Ngobrol Buku: Merusak Bumi dari Meja Makan

Kafe Pustaka Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan bedah buku bernuansa milenial. Menghadirkan penulis buku yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli tiket alias gratis dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. Acara ini digagas oleh Komunitas Pelangi Sastra Malang yang bekerja sama dengan Kafe Pustaka UM pada Selasa (4/2). Bedah buku ini dirancang ala anak nongkrong di kafe dengan hidangan lengkap dan ilmu yang bermanfaat dari penulis. Bedah buku dengan tema “Ngobrol Buku” mengulas buku dari karya M.Faizi dengan judul Merusak Bumi dari Meja Makan. Tujuan diadakan acara ini untuk mengenalkan karya para penulis kepada masyarakat umum khususnya karya-karya baru yang relevan dengan kehidupan sosial.

Seperti dilansir dengan banyaknya fenomena kerusakan bumi yang terjadi akibat limbah makanan, maka sangat relevan mengulas buku karya M.Faizi tersebut dengan apa yang terjadi di kehidupan masyarakat. Dalam acara ngobrol buku ini, penulis mengatakan bahwa orang makan bagaikan berada di meja pengadilan yaitu makan sebagai tuntutan naluriah atau sekaligus kegiatan merusak bumi. Seringkali orang yang makan terlalu fokus pada kebutuhan perutnya tanpa memikirkan rantai konsumsi dan distribusi makanan yang tersaji. Sebagai contoh ketika mengonsumsi air mineral kemasan, tanpa disadari air yang masuk ke dalam tubuh hanya memiliki dampak jangka pendek, sedangkan kemasan plastiknya memiliki dampak jangka panjang. Sampah plastik yang terbuang bisa bertahan ratusan tahun tanpa terurai.

Acara ngobrol buku ini juga menyediakan lapak buku untuk karya penulis berkualitas lainnya serta dimeriahkan oleh penampilan puisi dan penampilan musik Kerabat Swara Malang. Diharapkan acara ini terus berlanjut agar masyarakat dapat menikmati karya sastra yang begitu penting secara gratis. “Karena ironinya, kita harus bayar tiket mahal kalau ada acara workshop bedah buku tetapi karyanya hanya bisa dinikmati saja. Padahal karya sastra yang baik adalah bisa kita nikmati dan minimal bisa membuat kita berpikir lebih jauh tentang karya tersebut. Dalam acara ngobrol buku ini, dapat mengulas karya penulis berkualitas dan terkenal tanpa mengeluarkan uang sepeser pun kecuali jika pengunjung hendak membeli hidangan sendiri di kafe karena bukan urusan panitia lagi,” ujar Pandiga dari Pelangi Sastra Malang

Pewarta: Karina Okta Bella

Bagikan informasi ini: