DI BALIK SELEKSI PENERIMAAN BEASISWA

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan terus meningkat bukanlah satu-satunya persyaratan mendapatkan beasiswa. Terdapat kriteria dalam meningkatkan kredit poin mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa. Salah satu caranya adalah aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa (ormawa), baik itu dalam bidang penalaran, bakat minat, kepemimpinan, maupun kepedulian sosial. Hal ini dinilai penting, karena yang berhak mendapat beasiswa adalah mahasiswa yang memiliki kredit poin tinggi, tutur Bapak Rochman Santosa, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa (Pelkesma).
Sebenarnya IPK bagus dan banyak mengikuti kegiatan ormawa, juga belum tentu mendapat beasiswa. Kredibilitas data untuk mendapat beasiswa juga harus dipertanyakan, seperti  kesesuaian antara persyaratan dengan ketentuan yang diberlakukan. Entri data juga merupakan hal yang harus diperhatikan, karena terdapat konfirmasi dan klarifikasi data dari pendaftar. Dalam hal ini, dibutuhkan bukti fisik yang sesuai dan rasional, antara data yang ditulis dengan kenyataan harus  berkesinambungan. Penghasilan orangtua harus diisi dengan sangat hati-hati karena mempertimbangkan beberapa hal, antara lain kesesuaian dengan kebutuhan, baik kebutuhan sehari-hari, kebutuhan kos, maupun pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Misalnya, jika pengeluaran yang dihitung melebihi penghasilan, maka sumber untuk biaya makan sehari-hari pun juga diragukan.
“Apakah mungkin anak itu mendapatkan beasiswa jika trik mereka menuliskan penghasilan tidak masuk akal,” ujar  pria kelahiran 1959 tersebut.
Saat ini, data yang telah diperoleh dari Pelkesma tentang beasiswa untuk mahasiswa ada dua jenis. Pertama, beasiswa di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti), yaitu Bidikmisi, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dengan kuota 236 orang dan Afirmasi Papua sebanyak dua belas orang. Kedua, beasiswa di bawah naungan instansi, yaitu Djarum sebanyak lima orang, Gudang Garam sebanyak empat puluh orang, Toyota Astra sepuluh orang, A & A Rachman 25 orang, Bank Indonesia empat puluh orang. Sebelumnya kuota untuk PPA 1.750 menjadi 236. Pemangkasan ini merupakan kebijakan dari Kemenristekdikti dan berlaku untuk semua perguruan tinggi.
Pendaftaran beasiswa di bawah naungan instansi dapat dilakukan via online, melalui akun Sistem Informasi Akademik (Siakad) masing-masing mahasiswa pada bulan Januari hingga Februari. Sejatinya, tujuan beasiswa untuk meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan prestasi mahasiswa baik dalam akademik/kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstrakurikuler, dan menjamin penyelesaian studi mahasiswa agar tepat waktu.Iven

Bagikan informasi ini: