Pesona Budaya Jerman di Universitas Negeri Malang

Siapa yang tidak mengenal tempat kelahiran Adolf Hitler? Ya, Jerman. Jerman dikenal sebagai negara yang memiliki kemajuan pesat di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), bukan itu saja, Jerman juga memiliki berbagai tempat bersejarah, salah satunya Tembok Berlin yang menjadi pembatas antara Jerman barat dan Jerman timur. Banyaknya tempat yang bersejarah di Jerman membuat orang tertarik untuk mengenal lebih jauh negara tersebut. Salah satunya adalah dengan mempelajari bahasa dan budayanya.
Jurusan Sastra Jerman (Sasjer) Universitas Negeri Malang (UM) mempersembahkan acara tahunan yang bertajuk Die.16 Deutschen Tage.  Acara yang diadakan selama tiga hari ini (10-12/11) bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan tentang kebudayaan Jerman kepada seluruh warga UM. Dengan mengusung tema tentang dongeng di negara Jerman, acara ini turut mempersilakan seluruh warga UM maupun masyarakat umum untuk hadir secara gratis. Pada hari pertama (10/11), acara dibuka di Lokal D Sastra dan dimeriahkan oleh Schw?ne Tanzen dan Liebe Chor, Van Akustik, Karnaval bersama VW Club Malang, bazar dan pameran: Handwerk (workshop crafting), serta diskusi bersama.
Pada saat pembukaan acara, seluruh mahasiswa Jurusan Sasjer berkumpul dan berbaris di lokal D. Pembukaan dihadiri oleh para dosen Sasjer dan dimeriahkan oleh Schw?ne Tanzen (tarian dari Jerman) serta Liebe Chor (paduan suara Sasjer). Pada sesi akhir pembukaan, Primardiana H.W., Dr., M.Pd., Wakil Dekan I, dan Rizman Usman, Dr., M.Pd., Ketua Jurusan Sasjer menerbangkan burung merpati putih. Setelah pembukaan selesai, para mahasiswa dapat berkunjung ke pameran dan bazar yang menyediakan berbagai macam makanan dan benda-benda khas Jerman. Sambil berkunjung, para mahasiswa juga dapat mengikuti photo contest yang disediakan di photobooth depan stan.  Kemudian pada pukul 12.00 WIB, dilaksanakan karnaval berkeliling kampus dengan menggunakan kostum khas Jerman bersama VW Club Malang.
Pada hari kedua (11/11), diadakan acara Seminar “Great Survivor On and After Graduate” oleh Devi Ambarwati P., MPd., Awarding, Van Akustik, dan pemutaran film Jerman. Pada seminar di hari kedua ini, para mahasiswa mendapatkan wawasan dan pemahaman dalam menghadapi keadaan setelah lulus kuliah. Mahasiswa harus mampu survive dengan dunia pekerjaan nantinya.
Hari terakhir Deutsche Tage (12/11) semakin meriah dengan adanya Lomba Bahasa Jerman antar SMA se-Jawa Bali (Olimpiade Bahasa Jerman, Bermain Peran, Akustik, Mading, Membaca Cerita, Melukis Kaos, Membaca Berita, dan Fotografi), Penampilan Teater Über, Schw?ne Tanzen, dan dimeriahkan pula oleh Cricket, Opus, Colourfull, dan Lenttera. Siswa-siswi SMA yang menjadi peserta lomba berbondong-bondong dengan penuh semangat untuk berkunjung ke Lokal D.
Siswa-siswi SMA berkumpul di Lokal D untuk menunggu pengumuman hasil perlombaan. Kemenangan pada lomba Deutsche Tage merupakan hal yang membanggakan, sebab acara ini termasuk acara bergengsi yang dipersembahkan oleh Jurusan Sasjer UM. Dengan adanya acara Deutsche Tage dapat memperkenalkan kreativitas para mahasiswa Sasjer UM untuk mengemas kebudayaan Jerman menjadi lebih menarik kepada khalayak umum, terutama kepada adik-adik SMA se-Jawa-Bali yang berpartisipasi dalam lomba.Fanisha

Bagikan informasi ini: