Delapan Kali Kegagalan Tsania Percaya Skenario Tuhan

Berkali mendulang kegagalan
Kini amanah disematkan padanya
Menuai inspirasi dan teladan sesama
Implikasi dari gelar Mawapres Utama

Berkaca pada cermin masa lalu
Tak lantas asa dalam diri surut
Belajar bekerja keras di hulu
‘tuk meraih ilmu yang absolut

Ilmiah dan Alquran dikolaborasi
Menepis segala degradasi
Sebagai buahnya dalam dedikasi
pada dunia ekonomi dan edukasi

 

Nama            : Tsania Nur Diyana
Tempat, Tanggal Lahir    : Lamongan, 26 April 1996
Alamat            : Jalan Pesantren An-Nur RT 04 RW 01, Dusun Sawo, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan

Pendidikan
MIM 1 Payaman (2002-2008)
SMPM 12 Paciran (2008-2011)
MA Al-Ishlah Paciran (2011-2014)
S1 Pendidikan Fisika (2014- sekarang)

Pengalaman Organisasi :
Anggota KPU FMIPA UM 2014
Anggota UKM Pramuka UM
Anggota Rohis Fisika 2016-sekarang
Ketua Bidang RPK IMM Saintek UM 2016
Ketua Bidang Penalaran HMJ Fisika Nucleon 2016
Anggota Divisi R&D The New You Institude (TNYI) 2016-sekarang
Sekretaris Umum UKM ASC (Al-Qur’an Study Club) 2017-sekarang
Ketua Bidang EO (Event Organizer) Kaderisasi UKM ASC Universitas Negeri Malang 2016

Prestasi:
Juara 2 Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Alquran MTQ Mahasiswa XI UM 2015
Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran Nasional “Bahtsu ‘Ilmi Quran”, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 2015
Juara I LKTI Kesehatan dan Keselamatan Kerja Nasional 2016, Universitas Jember
Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran Nasional, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2016
Juara 4 Lomba Inovasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Nasional, PT PERTAMINA 2016
Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat II FMIPA UM 2016
Juara III LKTI Volcano Se-Jawa, UM 2016
Delegasi ASEAN Youth General Forum 2016, IPIREL UMY 2016
Juara 1 LKTI Nasional PILI IKAHIMBI, UIN Malang 2016

Juara 1 cabang Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Alquran (MKTIA) MTQ Mahasiswa Regional Jatim 2016, Universitas Trunojoyo Madura
Juara 1 LKTI Psicopaper Nasional, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang 2016
Juara I Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) Dies Natalies UM 2016
Delegasi Asia Pacific Future Leader Conference (APFLC), Kuala Lumpur, Malaysia 2016
Juara 1 Kompetisi Esai Se-Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Surabaya 2016
Juara 3 Astra Road Safety Challenge, PT Astra Internasional Tbk. Jakarta 2017
Mawapres tingkat I Fakultas MIPA UM 2017
Mawapres Utama Universitas Negeri Malang 2017

aginya menjadi Mawapres Utama UM bukanlah amanah yang ringan. Di balik itu semua, dirinya pernah delapan kali gagal masuk perguruan tinggi. Pada semester satu dan dua sempat pula kerisauan ia alami sampai berpikir untuk pindah jurusan. Kerisauan itu ia lampiaskan dengan mengikuti banyak organisasi. Di semester tiga, ia mulai aktif mengikuti lomba-lomba dengan berfokus pada karya tulis ilmiah Alquran.
Tsania Nur Diyana, gadis sederhana yang dinobatkan menjadi Mawapres Utama UM. Sebelumnya, dirinya pernah gagal dalam pemilihan Mawapres 2016. Hal itu tak membuatnya patah semangat. Saat ini ia sedang sibuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), namun Tsania menyempatkan diri untuk diwawancarai oleh kru Komunikasi. Berikut petikan wawancara langsung dengan Tsania Nur Diyana.

Bagaimana perasaannya ketika menjadi Mawapres 1 UM?
Alhamdulillah ‘Ala Kulli Khall… semua atas ridho dan karunia-Nya. Saya masih nggak percaya dan merasa belum pantas. Tahun lalu saya juga ikut seleksi Mawapres pada waktu itu saya urutan ke-13. Kemarin itu tiba-tiba masuk urutan tiga besar, benar-benar di luar prediksi saya. Saya pikir bukan saya yang akan menang. Sungguh amanah yang tidak ringan bagi saya mendapat kepercayaan menjadi Mawapres Utama UM 2017. Tidak saya bayangkan sebelumnya akan terpilih menjadi Mawapres Utama UM yang berarti menjadi representasi dari seluruh mahasiswa UM.
Dukungan dan penguatan dari keluarga, bapak ibu dosen, serta sahabat-sahabat menjadikan saya lebih kuat. Namun jauh daripada itu, saya meyakini bahwa semua ini adalah skenario terbaik Allah. UM telah mempercayakan kepada saya untuk menjadi Mawapres Utama yang artinya beliau semua meyakini bahwa saya mampu menjalaninya dengan segala konsekuensi yang ada. Bismillah, usaha saya maksimalkan, doa saya kuatkan, dan tawakal selalu saya lapangkan untuk UM tercinta. Alhamdulillah dengan amanah ini membuat saya menjadi lebih giat untuk berprestasi dan memperbaiki diri.

Bagaimana tanggapan orangtua?
Entah mengapa, sejak awal setiap seleksi administrasi, tes kepribadian, tes bahasa Inggris, tes karya tulis, dan setiap saya mau apa-apa saya bilang. “Yah, Mak, saya mau tes, pangestunipun nggih.”  Terus ayah bilang, “Ayah yakin sampean jadi Mawapres satu.” Alhamdulillah orangtua saya bahagia sekali dan tak henti mengucap syukur. Beliau berdua beserta keluarga rela berangkat dari Lamongan untuk menghadiri grand final. Tangis haru tak mampu mereka bendung. Beliau bilang “Alhamdulillah, Nak. Prediksi ayah benar.”

Bagaimana tanggapan dosen?
Sejak awal acara grand final, Wakil Dekan III saya menyaksikan. Beliau bilang, “Sampean nanti yang akan mewakili FMIPA”. Sebelumnya kan diambil tingkat fakultas dulu. Nah, saya di urutan kedua. Saya bilang, “Pak, doakan semoga ada salah satu dari FMIPA bisa menjadi tiga besar universitas.” Karena sejak beberapa tahun terakhir FMIPA tidak masuk tiga besar. Sampai diumumkan, beliau yang pertama maju ke depan. Saya disalami dari bawah. Beberapa dosen yang dekat dengan saya, WhatsApp saya mengucapkan selamat. Beliau semua juga berpesan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Jangan lupa tetap tawadhu’ dan tularkan ke adik-adik tingkat.

Apa motivasi Anda menjadi Mawapres?
Menjadi Mawapres bukanlah satu-satunya impian saya, tapi saya menyadari akan pentingnya prestasi. Karena dengan prestasi kita dapat mengajak orang lain, menginspirasi orang lain, memberikan teladan. Juga sebagai salah satu ajang dalam menempa diri, karena di pilmawapres saya bertemu dengan teman-teman hebat dan pembina yang luar biasa. Selanjutnya yang terpenting adalah membahagiakan orangtua dan mengangkat nama baik mereka.

Bagaimana usaha Anda untuk meraih Mawapres Utama?
Usaha untuk meraih ini tidak instan. Pemilihan Mawapres tahun lalu menjadi ajang saya belajar dan mengevaluasi diri. Dengan hanya membawa lima prestasi dan karya tulis. Dari situ saya mengetahui bahwa prestasi saya masih jauh di bawah rata-rata dan bahasa Inggris saya kurang. Jadi, dalam satu tahun saya mesti kepo ke orang yang suka bahasa Inggris, minta diajari. Juga ke alumni Mawapres, saya sering bertanya tentang tips dan triknya. Prestasi alhamdulillah juga bisa naik drastis dengan beberapa event yang skalanya internasional. Apalagi bisa masuk jurnal, itu yang nilainya besar. Jadi, persiapannya memang nggak instan. Satu tahun itu menurut saya masih kurang, saya masih kurang percaya diri.

Karya ilmiah yang dibuat tentang apa?
Karya tulis saya judulnya Syu’aib Controller (SC): Perangkat Digital Inovatif untuk Pengawasan Kecurangan Takaran (Miky?l) dan Timbangan (M?z?n) di Pasar Tradisional. Karya tulis yang saya bawa  ini sejatinya karya tulis ilmiah Alquran. Karya ini sudah dikembangkan sejak 2015 oleh Mas Alif dan Mbak Wahyu. Kemudian saya membantu menyempurnakan dan memberikan inovasi. Di karya tulis ilmiah Alquran kajian Alqurannya mendominasi, kalau di karya tulis Mawapres kajian saintisnya yang lebih ditonjolkan.

Bagaimana Anda membagi waktu?
Memang jika fokus di  beberapa bidang pasti ada yang dikesampingkan. Biasanya pagi sampe sore saya kuliah dan mengerjakan tugas. Maghrib sampe pagi saya mengerjakan yang lain. Entah nulis entah persiapan untuk event, saya kerjakan di malam hari. Tapi tidak menutup kemungkinan jika ada tugas kuliah yang tidak selesai saya kerjakan pada malam hari. Tidak menutup kemungkinan juga jika ada deadline pengumpulan karya tulis atau lomba saya kerjakan di sela-sela kuliah. Saya bukan termasuk orang yang bisa bagi waktu dengan baik, tapi saya mengusahakan supaya bisa mengatur waktu dan mengisinya dengan hal-hal yang baik.

Apa kegiatan Anda saat ini?
Saat ini saya sedang menempuh mata kuliah pilihan yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) sampai akhir Juni seraya mempersiapkan pemilihan Mawapres Nasional. Selain itu, saya sedang mengikuti pembinaan rutin kafilah UM dalam MTQ Mahasiswa Nasional 2017 cabang MKTIA yang dilaksanakan akhir bulan Juli serta MTQ umum Jawa Timur cabang MMIQ (Musabaqoh Menulis Ilmiah Alquran) mewakili Kabupaten Malang yang dilaksanakan awal bulan Oktober. Mudah-mudahan dilancarkan semuanya.

Apa keinginan yang belum terealisasikan selama kuliah?
Saya ingin masuk kontingen UM dalam ajang PIMNAS. Tapi ndak tahu ya, mungkin rezeki saya di MTQ. Beberapa kali meng-apply PKM belum pernah didanai sama sekali.

Pesan untuk mahasiswa UM?
Bisa masuk dan kuliah di perguruan tinggi itu tidak mudah. Delapan kali saya mencoba diterima di berbagai perguruan tinggi. Namun dengan berbagai kegagalan tersebut membuat saya bangkit dan ingin memberikan yang terbaik untuk semuanya. Jadi teman-teman, jangan sia-siakan masa kuliah ini. Yuk, kita isi dengan kegiatan dan aktivitas-aktivitas positif yang bisa meningkatkan kualitas diri dan kompetensi kita, membahagiakan kedua orangtua kita, serta mengharumkan nama baik UM. Tetap istiqomah, berprestasi, menginspirasi, dan senantiasa berjiwa qurani.Shintiya

 

Bagikan informasi ini: