PKM Sarana Kembangkan Inovasi Mahasiswa

MARACO,
Alternatif Baru Hadapi Hujan

Akhir-akhir ini cuaca semakin tidak menentu. Alhasil setiap hari orang-orang kerepotan membawa jas hujan atau payung. Selain itu, jas hujan yang tersedia di pasar mudah sobek dan penggunaannya pun cukup repot. Hal tersebut menjadi ide awal bagi mahasiswa Jurusan Teknologi Industri, Candra Widyawati, Amalia Rizda Choirunnisa, Niluh Nur Afandi, dan Elga Ayu Cahyaning Putri, dalam menulis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM yang berjudul Magic Rain Coat (MARACO) ini berhasil didanai oleh pemerintah untuk menghasilkan produk jas hujan yang multifungsi. Dengan pengerjaan dua bulan saja, selain digunakan ketika hujan tiba, juga dapat difungsikan menjadi tas yang dapat digunakan dengan mudah.

Kreasikan Kamus bagi Tunanetra

Kamus android hanya sering digunakan oleh masyarakat normal. Namun, melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), tim dari Imam Syafi’I (Bahasa dan Sastra Indonesia), Aftina (Bahasa dan Sastra Indonesia), Sekar Bitari (Bahasa dan Sastra Indonesia), Azzhan Shahrul (Teknik Elektro), dan Dwi Prasetyo Nugroho (Desain Komunikasi Visual) berhasil mengembangkan aplikasi kamus yang dapat digunakan oleh tunanetra. Ide awal bermula dari pengalaman salah satu anggota yang memiliki teman tunanetra. Kelebihannya disesuaikan dengan keterbatasan dari tunanetra, pencarian dan hasil pencarian dibuat melalui audio, sehingga aplikasi ini mudah digunakan. Cara kerjanya memanfaatkan google talk back dan google speech to text, mengucapkan kata yang diinginkan kemudian memunculkan hasil pencarian dengan suara.

Buah Bintaro Kalahkan Singkong dan Kelapa

Buah bintaro merupakan buah mangrove yang dapat hidup di daerah yang kurang nutrisi dan tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Namun tidak banyak orang mengetahui kelebihan zat yang terkandung di dalamnya. Hasil kreativitas dari Rangga Ega Santoso (Teknik  Mesin), Nur Fitriana (Biologi), Maria Carolina Yuaniar (Teknik Sipil), dan Firda Chynthia (Kimia) berhasil membuktikan bahwa kualitas bioetanol yang dihasilkan dari buah bintaro lebih baik dibandingkan dengan singkong dan kelapa. Tim ini memberi judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mereka dengan nama “Biological and Chemical Process for Bioethanol Production (BIOACTION)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan buah bintaro  berhasil mendapatkan % yield etanol yang lebih tinggi. Hasil uji gas kromatografi menunjukkan bahwa kadar etanol mencapai 9,977%. Keunggulan dari penelitian Tim Bioaction terletak pada nilai efisiensinya.

Patriot Plasma: Optimalkan Pengurangan Sampah Plastik

Tim Kunti Dhiwaniati Sudda (Teknik Mesin), Yusuf Mahesa (Teknik Mesin), Dani Prasetiyo (Teknik Mesin), Muhammad Andi (Teknik Mesin), dan Dwi Arini Mufarrichah (Teknik Elektro) melakukan sebuah inovasi baru untuk membantu pemerintah dalam mengurangi permasalahan sampah. Patriot Plasma ini menjadi salah satu solusi efektif dan efisien guna mengoptimalkan pengurangan sampah di permukaan air. Cara kerja dari kapal ini yaitu menghidupkan radio control, kapal berpatroli, sensor mendeteksi adanya sampah, dan servo menggerakkan lengan untuk mengambil sampah. Kapal ini dilengkapi dengan sensor ultrasonic dan infrared proximity yang akan mendeteksi kehadiran sampah dengan tepat. Kapal ini juga dilengkapi dengan radio control, sehingga dapat dioperasikan baik secara manual maupun otomatis.

Belajar Asyik di Museum dengan Android

Adanya inovasi dari mahasiswa dan mahasiswi Teknologi Pendidikan yang dipelopori Ardhi Bimantoro, Irfani Syafi’udin, dan Elya Tri Nuraeni ini dapat menjadikan museum sebagai salah satu tempat belajar yang menyenangkan. Mereka memberikan sebuah inovasi baru untuk belajar di museum dengan aplikasi “Digital Guide of Museum”. Digital Guide of Museum merupakan sebuah aplikasi yang digunakan sebagai kemudahan pembelajaran di museum dengan menggunakan bantuan android. Cara kerjanya, pengunjung akan diberikan aplikasi ini di pintu masuk museum, kemudian meng-install aplikasi di android, membuka aplikasi, mengarahkan pada marker atau barcode yang sudah tertera di benda-benda yang ada di dalam museum, kemudian aplikasi akan mengeluarkan audio yang menjelaskan mengenai informasi benda tersebut.

Rakai Langit, Kreasi Baru Nikmati Buku

Adanya sebuah buku bertajuk “Rakai Langit” hasil inovasi dari Teguh Dewangga (Teknik Otomotif), Aji Setiawan (Desain Komunikasi Visual), Monica Widyaswari (Pendidikan Luar Sekolah), Alfina Musfira (Pendidikan Akuntansi), dan Ekki Septian Putra (Pendidikan Akuntansi) ini mampu meningkatkan minat baca dengan gaya baru. Rakai yang berarti bulan purnama (Sansekerta) ini cocok menjadi bacaan untuk kalangan siswa SMA ke atas. Kumpulan tulisan Teguh Dewangga yang ada dalam buku ini merupakan hasil dari tulisannya  yang dimuat di media cetak, mulai dari juara tingkat kampus hingga juara nasional. Sehingga tak dapat dipungkiri buku tersebut memiliki diksi yang beragam. Buku ini juga memiliki sajian unik, bukan hanya dengan kertas, melainkan juga  digital. Di desain dengan teknologi Augmented Reality (AR), membuatnya semakin menarik dengan ilustrasi gambar berwarna serta bersuara.Fanisha

Bagikan informasi ini: