Sejarah

Sebagai gambaran umum, sejarah lahirnya koran “Komunikasi” adalah pada penghujung tahun 70-an saat IKIP Malang dipimpin Rektor Drs. Mas Achmad Icksan. Selanjutnya Koran Komunikasi mendapat ijin penerbitan secara resmi melalui SK Rektor No. Sp.107/III/9a/79 tanggal 1 April 1979 dan sebagai dewan redaktur saat itu adalah Drs. Widodo, Drs. Koesnadi, Drs. Basenang Saliwangi, Drs. Sanapiah S. Faisal, dan Drs. Istamar Syamsuri. Perlu diketahui bahwa munculnya nama besar Komunikasi tidak lepas dari ide filosofis Drs. Sanapiah S. Faisal.

Saat itu style komunikasi masih mengikuti oplah koran umum lainnya, ukuran besar dan lebar. Rentang kemudian, pada tahun 1982 koran Komunikasi berubah ukuran lagi, dari ukuran lebar berubah menjadi koran berukuran sedang atau lebih populer “Tabloid. Seiring perkembangan kelembagaan IKIP Malang saat itu, manuver Komunikasi semakin kokoh dan up to date, tepatnya tanggal 28 Juli 1988, koran Komunikasi memperoleh ISSN 0215-7632, saat itu sebagai redaktur pelaksananya adalah Drs. Syamsul Arifin, dan Drs. Muhajir Effendy.

Sejarah baru tampilnya Koran Komunikasi UM semakin dinamis dan terus terukir. Tahun 2005 koran Komunikasi berbenah pada perubahan baru, semula dalam bentuk koran sudah tidak mengorbit lagi, sebaliknya menjadi sebuah media cetak yang dikemas dalam wujud majalah. Terobosan pembaharuan inovasi ini diprakarsai Drs. Mistaram, M.Pd (Ketua Penyunting) sebagai pencetus ide, yang gigih mencari perubahan dari wujud koran menjadi sebuah majalah yang estetik tetapi tetap berpegang pada motto “cerdas, bebas, dan bertanggung jawab” dan lebih digemari pembaca.

Sebagai akurasi prestasi, secara umum alumni redaktur Komunikasi telah menuai kesuksesan baik dalam menekuni profesinya di kancah media cetak nasional diantaranya Anwar Warudiono (Harian Kompas), Syaiful Anam (Gatra, dan Pena Pendidikan), Baihaqi (Jawa Pos), Samsundari (Antara dan Radar Banyuwangi), hingga sebagai pejabat Rektor UMM yakni Dr. H. Muhajir Effendy, M.AP.

Perkembangan terkini, majalah Komunikasi UM yang telah berusia 31 tahun semakin melebarkan sayapnya tidak hanya dalam bentuk fisiknya sebuah majalah, lebih dari itu berbasis ICT. Tampilnya Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UM memberikan peluang strategis pada majalah Komunikasi untuk berkibar secara on-line melalui www.um.ac.id. Pada 1 Desember 2008 majalah Komunikasi UM mulai ready dan on-line, sehingga berdampak positif memudahkan pembaca dalam mengakses berita seputar kampus terkini.