Kolaborasi Apik Lambungkan UM di Kancah Internasional

Tak hanya memiliki segudang prestasi di kancah Nasional, Universitas Negeri Malang (UM) patut berbangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya di kancah Internasional. Salah satunya adalah prestasi yang diraih oleh tim mahasiswa UM yang berhasil menyabet Gold Medal dari National Research Council of Thailand dan Special Award INTARG dari Polandia. Penghargaan tersebut diperoleh pada gelaran Thailand Inventor’s Day 2020 & Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2020). Kegiatan tersebut diselenggarakan selama lima hari yakni pada (2-6/2) di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangna, Bangkok. Pada acara tersebut tim UM beranggotakan Zahratul Laili (FIK), Diana Putri (FE), Syahroni Al Kadzir (FIS), Bondan Charisnanda Mac H.P (FS), Zulfi Fajar Satriawan (FIK) dengan dosen pembimbing Suci Puspita Ratih, MKM., MPH. dari FIK.

Meskipun memiliki latar belakang ilmu yang berbeda, tidak menghalangi kelima mahasiswa tersebut untuk terus menciptakan suatu karya. Terbukti, kolaborasi lima mahasiswa ini mampu menciptakan aplikasi yang bernama Stress Diagnostic Application (Restic App), yaitu aplikasi untuk mengukur tingkat stress masyarakat dengan mengisi kuesioner yang telah valid. Sebagai diagnosa awal, aplikasi ini berperan sebagai pemberi edukasi agar kesadaran akan kesehatan mental semakin meningkat. Pada kasus diagnosa awal yang tinggi dan sedang, aplikasi ini juga menyediakan psikolog agar masyarakat dapat menjangkau mereka lebih mudah melalui fitur live chat. “Target kami ke depan dengan aplikasi ini yaitu, integrasi antara masyarakat, psikolog, dan pemerintah (bidang sosial dan kesehatan) agar program-program kesehatan mental dapat terlaksana dengan baik,” tutur Zahratul Laili pada kru Majalah Komunikasi.

Event tersebut mengompetisikan inovasi dari beberapa negara seperti Canada, Inggris, Iran, Filipina, China, Laos, Vietnam, Saudi Arabia, Hong Kong, Taiwan, Korea, India, Macau, Republik Ceko, Jepang, Kamboja, Singapore, Sudan, Polandia, dan Rusia. Zahratul Laili mewakili tim mengungkapkan rasa syukurnya dan bangga karena bisa membawa nama UM di kancah internasional. “Harapan ke depannya pihak kampus memudahkan dalam pendanaan kegiatan seperti ini, khususnya pada tim yang lintas fakultas seperti pada tim kami,” tuturnya. Dia juga berterima kasih kepada salah satu timnya yang mau berjuang dengan biaya sendiri demi kesuksesan bersama.

Pewarta: Dewi Ayu Sakdiyyah

Bagikan informasi ini: