UM Pecahkan Masalah Desa Melalui KKN

 

kkn 1Universitas Negeri Malang (UM) melakukan inovasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk turut membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial. Dalam buku petunjuk teknis KKN disebutkan ada lima ragam KKN yang dapat diikuti oleh mahasiswa, yaitu KKN Reguler, KKN Tematik, KKN Mandiri, KKN Pulang Kampung, dan KKN Integrasi.  Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah KKN UM yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos).


UM merupakan satu dari 22 perguruan tinggi yang melakukan kerja sama ini. Tahun ini merupakan tahun keempat kerja sama UM dengan Kemensos. Desa Sejahtera Mandiri (DSM) adalah tema yang diusung tahun ini. Sepuluh desa binaan UM melalui kerja sama ini terdapat di Kecamatan Dau sebanyak enam desa, Kecamatan Kasembon dengan dua desa, serta Kecamatan Gedangan sebanyak dua desa. Pemilihan sepuluh desa ini berdasarkan kriteria khusus, “Setiap desa memiliki permasalahan yang berbeda-beda, misalnya masalah kemiskinan. Setiap desa juga memiliki potensi yang berbeda-beda yang dapat dioptimalkan oleh perguruan tinggi melalui KKN,” ujar Dr. Agung Winarno, M.M. selaku Kepala Pusat Pelaksanaan KKN.
Program yang dilakukan terhadap desa-desa sangat bervariasi sesuai dengan tujuan untuk menyejahterakan masyarakat. Sejauh ini, program yang telah dilakukukan adalah penyuluhan bagi Tenaga Kerja Indonesia. Penyuluhan ini bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Selain itu, juga ada kerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kerjasama dengan BKKBN ini dikhususkan untuk penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB). Tentunya, sebelum beraksi di lapangan peserta KKN dibekali dengan berbagai pengetahuan yang diberikan oleh ahlinya. Beberapa waktu lalu, pihak dari Kemensos juga turut memberikan pembekalan kepada peserta KKN.
Selain DSM, KKN UM juga mengusung tema Pengembangan Masyarakat Desa Terpadu. KKN dengan tema ini termasuk dalam KKN Reguler karena menangani berbagai permasalahan umum yang ada di masyarakat. Menurut Agung, apa yang diinginkan masyarakat, maka itulah yang akan dikerjakan oleh mahasiswa KKN. “Jadi berbeda dengan DSM, karena DSM difokuskan pada kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya. Sebelum mengakhir penjelasan, beliau berpesan bahwa kompetensi KKN adalah kompetensi yang tidak terdapat dalam mata kuliah lain. Kompetensi KKN adalah melakukan interaksi dengan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang tersebar di berbagai wilayah.Safira

Bagikan informasi ini: