Mata Najwa: Kelola Isu Panas dalam Majelis Rakyat

IMG_6502Tans7 Goes to Campus bertandang ke Universitas Negeri Malang untuk pertama kalinya. Mata Najwa On Stage mengawali kegiatan dengan sesi diskusi bersama presenter Trans7 dan konten kreator mahasiswa. Acara yang digelar selama dua hari (9-10/02) di Graha Cakrawala UM ini mengundang antusias mahasiswa UM maupun luar UM. Gerimis tak menyurutkan mahasiswa yang rela mengantre demi menonton Mata Najwa.


“Nantinya akan ada tiga kota, selain Malang, ada Solo dan Bandung. Ketiga kota tersebut selama ini diketahui menjadi pusat pendidikan dan ini bisa terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang datang. Antusias mereka sangat luar biasa. Malang menjadi tujuan pertama kami dan saya rasa UM sangat cocok untuk menjadi tuan rumah. Selain sebagai kampus pendidikan, juga menyediakan Graha Cakrawala yang bisa menampung 7.000 mahasiswa,” ujar Anita Wulandari, Kepala Divisi Marketing Public Relations Trans7.  Dapat dilihat, Mata Najwa memang merupakan progam yang menyasar generasi milineal saat ini. Alasan itulah yang menjadikan UM sebagai salah satu tujuan Mata Najwa on Stage.
Perlu diketahui, Mata Najwa on Stage mengambil tema mengenai Majelis Rakyat. Menghadirkan empat narasumber dari dunia perpolitikan, yakni Fadli Zon, Ahmad Basarah, Abdul Kadir Karding, dan Nasir Djamil. Narasumber tersebut berasal dari anggota MPR dan DPR RI. Turut meramaikan sebagai penelis yaitu Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dan Komedian Komeng. Mata Najwa on Stage kali ini membahas soal hak imunitas dewan, jumlah korupsi anggota dewan, hak angket dewan, kepercayaan publik, kritik mengkritik dewan, gaji anggota dewan, tolok ukur kinerja dewan, hingga yang paling menarik adalah twitwar Fadli Zon dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Mengomentari salah satu pendapat Najwa mengenai maraknya anggota DPR yang melakukan korupsi, Ahmad Basarah pun menentang. “Di Indonesia sudah ada komisi khusus pemberantas korupsi, kita terus-terusan heboh dengan membahas korupsi tanpa berpikir serius bagaimana cara menghentikannya. Bisa jadi korupsi berawal dari mahalnya biaya untuk menjabat menjadi wakil rakyat,” ujar Ahmad Basarah.
Suasana diskusi yang menegangkan dapat dicairkan dengan celetukan Komeng. Contohnya saat membahas soal gedung DPR yang miring dan akan dilakukan pembangunan. Menurut Komeng hal itu perlu dibiarkan saja. “Siapa tau bisa jadi potensi wisata, kan lumayan untuk pemasukan negara,” ucap Komeng disambut tawa para penonton.
Menjelang akhir acara, Najwa Shihab berusaha menghibur penggemarnya yang berada di luar gedung karena tidak mendapat tempat di dalam. “Terima kasih sudah setia menunggu dan menyaksikan di luar. Nanti giliran saya yang akan mendatangi kalian semua,” ucap Najwa Shihab. Hal itu tentunya mendapat respons yang menyenangkan dari penonton yang berada di luar. Amey

Bagikan informasi ini: