Monthly Archives: June 2012

janur gunung

maafkan aku, yang tak paham dengan sakit gigimu. maafkan aku, yang senantiasa sembunyikan malam dari siangmu. aku bahkan tak tahu jika cintamu cukup sederhana, seperti rasa tak doyanmu akan sayur pare. malang, 27 mei 2012 Penulis adalah alumnus Sastra Jerman

Posted in rancak budaya | 1 Comment

pring

pada perkawinan kita di musim kemarau itu, aku hanya bisa menghadiahimu hatiku yang (sepertinya hanya) sebelah. sayang, aku bukanlah malaikat yang mengitari malam kala bulan penuh. aku bukanlah kemerisik bambu di jalan tembus belakang rumahmu. malang, 27 mei 2012

Posted in rancak budaya | Comments Off

jenaka

bahkan tiap malam aku merenda jejaring lelaba sebagai bekal rumah kita, nanti. sementara di hari yang lain aku membuka ladang untukmu menanam bunga, nanti. kemudian rajamu mengundangku makan malam di dangau tempat kita dulu berkicau, tadi. mataku sempat meluputkan ketika … Continue reading

Posted in rancak budaya | Comments Off

waktu kita yang sakit

takkah engkau lihat matahari di batas timur di hari minggu ini, di mana orang berbondongbondong? takkah engkau mendengar berita kematian tetangga melalui corong masjid sore kemarin? takkah engkau ingat tesismu meraungraung di meja kecil di kamar kita menunggu kedatanganmu? takkah … Continue reading

Posted in rancak budaya | Comments Off

pagar depan rumah, suatu sore

sudah berterjalterjal dan berdakidaki setiap langkah perjalanan kita, sayang. engkau pun selalu mengeluh, tulang punggungmu mulai terserang encok. dan barangkali besok aku mengalami menopause, di balik pagar ini, di balik pagar rumah ini. sudah ribuan ton beras yang kutanak untukmu, … Continue reading

Posted in rancak budaya | Comments Off