BIPA UM: Kiblat Penyelenggara Pendidikan Bahasa Asing

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Fakultas Sastra (FS), Universitas Negeri Malang merupakan salah satu institusi BIPA yang ‘kuat’ di Indonesia. Unit ini secara rutin melaksanakan program pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Program pembelajaran yang bersifat rutin tersebut antara lain: 1) Program Darmasiswa, 2) Program KNB, 3) In-country Program kerjasama UM dengan Universitas Walailak Thailand, 4) Critical Language Scholarship (CLS), 5) Indonesian Overseas Program, 6) Program Magang mahasiswa dari Yala Rajabath University Thailand.  Selain itu, Unit BIPA ini berhasil menelurkan guru BIPA yang banyak dikirim ke luar negeri oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Badan Bahasa Kemendikbud RI.


Terkait dengan program CLS, Unit BIPA yang berada di bawah naungan FS ini sejak tahun 2010 telah dipercaya oleh American Councils untuk menjadi tuan rumah CLS. Program yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri Amerika ini menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Amerika untuk belajar bahasa asing yang dianggap penting oleh Amerika. Program CLS dilaksanakan di berbagai negara, antara lain India, Rusia, Arab, China, Jepang, Korea, Turki, Arzerbaijan, dan Indonesia.
Selama tujuh tahun, American Council menyelenggarakan CLS, CLS Indonesia dianggap berhasil dalam menyelenggarakan program CLS. Indikator keberhasilan ini dapat dilihat dari perkembangan kemampuan bahasa Indonesia mahasiswa. Dari tahun 2010–2016, mahasiswa yang tadinya berada di tingkat sangat dasar, setelah program selesai setidaknya mahasiswa ini akan meningkat menjadi tingkat menengah atas (intermediate high) berdasarkan standar ukur the American Council on Teaching Foreign Language (ACTFL).
Berkat keberhasilan ini, BIPA UM dipercayai sebagai tempat penyelenggara workshop bertajuk ‘CLS Capacity Building Workshop’ selama lima hari (5-9/12). Workshop ini pertama kali diadakan dan merupakan ajang untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang penyelenggaraan dan pengelolaan program CLS dari berbagai negara penyelenggara CLS. “Selama ini, rapat organisasi selalu diadakan di Amerika. Untuk kali pertama, rapat penting diselenggarakan di negara penyelenggara CLS (Indonesia). Thank you for hosting us,” ungkap Janice, selaku perwakilan dari American Council.
Perwakilan negara yang hadir diantaranya adalah perwakilan dari Korea (4 orang), Jepang (3 orang), India (12 orang), Arjebaijan (1 orang), dan Amerika (3 orang). Masing-masing negara perwakilan diberi kesempatan untuk mempresentasikan tentang pelatihan staff, pemilihan guru, pemilihan host family, dan pemilihan tutor (language partner).
Salah satu panel diskusi yang paling menarik adalah tentang pengalaman mengajar mahasiswa CLS yang spesial. Kebanyakan karakteristik mahasiswa yang dipilih untuk mengikuti program CLS adalah mahasiswa yang pintar, cerdas, dan merasa superior sehingga instruktur banyak mengalami tantangan dan kesulitan. Namun, hal tersebut adalah tantangan tersendiri bagi setiap instruktur karena dituntut bisa bersikap lebih cekatan dalam menghadapi masalah.
Di akhir acara, semua peserta berwisata keliling Malang dan Batu. Selain untuk mempromosikan UM, acara ini juga untuk mempromosikan wisata Malang Raya.
Penulis adalah Pengajar BIPA UM

Bagikan informasi ini: