Peringatan Hari Sejuta Pohon: UM Sukseskan Program Kampus dalam Taman

Tanggal 10 Januari diperingati masyarakat di berbagai belahan dunia, khususnya para pecinta lingkungan sebagai Hari Sejuta Pohon. Tidak terkecuali warga Universitas Negeri Malang (UM). UM memperingati hari tersebut dengan menggelar kegiatan Gerakan Penanaman Seribu Pohon pada Selasa (10/01) yang dipusatkan di sebelah selatan Stadion Cakrawala. Acara ini dihadiri oleh Rektor UM, Prof. Dr. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd., para wakil rektor, dekan, mitra kerja UM, dan segenap jajaran pimpinan di lingkungan UM.


Dalam laporannya, Wakil Rektor II selaku Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Wahjoedi, M.E. M.Pd. menyampaikan bahwa panitia telah berhasil mengumpulkan 1.612 bibit tanaman. Jenis tanaman yang berhasil dihimpun terdiri atas tanaman buah, bukan buah, dan tanaman langka, yang berjenis antara lain mahoni, mangga, kelengkeng, sirsak, kesemek, jengkol, kluwih, pete, kemiri, coklat, pala, kopi, durian, rambutan, trembesi, kelapa sawit, zaitun, kurma, dan ara. Bibit-bibit tanaman tersebut merupakan donasi dari Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya (UPT Tahura) R. Soerjo Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, mitra kerja UM, dan seluruh sivitas akademika baik unit kerja, lembaga, maupun perorangan.
“Panitia awalnya hanya menargetkan 1.000 tanaman saja, namun respon dan dukungan sivitas akademika UM dalam kegiatan ini cukup tinggi,” tutur Wahjoedi. Dosen Fakultas Ekonomi tersebut juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari makna simbolik lambang UM yang mengandung unsur kalpataru besar berwarna hijau yang melambangkan kesadaran pentingnya wawasan kelestarian lingkungan hidup dalam penerapan ilmu sosial budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga. “Kami (pimpinan UM) berkewajiban mewujudkan hal tersebut. Kemungkinan di 2017 akan diadakan lomba lingkungan hidup antar fakultas agar lebih hijau,” ujar Wakil Rektor II.
Perwakilan donatur dari UPT Tahura R. Soerjo, Yogiantoro, menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan bukan hanya tanggung jawab dari instansi pemerintah, dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, namun menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat terutama generasi muda. “Mahasiswa yang merupakan generasi muda kami harap partisipasinya agar lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan penghijauan untuk mewujudkan alam yang indah, bersih, dan segar,” pesannya saat menyerahkan 250 bibit mahoni kepada UM yang dilaksanakan di Kantor UPT Tahura R. Soerjo, Jalan Simpang Panji Suroso 144, Senin (9/1). Dalam penyerahan tersebut UM diwakili oleh Kepala Biro AKPIK, Drs. Andoyo, S.I.P, M.M.
Sementara itu, rektor menjelaskan bahwa UM memiliki program 60% bangunan dan 40% ruang hijau di kampus, yakni dengan menerapkan konsep ‘kampus di dalam taman’. Prinsipnya, UM terus fokus menanam ribuan bibit tanaman, baik jenis tanaman kayu, buah, dan bunga, sehingga mampu menghadirkan suasana belajar yang asri dan teduh di setiap sudut kampus. “Selain membangun konsep kampus dalam taman, manfaat dari kegiatan penanaman pohon ini akan menghasilkan oksigen yang diperlukan bagi makhluk hidup. Pepohonan berfungsi menyerap karbondioksida sehingga udara menjadi bersih,” ujar rektor.
Sejauh ini, di seluruh lingkungan UM sudah ada sekitar 5.000 pohon, termasuk pohon hasil kegiatan Gerakan Penanaman Seribu Pohon. “Mungkin nanti akan ditambahkan lagi tanamannya, misalnya menjadi 10.000. Penanamannya bisa menggunakan pot,” jelasnya. Pohon-pohon tersebut, menurut rektor, selain meneduhkan lingkungan kampus juga hasilnya dapat dinikmati dan dapat diaplikasikan untuk pembelajaran. “Untuk tanaman-tanaman langka, bisa untuk konservasi di kebun percobaan biologi,” tambahnya.
Salah seorang mahasiswi, Dhea menilai positif kegiatan tersebut. “Semoga UM bisa lebih sering mengadakan acara-acara seperti ini,” ujar mahasiswi Biologi FMIPA tersebut. Hal senada dikemukakan Ramanda Galang, mahasiswa Fakultas Sastra. Menurutnya, gerakan tersebut sangat bermanfaat karena dapat membantu melestarikan bumi. “Acara seperti ini harus diadakan berkesinambungan agar UM semakin hijau dan udara di kampus menjadi asri,” ujarnya yang merupakan mahasiswa baru Prodi Desain Komunikasi Visual.Arvendo

Bagikan informasi ini: