Kemas Tembang Lawas dengan Aransemen Modern

UKM Opus 275 gelar UM Music Festival (21/11) di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM). Festival musik merupakan ajang petarungan seluruh fakultas di UM, khususnya dalam bidang seni musik. Festival ini merupakan kegiatan tahunan yang sempat dilaksanakan oleh Opus 275 pada tahun 2011, 2012, dan 2013, namun sempat vakum dua tahun terakhir karena beberapa hal. Tahun ini, festival musik terbesar di kampus UM tersebut kembali dihelat.
“Kami ingin mewadahi setiap fakultas, pasti ada komunitas ataupun organisasi musik yang dinaungi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).Selain itu, untuk meningkatkan gengsi di setiap fakultas agar saling bersaing untuk menjadi juara,” ungkap Muhammad Ridwan, Ketua Pelaksana UM Music Festival 2016.
Tema yang diangkat OPUS 275 adalah Soundlithium in Fantasy Land. Soundlithium terdiri atas dua kata, yaitu sound yang dalam bahasa Inggris diartikan sebagai suara dan lithium yang memiliki arti sebuah cairan kimia yang dapat mengakibatkan kecanduan. Opus 275 mengibaratkan acara ini seperti tempat semua orang yang kecanduan bermusik. Sedangkan Fantasy Land memiliki makna sebagai tempat fantasi bagi para penikmat musik. Dalam acara kali ini, Opus 275 melibatkan seluruh fakultas dalam kompetisi.  Tidak hanya pemain musik, dari masing-masing fakultas yang ada, mereka juga melibatkan beberapa grup musik yang sudah memiliki nama besar di kampus UM. Selain itu ada pula pengisi acara dari komunitas stand up comedy yang ada di UM.
Dalam acara Music Festival kali ini, ada beberapa kriteria penilaian yang diutamakan, yaitu dalam bidang artistik seni pertunjukan, perform band ketika tampil di panggung, dan juga skill dari masing-masing pemain ketika memainkan alat musik. Juri yang menilai hal tersebut merupakan juri yang berpengalaman dalam bidang musik. “Juri kali ini merupakan juri yang berpengalaman di bidangnya, seperti Om Joni yang merupakan gitaris Tani Maju dan juga guru musik di beberapa sekolah di Malang. Mas Ryan, beliau merupakan orang yang berpengalaman dalam bidang musik dan Om Anang yang merupakan master di bidang musik”, tambah Muhammad Ridwan. Pemenang dari Music Festival Soundlithium 2016 yang masing-masing menempati juara ketiga, kedua dan pertama yaitu dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Pendidikan Psikologi, dan Fakultas Sastra.
“Acaranya keren. Mulai dari konsep acara hingga equiptment yang kami gunakan ketika tampil, namun ada yang kurang, yaitu seleksi dari fakultas masih belum menyeluruh, tapi secara keseluruhan acaranya keren,” ungkap salah satu personil band dari Fakultas Sastra yang meraih juara pertama.  Sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dalam festival kali ini peserta diwajibkan untuk membawakan tembang-tembang lawas. Terdapat tiga tembang lawas yang wajib dibawakan oleh peserta ketika di panggung, yaitu Esok ‘kan Masih Ada dari Utha Likumahuwa, Biru dari Vina Panduwinata, Nuansa Bening dari Keenan Nasution, serta beberapa tembang lawas lainnya yang diaransemen modern sesuai dengan selera musik pendengar saat ini.Rodli

Bagikan informasi ini: