Lantik Ormawa, Rektor UM: Mahasiswa Adalah ‘Marketer’

Selasa (06/02) merupakan hari yang istimewa bagi dinamika kehidupan kemahasiswaan Universitas Negeri Malang (UM). Pasalnya, Rektor UM, Prof. Dr. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd. melantik Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2018 di Aula Graha Rektorat UM lantai 9. Acara pelantikan yang dimulai pukul 13.00 tersebut dihadiri Wakil Rektor III, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed., Kabag Kemahasiswaan Drs. Taat Setyohadi, serta para pejabat struktural di lingkungan UM.

IMG_1634
Dalam kesempatan tersebut, rektor berpesan bahwa UM saat ini sedang memacu pertumbuhan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Organisasi kemahasiswaan (ormawa) merupakan motor utama untuk mengembangkan prestasi tersebut. “Saya tidak bosan-bosan berpesan pada dosen, tendik (tenaga kependidikan, red.) dan terutama mahasiswa. Kami sangat mengharapkan, yuk kita sama-sama membuat UM semakin disegani (kiprahnya, red.),” ujar rektor.
Prestasi tersebut dapat dicapai oleh mahasiswa UM, khususnya yang tergabung dalam ormawa. Mahasiswa, tambah rektor, juga memegang peran strategis dalam mempromosikan UM ke seluruh Indonesia supaya didapat mahasiswa yang potensial untuk dikembangkan agar ke depannnya bisa berprestasi. Paling tidak, dalam lingkup terkecil yakni pada sekolah/madrasahnya dahulu. “Kalau kita lihat statistik, baru 18% mahasiswa UM yang berasal dari luar Jawa Timur, tentunya kita semua berharap bahwa di UM terdapat Indonesia secara utuh, untuk itu saya mengharap partisipasi saudara dalam ikut mempromosikan nama UM agar lebih diminati oleh masyarakat,” jelasnya. Mahasiswa UM, lanjut rektor, adalah ujung tombak promosi UM ke masyarakat luas. “Kita punya mahasiswa sekitar 33.000 orang, ditambah dosen 1.197 orang dan tendik seribu orang, kita semua ini adalah ‘marketer’ utama agar UM semakin diminati calon mahasiswa,” urai rektor.
Tak lupa, rektor juga berpesan kepada para fungsionaris ormawa yang dilantik agar tidak melupakan kewajiban utamanya sebagai mahasiswa. “Berorganisasi penting, tapi tetap tidak boleh melupakan kewajiban utama sebagai seorang mahasiswa, belajar dan berprestasi setinggi yang saudara mampu capai dan lulus di waktu yang tepat,” tambah guru besar bidang Pengajaran Bahasa Indonesia tersebut.
Di era ‘zaman now’, lanjut rektor, mahasiswa harus mampu belajar sebanyak-banyaknya tentang hal apa saja untuk menghadapi kondisi yang dinamis. “Betul-betul tidak terduga perubahan yang terjadi sekarang ini,” ujarnya. “Sekarang jenis pekerjaan sudah tidak terhitung jumlahnya, kalau dulu bekerja diidentikkan dengan aktivitas di luar rumah, sekarang pun saya tahu beberapa alumni kita, di rumah saja sudah bisa melakukan pekerjaan,” urai rektor.
Terakhir, rektor berpesan dalam menghadapi era informasi yang semakin deras ini, mahasiswa agar selalu bersikap seperti laut. “Dimasuki apapun, bahkan bangkai, kotoran, laut tidak terpengaruh tetap jernih, tetap bersih, bicara menyejukkan,” tambahnya. Berbeda dengan air got, sedikit saja dimasuki kotoran sudah membuat orang lain tidak nyaman dengan baunya. “Omongannya selalu menyakitkan, jika diibaratkan baunya sudah ke mana-mana, mudah terpengaruh. Saya tidak ingin mahasiswa UM larut dalam arus yang seperti itu,” tutupnya.Arvendo

Bagikan informasi ini: