Kontradiksi

Posted by on Oct 26, 2016 in Edisi Dwi Bulanan, rancak budaya | Comments Off on Kontradiksi

Oleh Astri Ayu LarasatiDiam, bisu, terpaku, kelu Tatap hampa beradu nanar Berjuta kata membeku Tanpa daya ‘tuk terucap Di mana cita yang...

Read More

Pena Itu Tinta

Posted by on Oct 26, 2016 in Edisi Dwi Bulanan, rancak budaya | Comments Off on Pena Itu Tinta

Oleh Septa Widya EtikaKiranya pena dan tinta mengerti Untuk apa ia tercipta Dari siapa ia diidekan Kiranya pena dan tinta sadar Karya-karya...

Read More

Ruang Tunggu

Posted by on Aug 25, 2016 in rancak budaya | Comments Off on Ruang Tunggu

Oleh Indra Yogatama Hidup ini barangkali hanyalah perkara menunggu. Sedangkan dunia adalah sebuah ruang tunggu. Kau tahu, apa yang kau...

Read More

Penghisap !

Posted by on Aug 25, 2016 in rancak budaya | Comments Off on Penghisap !

Oleh Mohammad Rosyid Arif Amrulloh Kamilah para penghisap! Menghisap pucuk-pucuk bunga mekar. Berdengung-dengung di antara celah-celah...

Read More

Camar-Camar

Posted by on Aug 25, 2016 in rancak budaya | Comments Off on Camar-Camar

Oleh Mohammad Rosyid Arif Amrulloh Berbaris di kapal kapal para nahkoda. Oleh karena rahmat-Mu camar-camar bertengger mengasah paruh. Oleh...

Read More

Menanti Perempuan Kintamani

Posted by on Aug 25, 2016 in rancak budaya | Comments Off on Menanti Perempuan Kintamani

Oleh Nur Holipah —Aham bhumim adadam aryay, aham vrsthim dasuse martyaya1— Sudah pukul lima sore, lebih lima belas menit. Matahari...

Read More