LP2M UM dan Pemprov Jatim ‘Beri Kail’ Warga Miskin

Universitas Negeri Malang (UM) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia senantiasa berupaya untuk menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Salah satu darma yang disebutkan ialah pengabdian masyarakat. Untuk itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra).

Program yang menyasar rumah tangga sangat miskin (RTSM) tersebut bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur. LP2M UM melaksanakan Jalin Matra di dua desa yang terletak di Kabupaten Malang, yakni Desa Glanggang, Pakisaji, serta Desa Jatikerto, Kromengan.
Untuk memastikan program tersebut berjalan lancar dan menghindari penyelewengan dalam pelaksanaannya, Rektor UM Prof. Dr. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd. didampingi Ketua LP2M UM Prof. Dr. Suyono, M.Pd. melaksanakan kegiatan monitoring ke kedua desa tersebut, Kamis (10/7). Kegiatan monitoring tersebut juga dibarengi dengan penyerahan secara simbolis bantuan kepada perwakilan RTSM. Ketua Pelaksana Pendampingan Jalin Matra dari UM, Drs. Agus Dharmawan, M.Si. mengatakan bahwa jenis bantuan merupakan barang yang dapat digunakan untuk mendukung usaha atau yang dapat membuat warga memulai usaha baru. “Secara tidak langsung ini dapat meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya. Jenis bantuan yang diberikan memang beragam, mulai dari sepeda motor, mesin jahit, gerobak mi, kulkas, hingga peralatan servis lampu. Di Desa Glanggang, lanjut Agus, terdapat 40 RTSM, sedangkan di Jatikerto ada 52 RTSM sasaran.
Sementara itu, Rektor UM mengatakan bahwa kemiskinan dapat ditanggulangi dengan kerja keras dan usaha, serta tidak lupa bersyukur atas rezeki yang telah didapat. “Saya harap program ini dapat mengubah RTSM menjadi RTSK, rumah tangga sangat kaya,” kata rektor seraya diamini oleh perwakilan RTSM yang hadir di Balai Desa Jatikerto. Selain usaha, ujar rektor, mata rantai kemiskinan dapat diputus dengan pendidikan. “Bapak ibu harus terus memotivasi dan memperhatikan anak-anaknya, terutama soal pendidikan,” tambah guru besar bidang pengajaran bahasa Indonesia ini. Pendidikan, sambungnya, dapat diperoleh secara gratis karena pemerintah telah membebaskan biaya sekolah, terutama bagi kalangan tidak mampu secara ekonomi namun mampu secara prestasi. “Terdapat program Bidikmisi yang dapat dimanfaatkan bapak ibu untuk menyekolahkan putra-putrinya hingga perguruan tinggi,” tukas rektor.
Kasi Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat DPMD Provinsi Jatim Dra. Susanti Widyastuti, M.T. yang turut serta dalam kunjungan tersebut memaparkan bahwa program Jalin Matra terselenggara atas kerjasama DPMD Provinsi Jatim dan tiga perguruan tinggi negeri. “Selain UM, juga ada UB (Universitas Brawijaya, red.) dan Unair (Universitas Airlangga, red.) yang kami gandeng untuk mendampingi pelaksanaan Jalin Matra,” ujarnya. Susanti juga menambahkan bahwa program yang sudah berjalan selama empat tahun tersebut, tahun ini 7.720 RTSM yang tersebar di 96 desa dari 16 kabupaten seluruh Jawa Timur. “Target kami akhir Agustus sudah selesai seluruh penyalurannya,” pungkas Susanti.
Dalam sambutannya di Aula Kantor Desa Jatikerto, Sekretaris Kecamatan Kromengan, Joanico Da Costa, S.Sos., M.M. mengucapkan terima kasih pada LP2M UM dan DPPM Provinsi Jatim atas kerjasamanya memajukan perekonomian masyarakat Kromengan, khususnya Jatikerto. “Mohon izin bapak rektor, kerja sama ini kalau bisa diperluas ke warga miskin di desa lain,” kata pria yang akrab disapa Nico ini. Sependapat dengan Nico, Kepala Desa Glanggang Budi Tamtomo B.Sc. melarang adanya pungutan bagi RTSM penerima bantuan Jalin Matra. “Jika ada pamong (pegawai desa, red.) yang menarik seribu rupiah saja dari panjenengan, maka sudah dipastikan orang tadi sudah kepingin leren (berhenti, red.) jadi pamong,” tegasnya di depan puluhan RTSM Desa Glanggang.
Kegiatan monitoring diakhiri dengan kunjungan ke tempat tinggal RTSM penerima bantuan Jalin Matra, di antaranya Slamet Ismudi, buruh potong tebu, dan cari rumput yang mendapatkan sepeda motor untuk menunjang pekerjaannya mengangkut rumput. Selain itu, rektor beserta rombongan juga mengunjungi kediaman Sumadi yang berprofesi sebagai pencari ikan dan mendapat bantuan sepeda motor untuk mengangkut hasil tangkapannya yang biasanya ia bawa dengan berjalan kaki.Arvendo

Bagikan informasi ini: