Perang Lawan Narkoba Selamatkan Masa Depan Bangsa

Narkoba merupakan topik hangat yang tengah diperbincangkan. Mulai dari masyarakat hingga pemerintah. Zat berbahaya ini mulai menyebar tidak hanya dari kalangan remaja dan dewasa saja, namun juga anak-anak. Banyak cara yang dilakukan oleh pengedar untuk memasukkan zat berbahaya ini dalam dunia anak-anak.

Oleh karena itu, pemahaman narkoba sangat dibutuhkan di kalangan masyarakat awam. Salah satunya dengan penyuluhan. Bukan hanya untuk orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Jadi mulai dari kecil mereka bisa mengenal bahaya narkoba.
Sebagai kalangan muda, harus senantiasa ikut serta dalam menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia. Banyak komunitas anti narkoba di Indonesia yang mulai mengadakan penyuluhan-penyuluhan di tingkat sekolah. Salah satunya UKM Gerakan Anti Napza (German), UM. German melakukan penyuluhan-penyuluhan di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Tahun ini mereka mulai melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang ada di Malang dengan mengusung program German Goes to School (GGS). Program ini bertujuan untuk sosialisasi mengenai dampak narkoba dan cara untuk menghindarinya.
Skema program ini diawali dari pengiriman proposal ke sekolah-sekolah. Kemudian menunggu respons kesediaan dari sekolah. Jika sekolah tersebut bersedia, maka akan dikirimkan tim untuk melakukan penyuluhan. Dari segi waktu penyuluhan, mereka menyesuaikan dengan pihak sekolah. Delegasi yang dikirimkan pun tergantung dari jumlah siswa. “Kalau siswanya cuma satu kelas atau seratus anak, biasanya kita kirim delegasi dua penyuluh dan satu observer. Tapi, kalau lebih dari dua kelas otomatis per kelasnya dua penyuluh dan satu observer,” ungkap Putri, anggota German.
Target jumlah sekolah yang ingin dicapai oleh UKM ini ada 45 sekolah dan sekarang mereka sudah melakukan penyuluhan ke 40 sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA yang ada di Malang. Terkadang ada beberapa sekolah yang menolak ketika UKM German ingin melakukan penyuluhan di sana. Hal ini disebabkan sekolah tersebut sudah menerima kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelumnya, mereka belum mendapatkan penyuluhan mengenai narkoba.
Penyuluhan ini biasanya dilakukan ketika kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diadakan ketika tahun ajaran baru. Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Ada sekolah yang tetap ingin melanjutkan kerja sama dengan German mengenai penyuluhan narkoba, namun ada pula yang tidak melanjutkannnya. “Kita buat pernyataan sekolah ini bersedia untuk melakukan kerja sama lagi, maka tahun depan kita akan langsung melakukan penyuluhan ke sekolah itu lagi,” ujar Putri. Fia, salah satu anggota, mengungkapkan bahwa melalui program kerja ini mereka memberikan pengetahuan mengenai bahaya narkoba, supaya anak-anak yang merupakan penerus bangsa tidak terpengaruh zat berbahaya ini.
Ketika berhadapan dengan siswa SD yang masih kecil, seorang penyuluh harus mampu untuk mengendalikan situasi. Sehingga mereka mampu mendengar dan memperhatikan mengenai materi yang dijelaskan. Terkadang ada di antara mereka yang ramai sendiri karena jenuh dengan situasi yang sama.
Trik yang diberikan oleh UKM German untuk mencairkan suasana adalah dengan melakukan ice breaking dan saling sapa antara siswa dengan penyuluh. Ice breaking adalah suatu kegiatan yang digunakan untuk membuat peserta nyaman dan tidak jenuh dengan lingkungan di sekitarnya. Kegiatan ini bisa berupa humor, kegiatan yang menyenangkan, pencerahan, dan dapat juga dengan permainan sederhana yang menyenangkan bagi anak-anak.
Durasi penyuluhan tergantung dari pihak sekolah. Namun, biasanya sekitar satu jam. Penyuluhan ini dilakukan bukan hanya dari senior UKM German, melainkan bisa dari anggota yang sudah berpengalaman ataupun belum. Sehingga mereka mampu saling belajar. Penyuluhan narkoba ini juga mendapatkan respons positif dari pelajar SD, SMP, dan SMA.
Lutvi, salah satu anggota, berharap dengan adanya penyuluhan ini, pelajar bisa mengerti mengenai bahaya narkoba. “Jangan sampai pelajar tersebut mendekati zat berbahaya karena masa depan mereka yang masih panjang!” tuturnya. Penyuluhan ini juga untuk mengantsipasi konsumsi narkoba di kalangan remaja serta mendukung pemerintah untuk perang melawan narkoba.Rosa

Bagikan informasi ini: