Takokak: Si Liar yang Enak dan Bermanfaat

Takokak adalah sejenis tanaman terong-terongan yang tumbuh secara liar. Biasanya tumbuh liar di belakang rumah. Di desa penulis disebut terong cokak. Tanamannya berduri, buahnya berwarna hijau sebesar buah ceplukan. Tumbuhan ini tergolong perdu. Perbanyakannya menggunakan biji yang terdapat di dalam buah. Tinggi tumbuhannya bisa mencapai dua meter lebih. Daunnya besar bergerigi lebar dan permukannya berbulu seperti tanaman terong. Umumnya, masyarakat di desa penulis jarang yang mengonsumsi takokak atau terong cokak ini. Ibu penulis sering memanfaatkan takokak ini sebagai campuran botok  dan rasanya sangat enak. Sedangkan menurut cerita teman penulis, takokak ini banyak dimanfaatkan sebagai tambahan sayur asam. Mereka menyebutnya terong glatik.
Pemeliharaan tanaman ini cukup mudah. Selain memang bisa hidup liar, tumbuhan ini juga memerlukan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah. Pemupukan juga diperlukan, tapi cukup dengan pupuk dasar saja. Berdasarkan penelitian, kandungan yang dimiliki takokak cukup kaya dan berkhasiat. Misalnya, melancarkan sirkulasi dan menghilangkan darah beku, menghilangkan sakit (analgetik), dan mengatasi batuk (antitusif). Kandungannya yang  penting antara lain terdapat pada buah mentah, buah kering, daun, dan akarnya. Pada buah mentah terdapat chlorogenin, sisalogenone, torvogenin, dan vitamin A. Buah keringnya terdapat solasonin 0,1%. Daunnya terdapat neochlorogenine dan panicolugenin. Sedangkan pada akarnya terdapat kandungan jurubine.
Sumber lain menyebutkan, buah takokak mampu bertindak sebagai antioksidan. Beberapa zat kimia yang terkandung dalam takokak terbukti dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Dalam Medicinal Plants: Quality Herbal Products for Healthy Living ( Vimala, 1999) menyatakan, takokak memiliki aktivitas pembersih superoksida yang tinggi, yakni di atas 70%.
Selain itu, takokak juga bisa digunakan sebagai antiradang dan alat kontrasepsi. Takokak berkhasiat sebagai antiradang karena memiliki senyawa sterol carpesterol. Takokak bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi karena buah dan daunnya mengandung alkaloid steroid jenis solasodin 0,84% yang merupakan bahan baku hormon seks untuk kontrasepsi. Menurut Suriawiria (2004), kandungan solasodin dalam biji dan lendir buah takokak mencapai 5,5%. Senyawa tersebut telah berkali-kali dibuktikan bisa mencegah kehamilan pada hewan percobaan seperti tikus. Mula-mula tikus disuntik dengan 0,4 mg solasodin setiap hari. Dalam perkembangannya, ada peningkatan status kornifikasi dan 33%-40% dari hewan percobaan itu tidak dapat berkembang biak. Setelah dosis dinaikan menjadi 1 mg dan diberikan selama 45 hari, tikus betina tidak birahi dan tidak bisa hamil.
Bagi penderita artritis (termasuk asam urat), takokak bisa digunakan sebagai obat alternatif alami untuk mengatasi penyakit ini. Cara penggunaannya, buah takokak disayur atau dijadikan lalap. Artritis adalah peradangan pada persendian, baik yang terjadi secara mendadak (akut) atau menahun (kronis). Artritis ini dapat menyerang satu sendi atau beberapa sendi sekaligus. Penyakit ini biasanya disertai dengan pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi yang terkena. Bila penyakitnya kronis, kadang hanya timbul rasa nyeri saja.
Bagi para manula (60 tahun untuk laki-laki dan 55 tahun untuk perempuan), takokak berkhasiat untuk mengatasi atau meminimalisasi penyakit yang sering menghinggapi mereka. Pada usia tersebut mereka sangat mudah terkena berbagai penyakit lingkungan, misalnya, pusing-pusing, batuk-batuk, cepat pegal, dan susah tidur, atau yang lainnya. Untuk mengatasi penyakit ini, bagian yang digunakan adalah buah takokak muda, misalnya dengan cara dilalap atau dibuat karedok. Dengan mengonsumsi takokak, tingkat kebugaran dan kekuatan para manula dapat meningkat.
Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma (2006), takokak bermanfaat untuk mengobati sakit lambung, sakit gigi, katarak, tidak datang haid, wasir atau ambeien, radang payudara, influenza, panas dalam, pembengkakan, bisul, koreng, sakit pinggang, asam urat tinggi, keropos tulang, jantung berdebar-debar, menetralkan racun dalam tubuh, dan melancarkan sirkulasi darah. Menurut beliau, untuk pemakaian luar, cara dan bagian yang digunakan adalah daun segar yang telah dicuci bersih, kemudian digiling halus, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Untuk pemakaian dalam, 10-15 gram takokak kering dan 30-60 gram tumbuhan takokak segar direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, lalu airnya diminum dan takokaknya dimakan.
Berdasarkan sumber, efek farmakologi diperoleh dari daun dan akarnya. Akarnya dicuci dan dipotong-potong secukupnya. Lalu, akar itu dijemur dan disimpan bila sudah kering. Daunnya digunakan dalam keadaan segar. Dari pengalaman secara turun-temurun di berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat mengatasi dan menyembuhkan beberapa penyakit. Contohnya, bengkak, sakit lambung, bisul, batuk kronis, dan koreng. Untuk mengobati pinggang kaku dan bengkak akibat dipukul, digunakan akar kering sebanyak 10-15 gram. Akar itu direbus dengan 4 gelas air hingga jadi 2 gelas, lalu disaring. Airnya diminum dua kali satu gelas hingga sakitnya sembuh. Ramuan ini juga dapat mengobati sakit lambung dan melancarkan haid, serta batuk kronis. Bisul dan koreng dapat diobati dengan takokak. Daun yang segar dicuci sampai bersih dan digiling halus. Bubuhkan ke bagian yang sakit dan dibalut. Sedangkan untuk mengatasi jantung berdebar (tachycardia) dan nyeri jantung, gunakan enam lembar daun takokak segar. Daun ini ditambah setengah ruas kunyit, ditumbuk halus. Campurkan setengah cangkir air masak dan satu sendok makan madu. Semuanya diperas dan disaring. Minum air itu sehari dua kali.
Itulah sekelumit tentang takokak yang ternyata banyak manfaatnya, baik untuk makanan maupun obat. Hanya saja banyak masyarakat yang kurang tahu manfaatnya dan membiarkannya tumbuh liar tanpa dimanfaatkan.

Penulis adalah Mahasiswa UM

This entry was posted in pernik. Bookmark the permalink.

7 Responses to Takokak: Si Liar yang Enak dan Bermanfaat

  1. In searching for sites related to web hosting and specifically comparison hosting linux plan web, your site came up.

  2. rina says:

    kalo ibu hamil makan buah cokak bahaya apa engga ya? Makasih.

  3. indhira suhita says:

    untuk mendapatkan buah ini bisa beli dimana ya? untuk di daerah malang jawa timur namanya apa juga takokak?