Teaching Catering Jadi Kreasi Anak Tata Boga

Mengembalikan kepercayaan masyarakat tidaklah mudah. Terlebih soal cita rasa makanan. Hal inilah yang sedang dilakukan Mahasiswa Jurusan Tata Boga Universitas Negeri Malang angkatan 2015. “Teaching Catering” dipilih sebagai nama baru menggantikan “Teaching Restaurant” yang merupakan syarat pemenuhan Kuliah Kerja Usaha (KKU) di semester 6. fahmy_putra+instakeep_55d90

Belajar dari tahun sebelumnya, mereka mengubah konsep dari bentuk rumah makan menjadi masakan rumahan yang lebih ramah di kantong, khususnya bagi mahasiswa. “Dulu namanya Teaching Restaurant, karena kurang bagus daya tariknya sehingga untuk angkatan 2015 diganti menjadi Teaching Catering,” jelas Fahmi Putra, selaku manajer. Teaching Catering yang bertempat di Jalan Veteran ini pun juga menyediakan ruang untuk menyeduh kopi bagi anak muda. Pelanggan yang datang pun beragam, mulai dari anak muda hingga tukang ojek. “Tempatnya cocok buat kumpul rame-rame soalnya lesehan. Kita juga bisa pesan minuman sama makanan ringan,” ungkap Fathiyya Nur Rachman saat berkumpul bersama teman-temannya di Teaching Coffe.
Harga yang disajikan pun beragam dan cukup terjangkau. Mulai dari harga Rp5.000,00 sampai Rp15.000,00. Jika ingin menu yang berbeda, pelanggan bisa memesan sesuai keinginan. “Kami ada tiga paket menu. Untuk nasi bungkus itu lima ribu. Nasi kotak ada yang sepuluh ribu sampai lima belas ribu. Menunya bisa pesan beda sih kalo mau. Tapi seringnya mahasiswa ya pesan sesuai yang ada di paket itu,” terang Fahmi. Dalam mengelola Teaching Catering mereka dibagi beberapa kelompok. Setiap minggu kelompok yang bertugas harus memasak untuk melayani pesanan catering. Nilai yang didapat pada akhir semester pun tergantung pada banyaknya pesanan setiap minggunya.
Makanan cepat saji belum tentu dijamin sehat. Terlalu banyak bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Diakui Fahmi, makanan yang tersedia di Teaching Catering dijamin kebersihannya dan tanpa Monosodium Glutamat (MSG). Hal inilah yang membedakan dari usaha catering yang lain. Bagi mereka, kualitas makanan tidak hanya dinilai dari tampilannya saja namun dari segi kesehatan dan kebersihan.Maul

Bagikan informasi ini: