Jelajah Kotagede: Perkaya Wawasan dan Persaudaraan

_MG_1886

Himpunan Mahasiswa Fotografi (Himafo) Universitas Negeri Malang (UM) baru saja melaksanakan kegiatan hunting besar Jelajah Kotagede di Yogyakarta pada Kamis-Minggu (12-15/7). Hunting besar merupakan salah satu program kerja yang dijalankan Himafo tiap tahunnya, pesertanya adalah anggota Himafo angkatan pertama hingga anggota aktif terbarunya. Kegiatan ini juga sebagai sarana menyambung silaturahmi antaranggota Himafo. Hunting besar tahun ini mengambil tema “Jelajah Kotagede” yang diartikan para anggota Himafo sebagai pelancong yang datang ke Kotagede ingin menggali informasi yang mendalam tentang Kotagede. Sejarah, bangunan, dan kehidupan masyarakat setempat menjadi isu yang harus digali pada saat melakukan hunting. Objek foto yang diambil meliputi arsitektur, penduduk, Pasar Legi Kotagede, masjid, dan pengrajin perak yang ada di Kotagede.


Memilih Kotagede sebagai destinasi sebagai lokasi hunting besarnya bukan tanpa tujuan. Selain untuk untuk mengangkat budaya yang ada di Kotagede agar lebih dikenal orang, tujuan lainnya untuk menjalin ikatan persaudaraan dengan para alumni Himafo yang ada di sana. Fokus lokasi hunting besar Himafo ini terbagi di tujuh titik yaitu, di Salim Silver, HS Silver, Bandiono Silver, Pasar Legi Kotagede, Rumah Kantil, Peninggalan Mataram (makam, masjid, dan abdi dalem), serta Sumeidi Silver. Ketujuh titik ini dianggap sudah mewakili gambaran Kotagede secara umum. Selain mengunjungi tujuh titik tersebut, para peserta hunting besar juga mengunjungi pameran foto para alumni Himafo di Kotagede.
Sebelumnya, Himafo telah melakukan riset terlebih dahulu untuk mendapatkan cukup informasi tentang Kotagede. Salah satu fakta tentang Kotagede yaitu daerah tersebut sudah lama dikenal sebagai tempat pengrajin perak, bahkan di setiap rumah seorang pengrajin perak. Namun, seiring berjalannya waktu hal tersebut mulai mengalami pergeseran “Saat kami ada di lapangan, banyak sekali hal yang telah berubah, bahkan pengrajin perak di sana sudah mulai habis, tergantikan oleh pengrajin tembaga, kuningan, batik, dan bahkan ada yang tidak menjadi pengrajin sama sekali,” ungkap Rama selaku ketua panitia. Para peserta mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias.
Masih ada kegiatan lanjutan dari hunting besar, yakni pameran pasca hunting besar untuk memamerkan hasil foto yang didapat selama di Kotagede. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan Kotagede kepada masyarakat Malang pada umumnya, dan mahasiswa UM pada khususnya. Rama berpesan kepada anggota Himafo agar tetap semangat untuk menyiapkan pameran. Output dan tujuan dari hunting besar tersebut bisa terlihat saat pameran berlangsung. “Adanya program kerja Himafo seperti ini bisa membuat hubungan keluarga Himafo semakin raket, serta bisa meningkatkan kualitas memotret para anggota Himafo sendiri,” tambah Rama.Tanzilla

Bagikan informasi ini: