Odisea: Ajang Calon Sejarawan Buktikan Kemampuan

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program kerja tahunan yang paling ditunggu-tunggu yakni Olimpiade Sejarah (Odisea) pada Jumat (7/9) lalu. Olimpiade tingkat Nasional ini diperuntukkan bagi pelajar SMA sederajat. Tahap penyisihan dilakukan mulai tingkat rayon sampai final. Peserta antar sekolah saling bersaing di tingkat rayon pada (18/8) lalu. Beberapa wilayah yang ditentukan sebagai ketua rayon, mewakili daerah-daerah regional sekitarnya. Misalnya, rayon Yogyakarta mewakili daerah Surakarta, Semarang, Jogja, dan Solo. Masih banyak lagi rayon yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Selain rayon wilayah, juga tersedia rayon online sebagai antisipasi bagi sekolah-sekolah yang tidak memungkinkan untuk dijangkau. Setelah tahap penyisihan di setiap rayon, peserta yang lolos mengikuti penyisihan pada tahap semi final sekaligus final di UM. Olimpiade ini menggunakan sistem kelompok yang beranggotakan dua pelajar SMA sederajat. Total siswa yang mengikuti olimpiade ini adalah 824 siswa yang terbagi menjadi beberapa tim. Akan tetapi, hanya diambil 86 tim dari beberapa rayon untuk menuju tahap semifinal dan final.

WhatsApp Image 2018-09-08 at 12.18.32 PM

Olimpiade yang sudah menjadi agenda rutin HMJ Sejarah ini sebagai wadah bagi para siswa yang memiliki minat dalam bidang Sejarah dan sebagai bentuk apresiasi bagi mereka. “Anggapan masyarakat bahwasannya Sejarah kurang diminati dan membosankan, ini dibantah dengan antusias 824 siswa di seluruh Indonesia yang mengikuti Odisea. Jargon yg dikumandangkan Bung Karno yaitu ‘Jas Merah’ sudah masuk ke dalam ruang hati dan pikiran rakyat Indonesia. Sungguh bangsa ini sudah mempunyai karakter untuk mencintai sejarahnya,” ujar M. Adam Nuh Ibrahim selaku Ketua Pelaksana Odisea 2018. Olimpiade ini berhasil membawa SMAN 1 Surakarta sebagai juara 1, SMAK Harapan Denpasar sebagai juara 2, SMAN 3 Blitar sebagai juara 3, MAN 2 Malang sebagai juara harapan 1, dan SMAN 1 Batu sebagai juara harapan 2. Olimpiade ini memperebutkan piala bergilir dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Hasna Fauziah Noorsy

Bagikan informasi ini: