Srikandi dalam Kabinet Baru UM

DSC03857

Nama lengkap : Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.
Alamat : Jalan Taman Bunga Merak Kavling 64 Malang
TTL : Jombang, 17 Juli 1962
Riwayat Pendidikan:
• S1 Pendidikan Geografi IKIP Malang tahun 1986
• S2 Manajemen pendidikan IKIP Malang tahun 1992
• S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan tahun 2006
Pengalaman Pekerjaan:
• Staf pengajar Jurusan Geografi UM (1987—sekarang)
• Wakil Dekan II (2012—2015)
• Pembantu Dekan (2009—2012)
• Dekan Fakultas Ilmu Sosial (2015 — sekarang)
Kiprah Lain:
• Anggota tim Asesor BAN-PT (2010—sekarang)
• Tim Penilai Kenaikan Pangkat di Jakarta (2012—sekarang)

Tokoh perempuan dalam “kabinet” UM lainnya adalah Ibu Sumarmi. Pengalaman menangani urusan fakultas membuatnya tidak canggung lagi menjadi dekan. Walau ibu dua anak ini sudah luwes dengan tanggung jawabnya sekarang, ada hal lain yang membuatnya lebih nyaman. Bertemu mahasiswa di kelas dirasakan sangat menyenangkan. Beliau sangat menikmati tugasnya sebagai pengajar.
Dalam pencalonan hingga beliau terpilih menjadi dekan menyimpan
banyak cerita. Cita-cita untuk membentuk mahasiswa yang berkualitas mendorongnya untuk mencalonkan menjadi dekan. Di ruang kerjanya kru Komunikasi berkesempatan untuk bercengkrama. Berikut wawancaranya.
Apa yang menjadi motivasi Ibu untuk menjadi dekan?
Saya ingin membangun mahasiswa yang memiliki kecerdasan sosial.
Dengan cara melakukan pengaplikasian pada kurikulum. Selain itu, juga ditunjang dengan rencana jangka menengah yang ada dalam renstra yang kami susun.
Bagaimana respon keluarga ketika Ibu mencalonkan diri?
Sebelum pemilihan, saya sempat duduk bersama anak-anak. Mereka juga mendukung. Sebenarnya, saya ingin berarti bagi banyak orang. Mungkin salah satu cara dengan menjadi dekan.
Perasaanya setelah terpilih bagaimana?
Pastinya bersyukur. Namun, di balik itu ada amanah yang diberikan
teman-teman. Bagi saya, merupakan sebuah tantangan. Paling tidak
untuk merealisasikan keinginan saya dan keinginan civitas akademika di Fakultas Ilmu Sosial.
FIS memang baru berdiri tahun 2009. Walaupun begitu, kami ingin
menjadikan kualitas fakultas ini setara dengan fakultas lain yang ada
di UM. Jika melihat banyaknya jumlah mahasiswa, tidak jauh berbeda. Sehingga untuk menuju ke arah tersebut sangat memungkinkan.
Apakah ada kesulitan menjadi dekan?
Kalau kesulitan dalam hal pekerjaan relatif tidak. Karena sejak 2009
saya sudah menggeluti semua lini pekerjaan. Mulai dari kemahasiswaaan, akademik, dan keuangan. Semua sudah pernah saya rasakan. Sehingga, sekarang tidak masalah jika harus memimpin wakil dekan I, II dan II
Selama menjadi dekan ke depan, yang menjadi sasaran program Ibu apa?
Sekarang gedung FIS baru selesai tiga lantai. Saya berharap agar bisa selesai sampai lantai ketujuh.
Target selanjutnya, agar hasil penelitian teman-teman mampu masuk dalam jurnal. Baik nasional maupun internasional. Sebagai penunjang
kami juga menyediakan anggaran untuk itu. Sehingga dana untuk
penelitian tidak hanya berasal dari LP2M. Saya bersama teman-teman juga sudah merapatkan agar hasil penelitian tidak hanya sebagai bahan ajar. Namun, mampu menjadi referensi.
Lalu, bagaimana pengaplikasian misi rektor di Fakultas Ilmu Sosial?
Ada beberapa syarat untuk menuju PT-BH. Misalnya, mengenai jumlah doktor. Lalu, minimal 60% program studi mempunyai akreditasi A. Paling tidak, kami mendorong program studi di FIS untuk meningkatkan akreditasinya.
Apakah ada gambaran untuk menambah program studi?
Memang pada awalnya FIS berdiri dengan dengan empat program
studi. Seiring berjalannya waktu, kini kita mempunyai tujuh program studi. Saya berkesempatan untuk mengawal ketujuh program studi tersebut.
Sebenarnya ada beberapa usulan program studi baru, yaitu prodi
komunikasi dan hukum. Untuk prodi komunikasi, kami pernah
mengajukan ke rektor. Namun, belum disetujui.
Kalau kerja sama dengan fakultas lain bagaimana?
Komunikasi pasti selalu kita lakukan. Terlebih antar dekan. Untuk
kerjasama yang sudah dilakukan, yaitu dengan Fakultas Ekonomi. Karena kita mendapat dana hibah untuk lesson study. Dalam program itu, kita berkolaborasi mengembangkan pembelajaran Ilmu pendidikan yang baik. Sasarannya untuk SMP se-Malang.
Cara Ibu agar dapat merangkul dan mengayomi seluruh civitas akademika UM apa?
Saya lebih senang mendekati orang dari hati ke hati. Melalui pendekatan yang humanis. Agar mengetahui apa yang mereka inginkan.
Apakah ada kesibukan lain selain di kampus?
Sebelum menjadi dekan ada beberapa kegiatan yang saya tangani.
Misal, sebagai assessor BAN-PT. Namun, sekarang tidak mudah untuk melakukan semua itu. Sebab dengan padatnya jadwal sekarang, sulit untuk membagi waktu
Selama tiga puluh tahun di UM, pelajaran apa yang ibu peroleh?
Bagi saya lebih berkesan ketika menjadi dosen. Memang karena
lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Saya pernah mengatakan
pada mahasiswa, “Ketika di kelas melakukan pembelajaran, saya ingin membangun chemistry”. Jika mampu memotivasi mereka dengan baik, rasanya menyenangkan.
Pesan untuk mahasiswa?
Kenali dengan baik bidang Anda. Maka, Anda akan ahli di bidang itu.
Kembangkan terus keahlian itu sesuai dengan yang dikehendaki sejak awal. Ajrul.

Bagikan informasi ini: