Mengeja Kenangan dalam Abstrak sebuah Realita

oleh M. Asrofi Al Kindi

Masih terngiang ketika kau meninggalkan ku.
Alam bersabda melalui katamu,
Bahwa hidup terlalu singkat untuk ditangisi.
Aku membisu dan diam-diam setuju.

Jika kita memutar waktu,
kita kan melihat,
masa telah memperbudak kita,
dalam keadaan duka dan cinta.
Sebuah sandiwara tuk lupakan kita, akan nyata,
bahwa hidup memang sementara, namun kita mudah terlupa.

Lama aku mengenangmu,
dan ternyata inilah penjara yang kau kata,
sudah tiba saat aku melupa, akan imajimu.

Tunggu, aku rasa tidaklah tepat.
Baiklah aku akan membingkaimu dalam kata,
sebuah kalimat singkat dalam ucapan terimakasih,
dalam tugas akhir yang kueja.
Sekedar untuk bersua dan mengenang sekali lagi,
waktu yang pakai, tuk bermelankolia.

Malang, 2017

Penulis adalah mahasiswa
Jurusan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang

Bagikan informasi ini: