Kampung Literasi: Upaya Awal Tumbuhkan Masyarakat Sadar Baca

Literasi merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki semua manusia. Tak hanya pelajar, tetapi seluruh elemen masyarakat juga dihimbau untuk menjadi insan yang literate. Kebutuhan ini ditangkap oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra (FS) melalui program kerja (proker) Kampung Literasi, Minggu (6/10). Program kerja ini melibatkan lima jurusan yang ada di FS Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jerman, Sastra Arab, serta Seni dan Desain. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kepekaan mahasiswa FS pada kondisi masyarakat, khususnya kemampuan literasi.

Berlokasi di Perumahan Sarimadu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, sekelompok mahasiswa melaksanakan serangkaian kegiatan penunjang proker ini. Kegiatan tersebut meliputi lomba mewarnai, kreasi kaos tie dye, mural, pendirian taman baca, pembagian nomor rumah, sign system, dan tempat sampah. Sebelumnya, mahasiswa baru FS telah berpartisipasi membuat kreasi nomor rumah dan rak untuk pendirian perpustakaan mini ketika acara Abdi Bakti Sastra. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Kampung Literasi ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, masyarakat juga turut serta mengikuti serangkaian kegiatan Kampung Literasi. Misalnya, dalam kreasi kaos tie dye, masyarakat Perumahan Sarimadu terlihat antusias mengikuti praktik kreasi kaos yang khas dengan warna yang beraneka ragam tersebut. Keterampilan ini dapat dikembangkan menjadi bisnis rumahan. Di sisi lain, mahasiswa Jurusan Seni dan Desain menyalurkan potensi seni mereka dalam kegiatan mural untuk memperindah visual kampung dan menjadi ikon dari Perumahan Sarimadu. Selanjutnya, pendirian perpustakaan mini. Buku-buku yang disumbangkan adalah buku bacaan semua kalangan dari mahasiswa baru FS yang dikumpulkan ketika kegiatan Abdi Bakti Sastra. “Kampung kami menjadi lebih berwarna dan ceria. Terima kasih adik-adik BEM Fakultas Sastra. Kami berharap kegiatan semacam ini bisa terus berjalan dan berkembang,” ujar Tri Setyo, salah satu masyarakat Perumahan Sarimadu.

“Secara teknis tidak bisa dibilang usai, harapannya kegiatan Kampung Literasi ini dapat berkelanjutan dan bentuk dari kegiatan ini semakin beragam. Mungkin, kegiatan belajar mengajar bahasa, pelatihan seni, dan kegiatan lain yang sifatnya literasi,” pungkas Zihahintya Birhami, Ketua BEM FS. Rencananya kegiatan ini tak hanya berakhir pada satu hari, akan ada pengelolaan bertahap oleh BEM dan mahasiswa FS. Kegiatan diakhiri dengan pembagian nomor rumah, sign system, dan tempat sampah.

Kontributor: Rosida Eka Oktaviani

Bagikan informasi ini: