Akhiri UAS dengan Berbagi dan Mengabdi

 

Ujian Akhir Semester (UAS) gasal pun berlalu, kini liburan selama satu bulan menanti mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Saat mahasiswa UM mengagendakan acara untuk mengisi dengan pulang ke kampung halaman atau liburan, sekelompok mahasiswa Bidikmisi yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Bidikmisi UM (Formadiksi UM) justru mengadakan acara bakti sosial

. Formadiksi UM menyelenggarakan program kerja tahunan bertajuk “Formadiksi untuk Negeri” yang keempat (FUN#4). Namun ada yang berbeda dengan kegiatan FUN kali ini, pasalnya kegiatan kali ini menggabungkan dua kegiatan sekaligus, Bidikmisi Mengajar dan Bidikmisi Berbakti.
“Formadiksi untuk Negeri (FUN) diadakan setiap bulan Desember, biasanya kami melakukan FUN dengan kegiatan Bidikmisi Berbakti. Namun pada kali ini kita menggabungkan kegiatan Bidikmisi Mengajar dan Bidikmisi Berbakti menjadi satu rangkaian acara FUN agar lebih efektif,” ujar Setyawati Yulandari yang lebih akrab disapa Yulan, Ketua Pelaksana FUN#4. Kegiatan FUN#4 ini dilaksanakan di Pantai Ngantep, Desa Tumpak Rejo, Kec. Gedangan, Kab. Malang selama empat hari (11-14/12), . “Pada awalnya ada dua pilihan, yaitu di Dampit dan Ngantep, tetapi kami melihat bahwa masyarakat Desa Tumpak Rejo yang berlokasi di Pantai Ngantep lebih membutuhkan bantuan, serta lokasinya pun tidak terlalu jauh dibandingkan dengan di Dampit,” tambah Yulan.
FUN#4 diikuti sebanyak empat puluh peserta. Para peserta FUN antusias untuk membantu masyarakat yang berada di sana. Untuk sampai di sana, peserta FUN menaiki truk Brimob Ampeldento. “Bidikmisi itu berasal dari uang masyarakat yang dibayarkan melalui pajak kepada negara, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai mahasiswa Bidikmisi untuk kembali dan mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Anton Agus Setiawan, salah satu pengurus Formadiksi UM.
Kegiatan FUN berlangsung selama empat hari dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan berguna bagi warga desa. Formadiksi UM melakukan bersih pantai setiap pagi bersama para warga. Selain kegiatan tersebut, juga terdapat kegiatan mengajar anak-anak desa, “Jika Aku Menjadi”, menanam pohon, dan memberikan pengajaran kepada ibu-ibu, seperti memasak dan keterampilan. Ibu-ibu diajarkan cara memasak nugget ikan tuna, selain itu diajarkan pula keterampilan membuat gelang dan gantungan kunci. Formadiksi UM memberikan pengajaran kepada ibu-ibu agar kelak dapat membantu perekonomian mereka dengan menjual makanan ataupun hasil keterampilan tersebut. Ada pula salah satu kegiatan “Jika Aku Menjadi”, kegiatan ini menjadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan, pasalnya para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian menyebar di beberapa rumah warga yang kurang mampu dan membantu aktivitas warga sehari-hari, seperti berkebun. Para warga menyambut dengan gembira kegiatan ini, malahan ada warga yang memberikan hasil kebun mereka kepada peserta dan memakannya bersama-sama.
Serangkaian kegiatan yang padat pun telah dilakukan selama tiga hari, dan pada hari keempat merupakan hari terakhir mereka berada di sana. Acara ditutup dengan pembagian sembako secara langsung ke warga. Sekitar empat puluh sembako dibagikan kepada warga yang kurang mampu, anak yatim, dan janda-janda. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang yang memberikan bantuan berupa lima tong sampah dan pihak Perhutani yang memberikan benih pohon untuk kegiatan tanam pohon. Kegiatan FUN ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terlihat mereka sangat antusias dengan kedatangan Formadiksi UM sehingga terjalin keakraban antara warga desa dengan peserta FUN.
Yulan, wanita asal Malang ini mengatakan bahwa acara FUN#4 ini begitu berkesan, karena dapat mengena di hati masyarakat.  “Saya berharap untuk acara FUN ke depan semoga lebih banyak perusahaan swasta yang memberikan bantuan dalam kegiatan ini, karena kegiatan ini juga dilakukan bagi masyarakat, serta semoga kuota peserta FUN selanjutnya dapat lebih bertambah,” tambah Yulan. Adanya acara FUN ini memberi banyak pelajaran. Mahasiswa dapat bergabung langsung ke masyarakat, mempelajari nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, serta memahami karakter dari masyarakat. “Saya berharap, semua anggota Bidikmisi UM ke depannya bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi kepada masyarakat,”ungkap Anton.Fanisha

Bagikan informasi ini: