Berkelana ke Dunia Minion Oleh Novia Anggraini

Dibuat atau tidaknya kelanjutan dari sebuah film biasanya bergantung pada antusiasme penontonnya. Kalau ada respon positif yang diberikan oleh masyarakat luas, bisa dipastikan bahwa sebuah film akan dibuatkan sekuelnya untuk memuaskan dan memenuhi keinginan penonton. Begitu pula yang terjadi pada tokoh minion-minion lucu yang menjadi daya tarik utama dari film Despicable Me.
Despicable Me 2 merupakan sekuel dari film sebelumnya dengan judul yang sama yakni Despicable Me yang mendulang sukses pada tahun 2010 lalu. Mengikuti jejak film sebelumnya, Despicable Me 2 kembali menghadirkan tokoh Gru, seorang penjahat kelas kakap yang bisa mencuri bulan, tetapi kini telah bertobat dan menjadi orang baik-baik, serta sepasukan minion, makhluk kecil berwarna kuning menggemaskan yang bekerja membuat selai dan jeli untuk Gru.
Bagian pertama film ini dibuka dengan hilangnya sebuah laboratorium rahasia dari daerah Artic yang tersedot oleh sebuah benda misterius. Kala itu para peneliti di laboratorium sedang mengembangkan serum transmutasi PX-41. Penggunaan serum ini mampu mengubah makhluk menjadi lebih besar dan ganas. Hilangnya laboratorium beserta seluruh isinya membuat The Anti-Villain League (AVL) kuatir serum tersebut akan jatuh ke tangan yang salah. Oleh karena itu, dengan bantuan agen Lucy, dipanggillah Gru ke markas badan antikejahatan yang dipimpin oleh Silas Ramsbottom.
AVL menugaskan Gru untuk menemukan penjahat ulung yang memiliki serum PX-41 dengan didampingi oleh agen Lucy. Keduanya kemudian menyusun rencana dan menyelinap masuk secara diam-diam di antara toko-toko di Paradise Fall yang diduga menjadi tempat persembunyian si penjahat. Cerita berkembang menarik ketika Gru kemudian jatuh hati kepada Lucy semenjak mereka menjadi partner kerja. Ternyata bukan hanya Gru, anak tertuanya yang bernama Margo juga tengah merasakan benih-benih cinta terhadap Antonio. Seakan tak mau ketinggalan, bahkan minion pun ikut-ikutan jatuh cinta sehingga menimbulkan adegan yang sangat kocak dan konyol serta mampu membuat perut penonton tergelitik.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan Gru, pasukan minion miliknya diculik secara misterius pula oleh si penjahat. Penjahat tersebut mengubah minion-minion kuning lucu menjadi makhluk besar berwarna ungu yang bergigi tajam dan memakan apa saja. Dengan bantuan serum PX-41 para minion berubah menjadi mesin pembunuh yang siap menguasai dunia.
Gru mulai menemukan titik terang ketika ia berkunjung ke rumah makan Salsa yang dikelola oleh Eduardo Perez. Dari awal Gru sudah mencurigai bahwa Eduardo adalah penjahat besar yang sedang menyamar dan dulunya bernama El Macho. Tetapi tak seorang pun mempercayainya. Kecurigaan ini semakin terbukti ketika pesta dilangsungkan di restoran Salsa, Gru menangkap gerak-gerik aneh dari Eduardo. Gru pun mengikuti Eduardo hingga masuk ke dalam ruang pribadinya dan menemukan kenyataan bahwa Eduardo memang benar-benar adalah El Macho.
Pada saat yang sama, makhluk-makhluk ganas ciptaan Eduardo menyerang keluarga Gru dan menguasai wilayah kota. Untunglah pada saat yang tepat, Dr. Nefario datang membawakan antiracun dan mengubah kembali pasukan minion ke dalam wujudnya semula. Dengan dibantu ketiga anak Gru, yakni Agnes, Edith dan Margo serta pasukan minion, mereka berhasil mengalahkan Eduardo. Film ini berakhir happy ending dengan dilangsungkannya pesta yang meriah untuk merayakan pernikahan Gru dan Lucy.
Keseluruhan kisah dalam film Despicable Me 2 dihadirkan dengan visualisasi yang mendekati sempurna. Penggunaan teknologi animasi tingkat tinggi mampu membuat wajah tokoh-tokohnya menampakkan ekspresi yang sangat kuat. Belum lagi mata bulat Agnes yang menampakkan kesedihan nyata ketika menginginkan hadirnya seorang ibu. Kerja sama dua direktur, Chris Renaud dan Pierre Coffin kompak menghadirkan semakin lebih banyak sosok minion hampir pada setiap adegannya. Bahkan, ketika film berakhir pun, masih sempat disisipkan tingkah-tingkah lucu minion yang menggemaskan.
Film animasi bergenre drama dan komedi ini menjadi pilihan tepat untuk ditonton bersama keluarga atau teman-teman terdekat. Selamat berkelana ke dunia minion.
Penulis adalah mahasiswa Sastra Indonesia, bergiat di UKM Penulis dan HMJ Sastra Indonesia

Bagikan informasi ini: