecil dan payung. FIS sederhana dengan kunciran bagi maba perempuan dan barang bawaan yang dimasukkan ke dalam tas plastik motif zebra. FIP mengibarkan bendera Go Green dengan tas berbahan kain terigu bertuliskan ‘I Love FIP’ bergambar pohon dan dedaunan dengan corak warna hitam dan hijau. Sementara itu, FT meleburkan nuansa yang serba merah mulai dari tas, baju, dan kerudung. Fakultas yang didominasi oleh kaum Adam ini juga menggunakan bahasa yang dikiaskan untuk mabanya. Hal tersebut sempat membuat pusing salah satu maba asal Banyuwangi, Rohmatullah. Dia sempat tidak mengerti dengan salah satu benda yang harus dibawa di hari pertama. Pasalnya, panitia hanya menyebut benda tersebut dengan istilah ‘buah arema’. Maba berkulit manis ini baru tahu kemudian bahwa buah yang dimaksud adalah apel.
Gelaran PKPT 2011 bertajuk “Junjung Tinggi Almamater karena Kamu adalah Putra-putri Terbaik Bangsa” ini ditutup pada hari ketiga (29/07). Upacara  penutupan dilakukan di lapangan upacara tiap-tiap fakultas.Nur

Bagikan informasi ini:

2 Comments

  1. smokeless. In 1889 Abel and British chemist Sir James Dewar invented cordite, named for the

  2. this is remarkable ! your own training is not tough to understand