Diskusi Isu Terkini dalam Debat Bahasa Inggris

 

Memasuki pasar bebas seperti sekarang ini mahasiswa diharapkan memiliki ketrampilan lain dalam bidang akademik maupun non akademik salah satunya adalah keterampilan dalam berbahasa asing.Berawal dari hal tersebut Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewargenegaraan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM) memiliki progam kerja (proker) baru.English Dialogue Competition merupakan suatu diskusi yang membicarakan tentang kewarganegaraan yang dikemas dalam debat Bahasa Inggris.

Acara debat dilaksanakan pada Selasa (22/03) bertempat di Laboratorium Pancasila dan dimulai pukul 07.00 WIB.Debat diikuti oleh 1 tim yang terdiri dari 3 orang per offering dari Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan angkatan tahun 2015 dan 2016.Latar belakang diselenggarakan acara tersebut salah satunya adalah permintaan dari pihak Jurusan Hukum dan Kewaraganegaraan. ” Salah satu permintaan dari jurusan kami,yaitu tentang bagaimana suatu isu-isu kewarganegaraan bisa diangkat.Apalagi tentang pemberitaan saat ini macam-macam berita mengenai pemerintahan,hukum,dan politik itu sudah terangkum dalam jurusan kami tapi bagaimana itu bisa dimunculkan dalam sebuah diskusi” Ulas Vidia Maghfiroh Fadhilah ketua pelaksana.

Kegiatan debat Bahasa Inggris ini memiliki tema yaitu “The Actual Issues of Citizenship”.Tema ini diambil karena berawal dari isu-isu berita yang mencuat dan yang menjadi aktual berita di Indonesia saat ini diangkat serta diambil solusi-solusi dalam menanggapi isu-isu tersebut.Mahasiswa Jurusan hukum dan kewarganegaraan FIS juga diharapkan  mampu untuk lebih kritis dalam menanggapi permasalahan yang ada di Indonesia saat ini.Sub tema yang diambil dalam debat kali ini diantaranya : Politik, Hukum, Pendidikan, Moral, Sosial Budaya, Ekonomi, dan Teknologi.

“Tujuan dari debat Bahasa Inggris ini merupakan salah satu cara untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa,serta bisa melatih potensi-potensi yang mungkin mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan punya kemampuan tersebut tapi belum tersalurkan untuk berdialog dalam Bahasa.Inggris.”Pungkas Siti Ma’rifah sie acara.Ada beberapa juri dalam debat tersebut yaitu Rani Prita Brabawangi dosen dari Hukum dan Kewarganegaraan,Syamsul Bachri dosen dari Geografi, I Dewa Putu Eskasasnanda dosen dari Pendidikan IPS dan Enggar Wulansari mahasiswa dari Sastra Inggris.

Acara berjalan dengan lancar dan peserta saling menyanggah satu sama lain sampai pada akhirya diumumkannya Juara 1 Best team yang jatuh pada tim dari offering D angkatan 2016.Peraih juara tersebuat diantaraya adalah Arum Puji Utami,Roudhotul Elvira Hanum,dan Denny Ahmad Bayu Aji.Suatu kebanggaan tersendiri untuk mereka karena bisa meraih juara 1 meskipun mereka  masih mahasiswa baru tapi semangat,kekompakan, dan keja keras yang mereka lakukan selama ini tidak ada kata sia-sia.Best team merupakan juara terbaik yang dilihat dari kepercayaan diri dari tim,kelancaran dari berbicara,data-data yang mendukung fakta,menyanggah dan menjawab sanggahan dari tim lain.Selain itu tim harus pandai memanfaatkan waktu yang ada dengan mengungkapkan pendapat sebanyak-banyaknya. ”Saya kaget,soalnya lomba tersebut persiapannya sangat mendadak dan saya mengira tim saya tidak mungkin menang.Namun kami tetap semangat dan selalu optimis tim saya akan memenangkan juara tersebut.Dan alhamdulillah tim saya menang,saya sangat senang dan bersyukur” Ujar Arum Puji Utami.

Tidak berhenti di juara best team,ada juga juara best speaker yang juara 1 diraih oleh Era Dwika Anggraini mahasiswa angakatan 2016,Juara 2 Haikal Rehadiva Reisa mahasiswa angkatan 2015, dan Juara 3 Siti nafi’atul Mukhayaro mahasiswa angkatan 2015.Dalam kategori best speaker ini peserta harus mampu berdebat dan berargumentasi dengan baik dan benar.Juara yang mereka peroleh tersebut tidak lain adalah dari kerja keras mereka sendiri yang sebelumnya sudah menyiapkan secara matang-matang.”jangan minder dan tetap percaya diri dengan apa yang kita punya serta kemampuan yang kita miliki,dan kita harus percaya diri dengan apa yang kita katakan itu adalah benar bukan bohongan”Pungkas Era Dwika Anggraini.

Lebih lanjut”progam kerja yang pertama ini diharapkan terus berkelanjutan agar dapat mengambil potensi-potensi dari mahasiswa itu sendiri serta dapat menampung aspirasi dari mahasiswa khususnya Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan itu sendiri tentang debat dalam Bahasa Inggris”.Sahut Vidia Maghfiroh Fadhilah.

Debat dan argumentasi yang baik akan menunjukkan martabat komunitas tersebut. Jika suatu komunikasi debat dan argumentasi dilakukan dengan cara yang tidak baik semisal dengan mengedepankan perkelaihan mementingkan pertikaian maka akan menurunkan martabat suatu komunitas tersebut. Oleh karenanya melalui lomba debat Bahasa Ingris ini kita dapat mendapatkan ilmu baru dan pelajaran berharga untuk dapat berdebat dan berargumentasi dengan baik dan benar.(Dessy)

Bagikan informasi ini: