Petualangan Menuju Besok

Oleh Vryda Eka Tryasari

Judul Film    : The Croods
Sutradara    : Kirk DeMicco dan Chris Sanders
Pengisi Suara    : Nicholas Cage, Emma Stone, Ryan Reynolds, et.al.
Produser        : Dream Work Animation
Rilis        : Maret, 2013
Rasa ingin tahu yang besar membuat kita selalu mencari hal-hal baru. Namun, keingintahuan yang besar berbanding terbalik dengan rasa takut. Perubahan dan hal baru akan selalu mewarnai hidup, sehingga tidak boleh ditakuti serta dihindari. Perasaan takut membuat kita akan terus bersembunyi dari sesuatu yang baru, yang lain dari kebiasaan kita. Itulah yang selama ini dialami oleh Keluarga Croods. Mereka hidup dengan selalu dicekam ketakutan akan hal-hal baru yang tidak sesuai dengan aturan kebiasaan mereka.
“Ketakutan membuat kita tetap hidup. Jangan berhenti untuk takut.”
Kalimat tersebut merupakan kepercayaan dari Keluarga Croods. Sebuah kepercayaan yang membatasi mereka untuk melangkah dan mencari hal baru. Mereka harus selalu berada dalam gua yang gelap agar terhindar dari marabahaya.
Film ini menggunakan latar zaman prasejarah dengan rumah berupa gua, pakaian dari kulit binatang, mengetahui waktu dengan bayangan jari dan matahari, gigi-gigi yang tajam, tulang yang menonjol, serta binatang-binatang prasejarah yang besar dan buas.
Pemain dalam film The Croods adalah Grug, ayah yang kuat dan overprotektif terhadap keluarganya, Eep, seorang anak perempuan Keluarga Croods yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar, Ugga, ibu Keluarga Croods yang bijaksana, Gran, sang nenek Keluarga Croods yang cerewet, Thunk, anak laki-laki Keluarga Croods yang penakut, Sandy, balita perempuan Keluarga Croods yang nakal, dan Guy, seorang pria yatim piatu yang tinggal di zaman itu, tetapi telah berpikiran modern. Hanya mereka manusia yang tersisa di zaman itu. Tetangga-tetangga mereka telah mati karena diinjak binatang raksasa, digigit nyamuk yang besar, dimakan ular, dan mati membeku.
Keluarga Croods selalu hidup di dalam gua dan keluar hanya untuk mencari makan di siang hari. Grug selalu menjaga seluruh keluarganya tetap menaati peraturan yang sudah diturunkan dari leluhurnya agar bisa bertahan hidup menghadapi dunia luar yang kejam.
Tidak boleh keluar gua. Bahaya keluar di malam hari. Kegelapan itu bisa membunuh. Rasa ingin tahu itu buruk. Semua hal baru itu tidak baik. Semua hal yang lucu itu tidak baik. Banyak aturan yang dipercayai oleh Keluarga Croods. Semua aturan itu digambar di dinding gua dan diceritakan oleh Grug dengan akhir kematian yang selalu mengenaskan, sehingga seluruh keluarganya tidak berani melanggar aturan.
Eep bertemu dengan Guy ketika ia mengejar cahaya yang dikiranya matahari. Ia pun melanggar perintah tidak boleh keluar gua. Guy mengajak Eep ikut bersamanya menuju gunung tertinggi untuk berlindung. Guy percaya bahwa kiamat akan datang karena jatuhnya meteor.
Grug mencari Eep dengan kemarahan yang memuncak. Ketika mereka kembali, gua mereka telah hancur karena gempa bumi. Seluruh anggota Keluarga Croods pun bertekad mencari gua baru. Ketika Grug menyadari bahwa perkataan Guy tentang bencana yang besar memang benar, mereka pun melakukan perjalanan jauh menuju tempat bernama ‘Besok‘.
Perjalanan itu membuat mereka melihat hal-hal baru yang tidak mereka tahu sebelumnya. Keluarga Croods harus keluar dari aturan-aturan mereka selama ini dan mendobrak keyakinan leluhur Grug agar bisa selamat.
Keluarga Croods menggunakan cara orang prasejarah untuk bertahan hidup, yaitu berburu. Guy menunjukkan bahwa ia manusia yang tinggal di zaman yang sama, tetapi ia tidak buta terhadap hal yang baru. Ia menggunakan perangkap untuk mencari makanan. Ia menggunakan api untuk menerangi kegelapan dan mengusir hewan liar, sedangkan Keluarga Croods menggunakan jalan kekerasan untuk mengusir hewan buas. Keluarga Croods selalu berlindung dalam gua ketika matahari tenggelam dan hari telah gelap. Mereka beranggapan bahwa kegelapan bisa membawa kematian.
Awalnya, Grug tidak menyukai Guy. Grug cemburu pada Guy yang penuh dengan pemikiran-pemikiran baru, sehingga mendapatkan kepercayaan dari seluruh keluarganya. Guy mengenalkan mereka pada hal-hal baru, api, hujan, payung, air, sepatu, perangkap, dan sebuah cerita yang membuat mereka semua ingin menuju ‘Besok’. Sebuah tempat yang dipenuhi cahaya dan tidak ada lagi kegelapan.
Grug beranggapan bahwa manusia yang kuat tidak membutuhkan otak. Otak yang mendatangkan ide hanya dibutuhkan oleh yang lemah, seperti Guy. Tetapi akhirnya, semua menyadari bahwa ide yang berasal dari pemikiran cerdas sangat dibutuhkan untuk dapat bertahan hidup.
Guy menggunakan alas kaki agar tidak melukai kakinya. Ia memberikan pisang pada para babon yang ingin memukul Grug. Ia menggunakan kayu panjang untuk berjalan melewati jurang. Guy membuatkan mereka payung untuk menghindari hujan. Guy mengajari mereka berenang ketika Grug melarang mereka mendekati air.
Animasi dalam film The Croods sangat  bagus dan digarap secara halus. Pengisi suaranya menggunakan bintang-bintang terkenal hollywood yang sudah terbukti kualitasnya. Secara keseluruhan film ini memang wajib ditonton bagi semua kalangan.
Peresensi adalah
mahasiswa Sastra Indonesia

Bagikan informasi ini: