Bidik Calon Mahasiswa Berprestasi

123Wakil Rektor bidang akademik mengajak mahasiswa untuk mengembangkan budaya berprestasi dan menghargai prestasi. Sementara itu Wakil Rektor bidang kemahasiswaan menyatakan, penghargaan terhadap prestasi juga sesuai dengan visi UM menjadi perguruan tinggi unggul dan menjadi rujukan. Menyenangkan sekali, dua pimpinan sama-sama menganggap penting memberikan penghargaan terhadap prestasi mahasiswa. Masalahnya adalah bagaimana memaknai prestasi yang disebutkan di atas. Akankah prestasi bidang kurikuler dan non-kurikuler tetap dipandang sebagai dua hal yang terpisah satu sama lain? Akankah prestasi bidang non kurikuler dihargai secara tidak signifikan dibandingkan dengan prestasi bidang akademik–kurikuler? Barangkali pandangan inilah yang selama ini bergulir di sebagian civitas akademik UM.
Indikatornya sederhana, beberapa mahasiswa mengeluh dan merasa mendapatkan respon negatif ketika harus meminta izin tidak mengikuti perkuliahan dengan alasan pada saat bersamaan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Ketika mempertimbangkan penerimaan calon mahasiswa baru, prestasi calon mahasiswa yang dapat dipertimbangkan adalah prestasi yang sesuai dengan program studi yang dipilih oleh calon mahasiswa. Sekedar contoh, calon mahasiswa pernah meraih Juara I tingkat nasional di bidang bela diri ingin masuk ke prodi matematika misalnya. Kejuaraan bela diri yang dia miliki sulit bahkan tidak bisa   dipertimbangkan sebagai  “senjata tambahan” ” untuk masuk ke program studi matematika melalui jalur prestasi. Salahkah jika mahasiswa matematika berprestasi di bidang bela diri? Jawabannya jelas “tidak”, justru mereka “luar biasa”.
Faktanya selama ini UM telah kehilangan banyak kesempatan untuk memperoleh potensi dari calon mahasiswa. Banyak kasus yang telah tercatat beberapa tahun lalu. Seorang calon mahasiswa diketahui sebagai pemenang I MTQ tingkat propinsi. Calon ini sangat berminat untuk masuk ke UM, tetapi kemudahan hanya diberikan jika yang bersangkutan masuk ke prodi bahasa arab. Padahal calon ini berkeinginan belajar di Fakultas Ekonomi. Akhirnya calon ini “ditangkap” oleh perguruan tinggi lain dan sekaligus beralih posisi menjadi kompetitor mahasiswa UM dalam berbagai event kompetisi.
Tahun 2015, menjadi era baru dalam memandang prestasi mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Pada tahun tersebut mulai digalakkan untuk lebih proaktif mendukung prestasi non-akademik. Langkah awal yang bisa ditempuh adalah melalui proses seleksi mahasiswa baru. Rupanya kebijakan ini memang serius.
Pentingkah membidik calon mahasiswa berprestasi untuk masuk UM? Dalam berbagai pengisian borang, perolehan prestasi mahasiswa menjadi salah satu indikator kinerja. Prestasi mahasiswa tidak bisa dipersiapkan secara instan. Kita harus berani mengambil strategi dengan membidik calon pemenang yang sudah “75%” siap tanding.  25% sisanya adalah porsi pembinaan dan pengembangan yang harus difasilitasi oleh UM. Strategi ini akan memberikan harapan besar. Tahun-tahun berikutnya diharapkan mahasiswa UM akan banyak menyumbangkan prestasi untuk almamater tercinta, terlebih lagi jika strategi ini didukung dengan kebijakan rektor.
Bagaimana mengubah potensi yang telah dibidik menjadi prestasi? Hal terpenting dalam mewujudkan prestasi mahasiswa UM adalah mengembangkan budaya. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan. harus mampu bersinergi dan kegiatan kurikuler-perkuliahan untuk memberikan peluang berprestasi. Tidak ada gunanya kebijakan dan semua langkah menjaring siswa berprestasi untuk masuk UM jika setelah masuk UM tidak difasilitasi dengan pembinaan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Wakil Rektor III beserta jajarannya harus siap mengambil alih tanggungjawab terhadap perolehan prestasi mahasiswa.
Terus bagaimana dengan mahasiswa? Mahasiswa harus memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri. Pintu kebijakan telah dibuka, langkah ke arah perolehan prestasi telah dipersiapkan, penghargaan bagi siapapun yang berprestasi juga telah dirumuskan. Setiap mahasiswa UM harus merasa ikut bertanggungjawab untuk menambah catatan prestasi melalui berbagai event lomba maupun karya. Pada saat mengikuti berbagai lomba atau event, mahasiswa janganlah mengembangkan pemikiran bahwa sedang berjuang untuk “mengharumkan” nama UM. Berpikirlah bahwa mengikuti lomba adalah kesempatan untuk menunjukkan diri kepada publik bahwa anda layak menjadi juara. Ketika mahasiswa memperoleh prestasi, UM akan ikut tercatat dalam perolehan prestasi itu. Tetapi sebenarnya prestasi itu bukan milik UM, prestasi tersebut akan dibawa peraihnya kemanapun setelah lepas dari pendidikan di UM. Prestasi adalah milik peraihnya, bukan milik siapa-siapa. Selamat berjuang mahasiswaku!
Penulis adalah dosen Pendidikan Fisika dan Ketua Pengarah Majalah Komunikasi.

Bagikan informasi ini: