Simbol Syukur, Gambyong Selalu Buka Wisuda

Warna hijau menjadi warna dominan yang dipilih untuk kostum kebaya, kemben, dan selendang tujuh penari ini. Dipadu dengan warna kuning semakin menambah kesan segar dan sedap saat mata memandang. Tatanan rambut yang disanggul ditambah lima tusuk konde yang biasa dipakai para pengantin dikenakan di bagian kepala menambah kesan anggun para gadis yang ber-make up ayu ini.
Gemulai saat berlenggak-lenggok di atas panggung, gerakan tangan segaris lurus dengan dahi,  jari merapat seperti orang yang sedang hormat menandakan cara seorang penari menyapa para tamu kehormatan. Dilanjutkan dengan gerakan berputar-putar pelan dan sesekali berhadap-hadapan lalu saling melempar senyum. Unsur estetis dari tari yang dilakukan bersama-sama ini terletak pada garis dan gerak yang serba besar.  Gerak tangan, kaki, dan kepala tampak lebih indah dan ekspresif karena ditarikan bersamaan. Irama musik gamelan dan kendhang yang ditabuh oleh mahasiswa Jurusan Seni Tari dan Musik ini menambah keselarasan, keeelokan, dan gemulai para penari.
Penari ini adalah mahasiswa Jurusan Seni Tari dan Musik Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang mempersembahkan tarian Gambyong. Tari Gambyong adalah tari Jawa klasik yang mengambil dasar gerakan tarian rakyat yakni dari kesenian tayub/tlèdhèk.  Secara umum, tari Gambyong terdiri atas tiga bagian, yaitu: awal, isi, dan akhir atau dalam istilah tari Jawa gaya Surakarta disebut dengan istilah maju beksan dan mundur beksan (Wikipedia). Tarian ini merupakan ungkapan rasa syukur atas limpahan keberkahan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Tarian yang dilakukan gadis berjumlah ganjil ini biasa disajikan untuk pembuka acara menyambut tamu. Sabtu (08/10) tarian ini disajikan untuk menyambut para wisudawan dan orangtua wisudawan pada acara Wisuda ke 83-84 UM Tahun 2016 di Graha Cakrawala UM.
Dalam sambutannya, Ketua Senat UM, Prof. Dr. H. Sukowiyono, S.H., M.Hum, menegaskan bahwa UM terus memosisikan diri sebagai Perguruan Tinggi yang semakin kredibel di tingkat Nasional dan Internasional, meningkatkan sistem layanan publik,  serta berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan optimal. “Sebagai salah satu wujud nyata, pada tahun 2016 ini UM mendapat raport terbaik dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yakni rangking 1 semester 1 tahun 2016 sebagai PTN BLU,” tegas guru besar UM jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tersebut. Selain itu, yang sangat membanggakan, UM telah memperoleh juara umum MTQ tingkat mahasiswa empat kali berturut-turut, tambahnya disambut tepuk tangan meriah ribuan wisudawan yang hadir di Graha Cakrawala UM ini.Nida

Bagikan informasi ini: