Move On NOW!!!

Dear Redaksi Majalah Komunikasi
Saya mau curhat neh…
Saya mahasiswa semester akhir, saya pacaran dengan mantan saya 2 tahun, setelah putus dengan mantan saya, saya sekarang pacaran lagi dan keluarga sudah saling mengenal dan akan melangkah ke pernikahan, calon suami saya yang sekarang sangat baik dan perhatian. Saya sayang sama pacar saya yang sekarang. Tapi saya tidak bisa move on dari mantan saya. Saya masih sering kepoin FB, IG, dan status WA mantan saya. Padahal dia juga sudah punya pacar yang baru. Saya masih sayang dan cinta sama mantan saya meski itu tidak terucap. Mungkin mantan saya juga tidak tahu kalau saya sangat mencintainya.
Hal ini sangat menggangu konsentrasi kuliah saya, mengganggu kenyamanan hubungan saya dengan pacar saya yang sekarang dan mengganggu ibadah saya, karena lebih sering ingat dia daripada berdzikir. Saya inginnya hubungan dengan pacar saya yang sekarang baik-baik karena rencana ke depan kami akan membina rumah tangga. Mohon solusinya ya… Terimakasih…

Sebelum saya membahas cara-cara move on, maka saya akan bahas dahulu beberapa faktor yang menyebabkan gagal move on. Gagal move on Ananda Penanya dapat dikarenakan memaknai cinta dengan mantan sebagai cinta romantis (yang biasanya sulit untuk dilupakan), mempunyai ingatan kuat tentang kenangan indah bersama mantan, mempunyai kebutuhan kelekatan yang dirasa dapat dipenuhi oleh sikap mantan sehingga merasa nyaman secara emosi. Ditambah pengaruh lingkungan saat ini, adanya teknologi yang memudahkan terkoneksi dengan mantan melalui sosial media.
Ananda Penanya dapat mencoba beberapa cara berikut untuk dapat move on dari mantan, yaitu: (1) Menjadikan putus cinta sebagai momen untuk menjadi pribadi yang lebih matang, yaitu dengan cara mengevaluasi secara objektif hambatan apa saja yang membuat berakhirnya hubungan, sehingga belajar untuk mengatasi hambatan tersebut agar lebih harmonis ketika kelak menjalin hubungan dengan suami. (2) Menyadari dalam pikiran bahwa hubungan dengan mantan hanya cinta romantis yang labil dan sesaat, sedangkan cinta sejati membutuhkan adanya intimasi dan komitmen (mantan tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan, artinya ia tidak bersungguh-sungguh, maka Ananda jangan menghabiskan waktu dan tenaga untuk memikirkan mantan, fokus pada orang yang akan memberikan cinta sejati). (3) Ingat kembali alasan dan penyebab-penyebab berakhirnya hubungan, terutama setiap kali teringat dengan kenangan-kenangan indah bersama mantan. Pastinya ada alasan kuat dan penting sehingga Ananda tidak dapat lagi meneruskan hubungan tersebut (bila perlu buat list yang panjang tentang penyebab putus atau kekurangan mantan, lalu sering Ananda baca). (4) Membangun dan menciptakan kelekatan dengan calon suami, yaitu dengan cara saling menjadikan pasangan sebagai tempat yang aman untuk berbagi (kegembiraan ataupun permasalahan), saling memberikan dukungan dan semangat kepada pasangan, dan saling menciptakan momen-momen spesial. (5) Menyadari pengaruh negatif dari media sosial terhadap hubungan Ananda di masa depan, maka jangan lagi terkoneksi dengan mantan, unfollow semua media sosial yang berhubungan dengan mantan. (6) Terakhir, coba bayangkan apabila calon suami masih terbayang-bayang mantannya, apa Ananda rela? Apabila tidak rela, maka sebaiknya Ananda juga tidak lagi terbayang-bayang mantan.
Demikian saran dari saya, semoga bermanfaat, dan semoga lancar bahagia rumah tangganya kelak.

Jawaban dari Ike Dwi Astuti, S.Psi., M.Psi. Dosen Fakultas Pendidikan Psikologi UM

 

Bagikan informasi ini: