Sepeda Pancal Dukung Program Car Free Day UM

Sebagai upaya untuk mendukung program car free day, UM kini secara bertahap melakukan pengadaan sepeda. Keberadaan sepeda tersebut ada sejak bulan Mei lalu. Tahap awal ada 50 sepeda yang disediakan. “Selanjutnya akan ditambah lagi 10 unit sepeda, tapi masih proses pengajuan,” ungkap Ahmad Muam, selaku Kasubag Rumah Tangga.
Sepeda tersebut kemudian didistribusikan ke semua fakultas, lembaga, dan UPT. Setiap fakultas mendapatkan dua unit sepeda, dua unit untuk lembaga, satu unit untuk UPT, enam untuk Biro AKPIK, dan empat unit untuk rektorat.
Sepeda yang tersedia saat ini masih terbatas, terbukti Biro Umum dan Keuangan (BUK) belum menerima sepeda. Maka akan ada penambahan 10 unit sepeda lagi untuk mencukupinya. Rencananya penambahan sepeda tersebut untuk operasional pusat.
Respon positif perihal pengadaan sepeda datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pegawai Tata Usaha LP3 “Ya sangat membantu sekali mbak,” ungkap Mohammad Anwar. Ia menambahkan “Setiap hari kan ada tiga sampai empat kali surat, jadi putar terus. Ya capek kalau tidak ada sepeda,” tambahnya.
Respon lain berasal dari staf di Fakultas Teknik. Menurut Muchamad Rulhadi adanya sepeda membuat lancar dalam tugas apalagi untuk tata persuratan. Yang biasanya jalan kaki dengan adanya sepeda dapat lebih cepat, sehingga lebih teratasi. Dan juga membantu dalam program car free day. “Hal itu men-support kami selaku staf,” tuturnya
Mengenai perawatan sepeda menjadi tanggung jawab masing-masing penerima sepeda tersebut. “Untuk pemakaiannya ya sesuai standarnya, ini kan inventaris kantor,” ungkap Rulhadi. Respon positif juga berasal dari pegawai LP2M, “Untuk hari Jumat itu jalan kaki, dengan adanya bantuan sepeda pancal ya sangat membantu sekali, untuk mengantar surat atau keperluan mendadak kalau tidak ada sepeda ya sangat repot,” papar laki-laki tersebut.
Selain untuk mendukung program car free day pada hari Jumat, hal tersebut juga untuk mengurangi penggunaan sepeda motor pada hari biasa. Untuk dampak saat ini belum terasa karena perbandingan antara sepeda dan sepeda motor yang jauh.
Kesulitannya ketika order sepeda. “Sepedanya kan harus sama. Jadi pengiriman sepeda dilakukan secara bertahap, karena kita pesannya di toko. Kalau di pabrik harus 500 unit sepeda,” jelas Muam.Shintiya

Bagikan informasi ini: