Modal Sebuah Totalitas

BookCover 2

 


Modal

Sebuah Totalitas

Oleh Rintahani Johan PradanaSetiap manusia memimpikan sebuah pekerjaan maupun suatu karya bisa diselesaikan dengan sempurna. Namun disadari atau tidak, nafsu yang begitu besar ini kerap tidak berbanding dengan usaha dan tenaga yang dikeluarkan. Ditambah lagi, godaan tidak henti-hentinya datang sebagai ujian terhadap kesungguhan. Alhasil, mimpi berupa kesempurnaan hasil akhir menjadi angan yang tak pernah tergapai.
Daniel Goleman, mantan wartawan sains New York Times, memberikan sebuah kunci agar kesuksesan dalam suatu pekerjaan bisa diraih. Dalam buku yang diterjemahkan oleh Agnes Cynthia ini beragam contoh kasus dikemukakan oleh Goleman. Kurangnya fokus dalam melakukan pekerjaan kerap menjadi penghambat utama kegagalan seseorang untuk mendapatkan hasil yang memuaskan atau sekedar mendapatkan apresiasi yang membanggakan dari orang lain. Kunci dari sebuah totalitas untuk mendapatkan keberhasilan menurut Goleman tidak lain adalah fokus.
Dalam karya yang terdiri dari tujuh bab ini, Goleman mencoba mengajak pembaca untuk menggali potensi dan mengembangkan kemampuan diri dalam rangka meningkatkan kinerja. Pelatihan dan pengembangan mental senantiasa diperlukan untuk mencapai hal yang maksimal dalam sebuah pekerjaan.
Salah satu penyebab minimnya fokus dalam rangka memberikan totalitas pada pekerjaan adalah perkembangan teknologi. Menarik untuk dicermati bahwa teknologi merupakan sebuah penemuan yang dikembangkan oleh manusia, namun sering kali teknologi justru mempengaruhi serta menguasai hampir keseluruhan waktu yang dimiliki oleh manusia. Pertanyaan menarik coba dilontarkan oleh Goleman, bisakah kita benar-benar fokus dalam membaca buku? Ataukah perhatian kita sudah mulai teralihkan pada media sosial yang ada dalam smartphone?
Hal tersebut menurut Goleman amat wajar. Pikiran seseorang akan mengembara sekitar 40% dari total waktu, saat dia membaca teks. Namun, apabila seseorang mampu memberikan perhatian yang lebih lama untuk membaca, maupun pekerjaan lainnya, maka menurut Goleman kesuksesan akan bisa dicapai.
Totalitas dalam berkarya dapat tercapai bila seseorang mampu menyadari potensi dalam diri, mengenali objek sebagai bentuk fokus terhadap pihak lain diluar dirinya, dan bisa keluar dari zona kenyamanan untuk melihat serta menjalani tantangan yang lebih besar. Ketiga rumusan tersebut merupakan kunci sebuah totalitas dalam berkarya. Ketiga rumusan tersebut juga dapat membantu menemukan keseimbangan dalam hidup untuk mencapai kebahagiaan dan produktivitas.
Buku ini secara keseluruhan sangat menarik dalam memberikan solusi untuk mencapai sebuah kesuksesan. Goleman banyak menggunakan pendekatan-pendekatan sains dalam menjelaskan pendapatnya. Beberapa istilah terkait sains dan perkembangan kepribadian manusia dipadukan oleh Goleman dalam memperkuat gagasannya. Sehingga pembaca seakan mendapatkan sebuah penjelasan yang amat logis.
Mengenai hal tata bahasa, buku hasil terjemahan ini sudah baik dalam menyampaikan maksud yang terkandung dalam tiap kalimat. Penggunaan catatan kaki untuk istilah-istilah sains yang mungkin kurang dikenali oleh pembaca awam, tentu mempermudah proses pemahaman terhadap bacaan. Sebagai sebuah buku bertemakan motivasi, tentu hadirnya karya Goleman ini membangkitkan semangat untuk menikmati dan mencintai sebuah pekerjaan secara total.
Penulis adalah mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Sejarah. Pustaka ini Juara Harapan II kategori Pustaka Kompetisi Penulisan Rubrik Majalah Komunikasi 2015.

Bagikan informasi ini: