Bukan Untuk Umum: Teater Pelangi Sukses Dulang Apresiasi

Setelah sukses mementaskan naskah “Bukan untuk Umum” di gedung Sasana Budaya pada (28/2) lalu, Teater Pelangi kembali mementaskan lakon berjudul sama di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pamekasan, Madura. Menerima undangan untuk tampil di kampus seberang, Tim lakon Bukan Untuk Umum ini memutuskan untuk berpartisipasi dalam pentas studi yang diselenggarakan oleh IAIN Pamekasan pada (7-9/3) dan mendapat giliran tampil pada hari kedua.

Naskah karya Agus Fauzi yang diadaptasi bebas dari cerpen “Telur dan Warisan” karya Putu ini, menceritakan tentang kesuksesan seseorang karena ketulusannya dalam memberi. Penampilan cukup menarik dengan adegan pembuka yakni seorang hansip yang tergesa-gesa menemui pak RT, lantaran rumah duka Pak Harto didatangi empat wanita yang sedang ribut.


Disusul adegan selanjutnya, seorang wanita muncul di balik papan sambil berteriak “Pak Harto meninggal?” kemudian keempat wanita tersebut berdialog dengan liciknya menginginkan harta warisan Pak Harto. Sama halnya ketika tampil di gedung Sasana Budaya UM, penonton sontak tertawa pada adegan ketika keempatnya bertengkar saling mengaku dekat dengan Pak Harto.

Pementasan Bukan untuk Umum mendapat sambutan meriah dari penonton yang memenuhi gedung Auditorium IAIN Pamekasan. Berbagai ekspresi tumpah dalam pementasan yang berlangsung selama 50 menit itu.
Pementasan ditutup dengan adegan seorang pengemis yang setiap hari diberi makan oleh Pak Harto sedang berdoa. Pengemis datang di tengah-tengah keributan wanita, para wanita menghina si pengemis. Ternyata kemunculan pengemis menjadi tanda bahwa kesuksesan pak Harto bisa jadi karena doa tulus para pengemis yang dikasihaninya bukan karena bantuan empat wanita itu.
“Omongan mereka seperti gagak mengagetkan dan menjadi tanda bagi yang mendengarnya. Pak Harto terbanglah tinggi di atas omongan-omongan gagak,” doa si pengemis, lalu musik haru dan syahdu mengiringi adegan terakhir. Lampu backout disertai tepuk tangan dan sorakan penonton yang puas turut menjadi penutup yang manis.


Selain pentas, Tim Lakon Bukan Untuk Umum juga melakukan sarasehan terkait pementasan dan bertukar pengalaman mengenai dunia teater. Penonton yang hadir dari pelbagai kalangan seperti umum, seniman, dan mahasiswa baik dari lokal Jawa Timur sampai Institut Seni Indonesia (ISI), Surakarta. Tim Lakon Bukan Untuk Umum mengaku mendapat banyak pengalaman dan ilmu dari kunjungan ini.

Penulis Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia

Holy Fikriya Luqis

Bagikan informasi ini: