Filosofi Domdondom dalam Pameran Samin

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Minat (Samin) mengadakan pameran seni dengan tema yang unik yaitu Domdondom. Acara tersebut dilaksanakan dalam tiga hari (9-11/03) di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM). Sebanyak 29 karya dari 62 anggota yang tergabung ke dalam angkatan 25 dipamerkan. Dari karya tersebut, terdapat hasil karya kelompok dan individu. Samin merupakan salah satu UKM yang mewadahi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), khususnya pecinta seni maupun yang memiliki hobi di bidang seni. Setiap tahunnya, UKM ini mengadakan pameran seni dengan tema yang berbeda-beda.


Tema Domdondom diputuskan berdasarkan hasil musyawarah para anggota dengan tujuan untuk menyatukan para anggota Samin yang berasal dari berbagai macam jurusan. “Domdondom itu sendiri kan benang dan jahit. Benang dan jahit itu kan beda tapi tetap menyatukan. Seperti halnya kita yang beda-beda jurusan, tapi tetap memiliki satu tujuan, yaitu berkarya dan mengaplikasikan ke dalam sebuah pameran,” ungkap Rezda Bunga Cempaka selaku ketua pelaksana. Ia juga menuturkan bahwa setiap anggota memiliki ide, gagasan, dan keahlian yang kemudian disatukan ke dalam sebuah pameran.
Seni bukan hanya sekadar wahana untuk menyalurkan hobi, melainkan sebagai salah satu pemersatu. Seni perlu dioptimalkan, terus dipertahankan, dan dikembangkan secara kreatif sehingga dapat menumbuhkan kebersamaan antarpecinta seni dan antarpenikmat seni. Seni mampu menyatukan mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari jurusan, ide, hingga gagasan. Hal ini diwujudkan oleh UKM Samin melalui Pameran Seni Domdondom. “Pameran ini untuk merapatkan agar tetap solid, tetap menjalin silaturahmi, dan tetap dikenang,” tutur Rezda.
Terdapat satu hal yang menjadi ciri khas dari pameran tahun ini, yaitu kolase. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan yang ditempelkan pada permukaan gambar. Karya seni ini biasanya berbentuk dua dimensi dan menggunakan berbagai macam paduan bahan. “Kolase merupakan penyatuan gambar-gambar yang berbeda menyerupai satu objek yang abstrak, namun mempunyai nilai yang tetap menyatukan,” ujar Rezda.
Rezda menuturkan bahwa setiap tahun pameran ini mengalami peningkatan kualitas. Pengunjung yang datang menjadi salah satu kepuasan sendiri bagi panitia yang tidak lain adalah anggota angkatan 25. Pameran ini menarik minat pengunjung bukan hanya dari kalangan mahasiswa UM saja, melainkan dari luar UM, siswa-siswi SMA, dan masyarakat umum. Bukan hanya pengunjung yang berminat di bidang seni saja yang tertarik, melainkan juga pengunjung yang hanya ingin melihat keindahan karya seni tersebut.
Tidak hanya pameran hasil karya anggota saja, melainkan juga terdapat beberapa acara lain yang diadakan di tempat yang sama. Pada hari kedua (10/03) dilaksanakan sarasehan dengan topik “Isu Karya Sosial” yang mendatangkan narasumber dari alumni Samin. Kegiatan tersebut mewujudkan kegiatan berkarya bersama semua anggota Samin.Rosa
IMG_7329trank

Bagikan informasi ini: