Agrowisata Salak Pondoh dan Kuliner je Jamuran Yogyakarta

DSC_0168

Siapa yang tak kenal dengan Yogyakarta? Kota budaya ini mempunyai beragam pesona. Jika kita berbicara wisata, Yogyakarta memiliki tempat wisata yang tidak pernah bosan untuk dikunjungi oleh wisatawan. Mulai dari wisata budaya, wisata alam, sampai dengan wisata kuliner. Agrowisata organik salak pondoh yang berada di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, merupakan salah satu destinasi wisata yang tepat untuk dikunjungi bersama keluarga, sahabat, atau rekan kerja. Sebuah pengalaman berharga yang membuat kita menyadari cara menghargai alam. Agrowisata ini menerapkan kombinasi unik antara perkebunan salak pondoh dengan para pengunjung yang bisa masuk ke dalam kebun, mempelajari tentang salak, memetiknya, dan bisa langsung mencicipinya. Ini bisa dikatakan petualangan kuliner ‘sekali jalan dapat beberapa keuntungan’.


Selain berwisata di tempat ini, pengunjung juga bisa belajar cara membudidayakan salak. Tanaman yang bisa hidup selamanya ini mempunyai kelamin jantan dan betina. Cara membedakan  jantan dan betina dengan melihat dari bunganya. Adapun perbedaannya adalah bunga jantan hanya mempunyai benang sari tanpa putik sehingga hanya membentuk sel kelamin jantan dengan bentuk bunga bulat memanjang. Saat bunga masak akan berwarna merah yang berlangsung hanya tiga hari dan tidak bisa berbuah. Lain lagi dengan bunga betina yang hanya mempunyai putik tanpa benang sari. Bentuk bunganya panjang agak bulat dan di bagian tengah lebih besar. Pada saat masak, akan ada seludang atau kulit bunga pecah–pecah dan mahkota bunga nampak merah jambu selama tiga hari.
Teknik penyerbukan atau pengawinan salak dengan bantuan manusia dilakukan pada saat bunga betina mekar. Seludang atau kulit bunga sebaiknya dibersihkan dengan cara digunting secara hati–hati agar tidak merusak mahkota. Lalu, siapkan bunga jantan masak yang telah dipetik dari pohon pejantan. Bunga jantan yang digunakan untuk menyerbuki dikerik dengan alat agar tepungsari muncul kepermukaan. Hal ini ditandai dengan warna kuning lembut seperti debu. Kemudian bunga jantan didekatkan dengan bunga betina dan diketok–ketokkan dengan jari agar putik betina secara merata mendapat tepung sari dari bunga jantan. Apabila tidak ada penyerbukan antara bunga salak betina dan bunga salak jantan, maka kita tidak bisa merasakan manis serta gurihnya salak pondoh. Ada beraneka macam salak yang dibudidayakan, seperti salak madu, salak super, salak lokal, salak gula pasir yang rasanya paling manis, dan salak anti-asam urat. Harganya juga terjangkau mulai 10  ribu sampai 35 ribu per kg.
Tanaman yang satu ini juga mempunyai manfaat pada getahnya. Getah yang ada pada batang pohon salak bisa diolah menjadi produk kecantikan. Selain itu, juga bisa digunakan untuk pengobatan ketika terkena duri pohon salak. Pengunjung juga harus berhati–hati ketika memasuki kawasan kebun salak, karena tumbuhan yang satu ini memiliki duri tajam pada bagian batang hingga buahnya. Apabila ingin menimati kelezatan salak pondoh, pengunjung disarankan menggunakan alat seperti sabit untuk memetiknya.
Tidak berhenti di agrowisata salak pondoh, di Desa Pandhowoharjo, Sleman Yogyakarta, juga menghadirkan wisata kuliner serba olahan jamur di Resto je Jamuran. Restoran ini sudah berdiri sejak tahun 1977 di bawah pengelolaan Ratidjo, seorang pengusaha jamur yang kini telah sukses meraih hati para pelanggan. Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 10.00–21.00 WIB. Ada aneka makanan yang semuanya terbuat dari jamur. Mulai dari sate jamur, tongseng jamur, jamur bakar pedas, siomay jamur, martabak jamur, botok jamur, hingga olahan jamur modern seperti tom yum jamur. Tak hanya makanan yang nikmat, je Jamuran pun menyediakan aneka minuman yang layak dicoba, seperti wedang je Jamuran, es dawet jamur, dan masih banyak lagi menu jamur lainnya yang bisa disesuaikan dengan selera masing–masing. Kalau sudah puas mencicipi masakan dan minumannya, maka pengunjung juga bisa membeli camilan dari aneka jamur yang dijual di depan restoran. Di sana ada counter tempat belanja camilan dan souvenir, seperti gantungan kunci atau kaos khas je Jamuran. Ada berbagai macam camilan yang bisa dibeli, antara lain kripik jamur kuping, kripik jamur kancing, kripik jamur merang, kripik jamur tiram, dan sebagainya.
Suasana resto yang sangat nyaman dan asri ini terdiri atas ruang makan indoor dan outdoor. Ada pula ruangan untuk acara dan tempat ibadah. Penataan restorannya pun terbilang rapi dan kreatif. Tidak hanya fasilitas restoran pada umumnya, restoran ini juga mempunyai fish therapy gratis di dekat meja makan. Terdapat juga beberapa spot foto yang memang didesain untuk apik, lengkap dengan ornamen aneka jamur berbagai bentuk dan warna. Selain itu, resto yang dikelola oleh seorang ahli jamur ini telah terintegrasi dengan perkebunan sekaligus menjadi tempat rujukan budidaya jamur. Jadi, wisatawan tak perlu ragu akan kualitas jamur yang dihidangkan.
Di tempat ini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati menu berbahan dasar jamur, namun juga bisa menyaksikan aneka tanaman jamur serta belajar tentang seluk-beluk budidaya jamur. Bahkan, pengunjung juga bisa membeli bibit jamur di tempat ini untuk dibawa pulang sebagai oleh–oleh maupun untuk dibudidayakan. Restoran je Jamuran ini tidak membuka cabang di tempat lain. Jadi, jika Anda ke Yogyakarta, pastikan untuk mampir ke tempat ini.Dessy

Bagikan informasi ini: