Peduli Tunarungu, Tiga Mahasiswa UM Ciptakan Aplikasi Kabitaru

Senin (17/06) mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), penggagas Kamus Bahasa Inggris Tunarungu (Kabitaru) memperkenalkan aplikasi ini ke Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Yayasan Pendidikan Tunas Bangsa (YPTB) Kota Malang. Pentingnya menguasai bahasa Inggris adalah kesempatan bagi siapa pun, tak terkecuali anak penyandang tunarungu. Berangkat dari kenyataan di lapangan mengenai pengajaran kosakata bahasa Inggris yang belum efektif dan belum sesuai dengan pelafalan pada anak-anak tunarungu itulah tiga mahasiswa UM, yakni Risa Safira Ramadhani (jurusan Pendidikan Luar Biasa), Nindya Ayu Rizqianti (jurusan Pendidikan Luar Biasa), dan Nur Nilam Ayu Saputri (jurusan Sastra Inggris) membuat sebuah terobosan kamus elektronik.

Berpose dengan aplikasi Kabitaru

Kabitaru adalah sebuah aplikasi kamus Indonesia-Inggris yang dipadukan dengan bahasa isyarat untuk mempermudah anak-anak tunarungu memahami pengucapan ( spelling ) bahasa Inggris. Di era globalisasi ini, bahasa Inggris merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang di setiap negara. Hal tersebut karena peranannya sebagai bahasa pengantar resmi internasional yang mempermudah komunikasi antarnegara. Dengan menguasai bahasa Inggris, setiap orang mempunyai kesempatan lebih besar untuk menjelajahi dunia.

Keunggulan aplikasi ini membuat pengajaran bahasa Inggris kepada tunarungu menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan adanya video isyarat asli dari kosakata dan video cara pelafalan bahasa Inggris yang telah disederhanakan. Selain itu, terdapat menu kuis yang dapat membantu siswa tunarungu untuk memahami lebih jauh mengenai kosakata yang mereka pelajari. Didukung dengan tampilan aplikasi yang menarik dan ikon ilustrasi yang lucu, siswa-siswi tunarungu tidak bosan saat belajar kosakata bahasa Inggris di kamus tersebut.

Siswa-siswi tunarungu yang ada di kelas terlihat antusias saat demonstrasi penggunaan aplikasi Kabitaru. Guru pengajar di sekolah tersebut juga mengakui bahwa aplikasi ini bermanfaat bagi mereka. “Sedikit banyak pasti membantu, apalagi di sini ada videonya,” ujar Alma, S.Pd., guru yang telah mengabdi selama 10 tahun di SMPLB YPTB Kota Malang ini. Aplikasi Kabitaru ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik oleh siswa maupun pengajar, saat proses belajar mengajar di dalam maupun di luar kelas. Selain itu, orang tua dari anak tunarungu juga dapat menggunakan aplikasi ini untuk membantu anak mereka mempelajari kamus tersebut di rumah sebagai bahan latihan.

Pewarta: Nur Nilam

Bagikan informasi ini: