Komunikasi UM “Naik Kelas” di Ajang Isprima SPS 2017

16388375_10208377660105435_1497384967515090353_n

Memasuki Hotel Millenium Jakarta Pusat pada Jumat (3/2) memang suasananya sangat hangat dan akrab. Para insan pers dari seluruh Indonesia saling menyapa, berjabat tangan, dan tersenyum. Kru Majalah Komunikasi juga hadir pada acara malam penganugerahan kreasi dan inovasi perwajahan media cetak nasional yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) tersebut.


Namun, begitu berada di dalam Ballroom, kondisinya berubah. Rasa penasaran dan deg-degan menyelimuti para peserta yang hadir saat itu. Maklum, panitia masih merahasiakan juaranya.
Sebanyak 792 surat kabar, majalah, dan tabloid seluruh Indonesia berpartisipasi dalam ajang tahunan bertajuk “Inovasi yang Menginspirasi” ini. Acara ini dibagi menjadi empat kategori, yakni Indonesia Print Media Magazine Awards (IPMA), Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), dan Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA).
Pada ajang penghargaan pers bergengsi tingkat nasional tersebut, Majalah Komunikasi UM disebutkan dua kali berturut-turut oleh MC di tengah kemeriahan acara. Perwakilan Komunikasi yang hadir saat itu merasa haru dan bangga karena berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus dalam kategori The Best of Java Magazine Isprima. Penghargaan yang diraih ialah Gold Winner (Juara 1) Komunikasi Edisi 307 November-Desember 2016 dan Silver Winner (Juara 2) dari Komunikasi Edisi 302 Januari-Februari 2016. Dari perolehan medali ini menunjukkan bahwa Majalah Komunikasi UM “naik kelas” karena tahun 2014 dan 2016 Komunikasi harus berbangga dengan medali Bronze Winner (Juara 3).
Direktur Eksekutif SPS, Asmono Wikan yang hadir pada acara tersebut mengapresiasi perwajahan sampul (cover) media cetak peserta yang berhasil memikat dewan juri. Peserta kategori Isprima tahun ini melonjak drastis dari 58 entri pada tahun 2016 meningkat menjadi 78 entri pada tahun 2017. Hal ini menunjukkan kenaikan yang signifikan, yakni 34% dibanding tahun lalu. Majalah Komunikasi berhasil mengalahkan 78 entri dari 30 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia. Juri pada kategori Isprima adalah Nasihun Masha yang menilai bidang jurnalistik dan Asmono Wikan yang menilai ide kreatif dan desain.
Acara ini digelar sebagai upaya untuk menghargai kreativitas insan pers dalam wujud perwajahan cover. Di tengah perubahan tren pola konsumsi media di Indonesia yang cenderung mulai bergeser ke medium digital, media cetak dituntut lebih kreatif mengemas konten, salah satunya melalui tampilan cover yang menarik. Kompetisi ini merupakan wahana mengukur pencapaian karya jurnalistik media cetak melalui kerja-kerja yang inovatif dan menginspirasi.
Hadir dalam acara ini Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara. Dalam sambutannya, Rudiantara mengajak kepada insan pers untuk berhati-hati pada berita hoax yang menjebak pembaca, “Saya mengapresiasi media cetak dan jurnalis yang tidak terjerat berita hoax, karena saat ini pemerintah sedang berupaya membasmi berita hoax,” tegasnya. Selain peserta Isprima, para sesepuh pers dan pimpinan perusahaan pers se-Indonesia hadir dalam acara tersebut. Empat belas tokoh pers yang dipandang berjasa dan berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan industri media cetak nasional mendapatkan penganugerahan yang diserahkan langsung oleh Menkominfo.Nida

Bagikan informasi ini: