Dies Natalis UM: 57 Tahun Kiprah Perguruan Tinggi Multitransisi

Tahun 2011 ini, UM semakin matang dengan usianya yang menginjak 57 tahun. Selama lebih dari setengah abad, tentu banyak cerita manis yang terukir dan menjadi hal yang menarik untuk digali kembali. Dengan tema “Pendidikan untuk Semua”, ulang tahun UM yang jatuh pada 18 Oktober ini menjadi semacam penanda betapauntuk mencapai kesuksesan seperti sekarang, jalan yang ditempuh UM bukanlah jalan yang mudah, tapi penuh perjuangan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya jika kenangan tentang perjalanan UM dijadikan pedoman untuk menuju kesuksesan selanjutnya.

Gegap gempita UM menyambut 57 tahun
Minggu pagi (16/10), ribuan orang berpakaian olahraga memadati lapangan parkir Graha Cakrawala. Mereka adalah peserta jalan sehat dalam rangka dies natalis UM ke-57. Tepat pukul 06.00 WIB, panitia mengumpulkan peserta jalan sehat di depan panggung di tengah lapangan. Kegiatan olahraga pagi ini diawali pemanasan berupa senam aerobik diiringi dangdut remix berirama cepat yang dipandu oleh tiga orang instruktur perempuan dari atas panggung. Meskipun berlangsung sekitar dua puluh menit, senam tersebut membuat peserta ngos-ngosan seperti yang disampaikan oleh Rektor UM, Prof. Dr. Suparno dalam sambutannya.
Setelah mengikuti pe­ma­nasan, peserta digi­ring menuju garis start yang berada di ba­gian depan lapangan par­kir Graha Cakrawala. Lambaian ben­de­ra bermotif kotak-kotak putih hitam dan pelepasan balon menandai dimulainya ja­lan sehat dengan rute UM-Jalan Surabaya-Ja­lan Bondowoso-Jalan Wilis-Ijen-Jalan Bandung-UM. Panas sinar matahari pagi justru me­nambah semangat para peserta jalan sehat untuk secepatnya merampungkan perjalanan sambil berburu dua stempel dari panitia sebagai syarat sah mengikuti pengundian doorprice. Disela-sela perjalanan, beberapa peserta sempat berbagi rezeki dengan pedagang makanan dan minuman di sepanjang jalan yang dilewati.
Jalan sehat semakin meriah dengan adanya beberapa orang berkostum bunga di tengah-tengah peserta yang membagikan pemberitahuan acara ITFEST 2011 pada tanggal 20 Oktober. Rombongan bunga ini kontan menarik perhatian peserta jalan sehat yang baru keluar dari gerbang belakang UM, bahkan ada yang menyempatkan diri berfoto di depan rombongan bunga tersebut.  Menggunakan kostum bunga yang besar dan berat, rombongan bunga ini tampak agak kerepotan berjalan di tengah-tengah padatnya peserta jalan sehat.
Sampai di garis finish, lapangan parkir Graha Cakrawala, peserta jalan sehat dies natalis ke-57 UM disambut dengan pertandingan sepak bola mini antara para petinggi UM melawan pengajar SMP Laboratorium UM. Sorak peserta jalan sehat yang menonton pertandingan singkat ini membuat para pemain bersemangat dan mengakhiri pertandingan dengan skor 4-2. Usai sepak bola mini, panitia memindahkan gawang ke tepi lapangan untuk mempersiapkan pertandingan final bola tanker antara Fakultas Teknik UM melawan SMP Laboratorium UM. Berbeda dengan sepak bola mini, bola tanker berakhir dengan kemenangan SMP Laboratorium UM yang berhasil menangkap sekeranjang penuh bola-bola plastik.
Sambil menikmati jajanan bazar yang berada di sekeliling lapangan, peserta jalan sehat dies natalis UM harap-harap cemas mendengarkan hasil pengundian kupon yang mendapatkan doorprice. Acara pengundian kupon semakin seru ketika diselingi dengan lagu-lagu dari Tani Maju. Tidak ketinggalan pula  lagu “Hanya Ingin Kau Tahu” yang didendangkan oleh PR IV UM, Drs. Isnandar, M.T. bersama Opus UM yang disambut tepuk tangan meriah. Wajah berseri-seri tiga orang yang beruntung mendapatkan hadiah utama berupa sepeda motor pun menutup rangkaian acara hari pertama perayaan Dies Natalis ke-57 UM.
Kamis (20/10) pagi, alunan gamelan menyambut kedatangan tamu undangan upacara Dies Natalis ke-57 UM. Ribuan tamu berbaju batik memadati gedung Graha Cakrawala sejak pukul 10.00 WIB. Mantan-mantan Rektor UM,  sejumlah perwakilan dari universitas di kota Malang, Muspida Kota dan Kabupaten Malang, sampai Bupati Malang, Rendra Kresna, turut hadir dalam gedung yang dikelilingi oleh stan pameran produk sejak tiga hari yang lalu ini. Dari kalangan mahasiswa, para penerima beasiswa bidik misi,  Darmasiswa, dan pengurus ormawa juga turut diundang.
Delapan mahasiswi Jurusan Seni dan Desain UM mengawali acara di panggung dengan tarian Jawa. Usai menyapa tamu yang duduk di barisan kursi kuning di depan panggung dan tribun gedung Graha Cakrawala,  dua  dosen Fakultas Sastra dan Fakultas Ilmu Sosial UM yang berperan sebagai pembawa acara menyilakan hadirin untuk berdiri sejenak. Beberapa saat kemudian, suara lagu kebangsaan menggema di ruangan bernuansa cokelat tersebut. Para peserta upacara dengan semangat menyanyikan lagu “Indonesia Raya” yang dipandu oleh seorang dirijen dari atas panggung, kontras dengan suasana mengheningkan cipta yang dilangsungkan sesudahnya. Masih dengan posisi berdiri, peserta upacara diajak melantunkan “Himne UM” bersama dengan tim paduan suara. Tidak perlu kuatir, undangan yang belum hafal lagu kebanggan UM ini, dapat membaca lirik yang tersedia pada dua layar besar di kanan dan kiri panggung.
Setelah undangan disilakan duduk kembali, Rektor UM naik ke podium dengan dekorasi bunga-bunga untuk menyampaikan pidato. Pidato dimulai dengan ucapan terima kasih kepada peserta dan pendiri serta pendahulu UM. Sekilas beliau menjelaskan fungsi prasasti dari kayu di belakang podium yang sebenarnya disiapkan untuk peresmian graha Cakrawala UM oleh Wakil Menteri Pendidikan Na­sional RI. Pergantian su­sunan kabinet Indonesia Bersatu Jilid II beberapa ha­ri sebelum upacara Dies Natalis Ke-57 UM me­ngakibatkan beliau batal hadir. Namun, Rektor UM menyampaikan ka­bar gembira bahwa kelak Menteri Pendidikan Na­sional RI sendiri yang akan meresmikan Graha Cakrawala.
Dalam pidato yang berlangsung sekitar setengah jam, Bapak Suparno menyampaikan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai UM hingga lebih dari setengah abad. UM hendaknya berbangga dengan banyaknya prestasi yang telah dicapai untuk mewujudkan visi dan menjalankan misi sesuai dengan tema dies natalis, “Pendidikan untuk Semua”. Beberapa prestasi yang patut dibanggakan antara lain, dihasilkannya produk-produk unggulan oleh mahasiswa dan beberapa lembaga di UM. Ulasan sing­kat ten­tang pem­ba­ngu­nan Graha Rek­­torat yang me­­gah di Jalan Se­­marang  juga me­­ngundang de­cak kagum para pe­ser­ta upacara. “Uni­versitas  di In­­­donesia ba­nyak yang me­ru­pakan ja­ja­han kita  karena beberapa rektor adalah alumni UM,” canda Bapak Suparno yang disambut tawa seluruh peserta upacara.
Upacara di­akhiri dengan pe­­mo­tongan tum­­peng oleh Ba­­pak Suparno un­tuk mantan Rek­tor UM dan pe­­jabat yang te­­lah berjajar di depan pang­gung. Upacara Dies Natalis ke-57 UM itu pun se­lesai. Sebelum me­ninggalkan Graha Ca­kra­wa­la, peserta menyempatkan diri mengunjungi puluhan stan produk dari lembaga dan fakultas di UM. Tidak hanya mendapatkan informasi, pe­ngun­jung stan pun dapat mem­beli barang-barang unik seperti kopi mengkudu, ro­ti rasa buah, dan aksesoris hand­made lainnya. Di stan FIK bahkan pengunjung dapat me­lakukan pengukuran te­ka­nan darah, tinggi badan, dan be­rat badan secara gratis. Rangkaian acara dies natalis masih berlanjut dengan  job fair dan Olimpiade Fisika yang diadakan di Graha Cakrawala pula. Disusul dengan kegiatan donor darah pada Kamis (20/10) di lobi A2 lantai I dan ditutup dengan Gebyar Dies Natalis ke-57 Malam Seni yang diadakan pada Minggu (23/10).

Prestasi-prestasi UM
Di usianya yang ke-57, UM telah menorehkan banyak prestasi, khususnya di dunia pen­didikan. Prestasi-prestasi tersebut dibuktikan dengan jalinan kerja sama yang dibangun oleh UM dan berbagai lembaga baik di dalam maupun luar negeri. Berikut adalah daftar kerja sama tersebut.

Kerja sama dalam negeri:
•    Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
•    Ditjen Dikti
•    Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri
•     Departemen Agama
•    Kementerian Komunikasi dan Informasi
•    BPPT
•    Direktorat SMK
•    Berbagai Pemerintah Daerah
•    Pengelola Pendidikan
•    PT Indomobil Internasional Tbk. dan PT Suzuki Niaga Internasional Tbk.
•    Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo)
•    BNI Persero Tbk., Bank BTN, dan Bank BRI
•    PT Djarum
•    PT Pertamina Persero
•    PT Telkom
•    Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tadulaho Palu, Universitas Negeri Gorontalo
•    Property Plus Indonesia
•    PTKNFI
•    Direktorat Jenderal PMPTK
•    Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan dan Kota Malang
•    Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur
•    Direktorat Ketenagaan Ditjen PMPTK
•    Dinas Pendidikan Kota Pasuruan
•    Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur cq Subdit Ketenagaan
•    Plan Indonesia
•    Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur cq Subdit TK/SD
•    Dinas Pendidikan Kota Malang
•    Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo
•    Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Madiun
•    Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan
•    Bapedalda Papua
•    Direktorat Pendidikan Lanjutan Tingkat Pertama Ditjen Dikdasmen
•    Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Ditjen Dikdasmen
•    Badan Pengembangan Sumberdaya Daerah (BPSDD) Kabupaten Pasuruan
•    Kementerian Lingkungan Hidup dan Ditjen Dikti
•    P3GI Pasuruan
•    Jamur Banyuwangi
•    Primkompti Bangkit Usaha Malang
•    Persatuan Penjual Jamu Tradisional di Malang
•    Kantor Kementerian PDT
•    Pemda di Malang
•    Direktorat Pendidikan Luar Sekolah

Kerjasama Luar Negeri
•    University Teknologi Tun Husein on Malaysia (UTHM), Indiana University, Ohio State University, University of Alberta Canada, Victoria University of Welington, University of Illinois at Urbana Champaign, Curtin University of Technology
•    USAID
•    Walailak University, Thailand
•    UNESCO
•    Nanyang Institute Education Singapore
•    JICA
•    National Committee of Economic Education (NCEE), Amerika Serikat
•    DAAD Jerman
•    PASIAD Turkey
•    The United Stated Indonesian Teacher Education Consortium (USINTEC)
•    Coucil For Economic Education(CEE) New York, Amerika Serikat
•    Guangxi Normal University dan Departemen Pendidikan Nasional RRT
•    Okoyama University dan Hyogo University of Teacher Education, Jepang
•    American Councils
•    Office of Chinese Language Council International of China
•    Nanjing Agricultural University, Cina
•    Suan Dusit Rajabhat University, Thailand
•    Murdoch University, Australia
•    Korea International Cooperation Agency (KOICA)
•    University of Newcastle, Australia
•    Faculty of Engineering Hiroshima University dan Saga University, Jepang

Kata mereka yang sukses
Hingga saat ini, ribuan alumnus UM telah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Banyak dari mereka yang telah meraih kesuksesan mengaku bahwa apa yang mereka raih adalah berkat iklim akademik dan sistem pendidikan yang diterapkan di UM. Sebagaimana yang diakui oleh Surrayah, salah satu alumnus UM yang kini telah sukses menjadi pengusaha batik di Pamekasan, Madura. Menurut alumnus Jurusan BKP ini, dosen senantiasa memberikan perhatian yang optimal pada potensi anak didiknya. Kesuksesannya pun tak lepas dari peran dosennya di UM dulu.
Lain lagi ceritanya dengan Prof. Dr. Ani Hasan, M.Pd. yang saat ini menjabat sebagai Pembantu Rektor III Universitas Gorontalo. Dia mengaku pernah dilempar proposal oleh dosen pembimbingnya lantaran hasil kerjanya saat itu acak-acakan. Namun hal itu justru menjadi pembelajaran bagi beliau untuk bekerja dengan lebih baik.
“Namun hal itu justru menjadi bekal bagi saya ketika kuliah di S2 dan S3. Karena terbiasa disiplin, dosen justru berebut untuk menjadi pembimbing saya saat disertasi S3. Ini jadi pembelajaran buat mahasiswa lain untuk lebih siap dalam hal apa pun,” ungkapnya.
Selain itu, masih banyak kisah sukses alumnus yang menarik untuk disimak. Hasan Ibnu Malik, misalnya. Wakil Bupati Lumajang saat ini tersebut merupakan lulusan Jurusan Sastra Arab UM. Dia mengaku bahwa hari-harinya di UM memang selalu diwarnai dengan tuntutan untuk disiplin. Hal senada juga diungkapkan oleh Drs. Peni Suparto, M.AP., selaku Walikota Malang yang mengungkapkan bahwa selama menjalani pendidikan di UM, dia mendapat dukungan penuh dari dosen dan rekan kerjanya.
Kisah alumnus sukses lainnya adalah dari motivator terkenal Mario Teguh. Lulusan Jurusan Sastra Inggris UM ini telah berhasil memotivasi banyak orang untuk berpikir lebih positif lewat caranya yang luar biasa. Dia mengungkapkan bahwa pendidikan di UM memang senantiasa memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakatnya.

Ris/Yas

Bagikan informasi ini: