Link
KATEGORI
- Adobe Reader (1)
- agama (22)
- Arsip PDF (4)
- Cerita Mereka (7)
- Cover Story (9)
- forum guru (16)
- Forum Kita (24)
- Gagasan (2)
- Highlights (7)
- iklan (68)
- Image (1)
- info (104)
- interaktif (6)
- Karikatur (1)
- kata bijak (11)
- Komunikasi Digital Magazine (1)
- Lain-lain (7)
- Laporan Khusus (38)
- Laporan Utama (24)
- Lensa Kom (9)
- Lowongan (1)
- opini (42)
- pernik (25)
- Profil (45)
- Pustaka (43)
- rancak budaya (67)
- saintek (19)
- Salam Redaksi (25)
- Sampul (5)
- school news (9)
- seputar kampus (206)
- Surat Pembaca (22)
- Ucapan Selamat (2)
- up to date (25)
- wisata (24)
Pencarian
Arsip
- May 2013 (1)
- April 2013 (35)
- March 2013 (41)
- January 2013 (19)
- December 2012 (14)
- October 2012 (39)
- August 2012 (39)
- June 2012 (35)
- May 2012 (128)
- November 2011 (26)
- October 2011 (4)
- August 2011 (44)
- June 2011 (40)
- May 2011 (2)
- April 2011 (41)
- March 2011 (38)
- December 2010 (40)
- November 2010 (36)
- August 2010 (3)
- July 2010 (35)
- May 2010 (43)
- March 2010 (50)
- February 2010 (1)
- January 2010 (1)
- December 2009 (70)
- November 2009 (2)
- October 2009 (1)
- September 2009 (30)
- July 2009 (28)
- June 2009 (2)
- May 2009 (33)
Form Login
Komentar Terkini
- aris: mantap informasinya…
- mirha cute: youuuuuuupzzzzzzzzzzzz muancappppppppppp
- Chat: Thanx Admin…
- nisa: aku suka sajak, tapi aku kadang bingung sendiri memaknainya. hehe.
- wahyu lestari ningrum: mohon informasinya untuk KKT 2013 trima kasih
Sajak-Sajak Gatot Sarmidi
Secangkir Kopi di Vredenburg
Secangkir kopi hitam dan kau putih sesuka susu atau ice cream tapi ini untuk senja
Yang tenang dan singgah
Sementara kita diam di sini kita nikmati suasana tenang daripada hiruk pikuk keramaian
Malioboro, yang susah untuk berjalan karena ia sudah dipenuhi sang pedagang paikaian
Tapi itu indahnya Malioboro, tapi memang tak banyak mengerti secangkir kopi kita putih
Kita habiskan saja senja di sini, seperti kupergi ke Malaka rasanya tapi di sini putih dan di
Sana terasa merah untuk berjalan sama-sama meninggalkan senja
Secangkir kopiku membiarkan matahari Continue reading
Posted in rancak budaya
Leave a comment
Sajak-Sajak Elvandarisa Astandi
Perempuan Nokturia
: mengilhami cerpen Wa Ode,
“Perempuan yang Kencing
di Semak-Semak”
Continue reading
Posted in rancak budaya
Leave a comment
Sajian Bola Mata
Cerpen Iin Munawaroh
Si Uncup mulai kegirangan. Tubuhnya meliuk seakan tiada senja yang akan menghampiri. Tabuhan-tabuhan gendang semakin menjadi, memainkan irama penuh kekuatan magis yang menyihir sebagian lelaki tambun. Otak mereka terkoyak, matanya melotot, sementara mulut menganga dan lidah terjulur-julur bagai ular kobra. Continue reading
Posted in rancak budaya
Leave a comment
Performance Art di UM
Oleh Christyan A.S.
Kalau kebetulan Anda melintasi halaman gedung E8 (sekitar pukul 12 siang) dan melihat beberapa aksi dari “orang-orang gila” yang berteriak-teriak, marah-marah, menabrak pohon, main cat, bagi-bagi permen, pakai atribut aneh-aneh, dan lain-lain, hati-hati. Jangan takut. Mereka bukan sedang demonstrasi menuntut perubahan kebijakan struktural atau beraksi anarkis. Mereka sedang melakukan performance art. Continue reading
Posted in info
Leave a comment

