Mendikbud Baru Pamit ke UM

DSCN5368Kacang yang tidak lupa pada kulitnya. Apresiasi itu layak diberikan kepada Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Sebagai seorang yang telah mencapai posisi tertinggi dalam dunia pendidikan Indonesia, beliau masih menyempatkan diri untuk pamit ke almamater tercinta, Universitas Negeri Malang pada (07/08) lalu.
Dalam kunjungannya, sosok inspiratif yang pernah menjadi bagian dari keluarga besar Majalah Komunikasi ini menghadiri rapat bersama para pimpinan Universitas. Selain itu, beliau juga meminta izin secara resmi untuk melaksanakan tugas sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana yang telah diamanahkan Presiden RI.
“Sebelumnya tidak pernah ada pembicaraan apapun dengan Pak Jokowi mengenai pengangkatan saya sebagai Mendikbud. Saya juga tidak pernah ketemu Beliau. Pertama kali itu, ya ketika pelantikan itu. Jadi bisa dibilang ini mendadak. Saya baru tahu mengenai pelantikan ini ketika ditelpon pihak Protokol beberapa jam sebelumnya untuk hadir di Istana Negara,” tutur mantan redaksi Majalah Komunikasi ini.
Sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan yang baru, Prof. Muhadjir mengemban amanah dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk meneruskan tugas Anies Baswedan. Salah satunya adalah program Kartu Indonesia Pintar yang menjadi salah satu program unggulan Jokowi. Selain itu, terdapat pula fokus pengembangan yang dicanangkan, yakni ketidakmerataan pendidikan serta ketenagakerjaan. Menyikapi hal tersebut, Prof. Muhadjir mengonsultasikan dengan orang-orang yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan, yakni pada dekan serta para pimpinan di Universitas Negeri malang yang notabebe merupakan salah satu mantan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) terbesar di Indonesia.
Dalam rapat pimpinan yang dihadirinya, sosok yang merupakan dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan ini memaparkan rencana-rencana ke depan yang akan beliau laksanakan selama menjabat sebagai Mendikbud. Salah satu program yang beliau canangkan adalah pendidikan SD dan SMP dilaksanakan hingga sore hari (full day school) yang kini sedang ramai diperbincangkan. Selain itu, dalam rapat pimpinan juga dibahas mengenai bagaimana Mendikbud menyikapi sekolah-sekolah yang terletak di perbatasan negara lain serta pembebasan iuran masyarakat pada sekolah.Iqlima

Bagikan informasi ini: