Warna-warni Ormawa UM Menyambut The Learning University

Hangat: anggota UKMP dalam salah satu kegiatan yang diselenggarakan di joglo Perpustakaan

Universitas Negeri Malang merupakan universitas yang senantiasa ingin membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam berbagai aspek. Hal ini tercermin dalam identitas baru The Learning University yang baru saja dicanangkan UM. Iklim The Learning University akan menjadi acuan yang harus dikembangkan dan pada akhirnya akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan di UM, salah satunya Ormawa. Ormawa memiliki beberapa langkah khusus untuk menyikapi slogan baru UM The Learning University. Konsep kampus pembelajaran ini menuai reaksi beragam dari organisasi-organisasi tersebut.


Sebagaimana kita ketahui, sistem keormawaan UM terdiri dari Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPM) dan Organisasi Nonpemerintahan Mahasiswa (ONPM). Keduanya memiliki batas yang jelas, misal dalam hal yang ditekuni. Kalau OPM lebih banyak bergerak di bidang perpolitikan dalam kancah mahasiswa, misalnya dalam bentuk HMJ, BEM, DMF, dan MPM, maka ONPM adalah Ormawa-Ormawa yang bergerak untuk mewadahi bakat minat mahasiswa secara khusus yang tergabung menjadi wadah seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kedua bentuk Ormawa tersebut, baik OPM dan ONPM senantiasa bergerak dan berdinamika mewarnai kehidupan kampus. Lalu, seperti apa profil dan bentuk dinamika yang ditampilkan oleh Ormawa-Ormawa terkait dengan pemaknaan The Learning University? berikut ini adalah sekilas liputannya.

Santai: suasana pelatihan Public Speaking di FMIPA
1. Organisasi Pemerintahan Mahasiswa
Program kerja yang disiapkan oleh BEM UM untuk menyambut The Learning University di antaranya mengadakan workshop pendidikan. Workshop yang diselenggarakan pada Juni 2010 ini ditujukan bagi mahasiswa di Malang.  Selain itu, BEM UM bekerja sama dengan LPM akan mengadakan pembinaan di Desa Bantur. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Mei 2010 ini diikuti oleh pengurus BEM UM dan perwakilan mahasiswa. Program pembinaan di desa ini dilakukan selama dua minggu dengan berbagai kegiatan, mulai dari membaca, menulis, berhitung, hingga pembuatan kerajinan. Tujuan dari program ini adalah meningkatkam semangat belajar di desa-desa binaan UM.
Berbeda dengan BEM universitas, BEM Fakultas Ekonomi mempunyai program berupa education week sebagai aplikasi dari identitas baru UM. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 3—8 Mei 2010 ini terdiri dari beberapa jenis, di antaranya seminar info beasiswa, workshop internet, pelatihan bahasa Inggris, dan tes potensi yang bekerja sama dengan salah satu lembaga pendidikan bahasa Inggris. BEM Fakultas Ekonomi menargetkan minimal seratus mahasiswa hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan bersama HMJ Akutansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan ini.
Pelatihan public speaking untuk menambah wawasan berbasis bahasa Inggris menjadi program kerja BEM Fakultas MIPA sebagai aplikasi dari The Learning University. Pelatihan yang diselenggarakan bagi mahasiswa MIPA ini merupakan hasil kerja sama dari BEM Fakultas MIPA dengan LSO ISP Fakultas Pertanian UB yang baru dimulai pada April 2010. Pelatihan yang diadakan setiap Jumat sore ini dilakukan selama 38 pertemuan.
Peserta yang telah mengikuti proses seleksi berupa tes tulis dan tes wawancara untuk pelatihan public speaking ini dapat mengikuti pelatihan secara gratis. Dengan menggunakan konsep seperti kuliah, peserta pelatihan tidak hanya diberikan teori dan konsep, tetapi juga diberi kesempatan untuk praktik langsung.  Pelatihan yang baru dirintis pada tahun ini baru menerima tiga puluh mahasiswa untuk dikumpulkan dalam satu kelas pelatihan. Program ini bertujuan agar mahasiswa dapat lebih menguasai bahasa Inggris dan menerapkannya dalam dunia kerja. Salah satu contoh, bagi lulusan program kependidikan dapat menerapkan kemampuannya di sekolah berbasis internasional.
Sebagai fakultas tertua di UM, program-program kerja BEM Fakultas Ilmu Pendidikan sebagian besar sudah berkaitan dengan konsep UM sebagai The Learning University. Salah satunya workshop CD Pembelajaran dengan sasaran peserta guru-guru SMA se-Malang Raya di awal Mei. Tujuan acara ini untuk meningkatkan keterampilan guru dalam pembuatan CD pembelajaran. Bagi peserta yang ingin memerdalam kemampuan, workshop CD pembelajaran akan dilanjutkan dengan diklat media pembelajaran. Diklat yang dilaksanakan pada 9 Mei 2010 ini mengangkat tema “Pemanfaatan Media Pembelajaran Konvensional dan Multimedia sebagai Penunjang PAIKEM” dengan peserta guru, mahasiswa, dan umum.
Program BEM FIP lainnya yaitu Simposium Pendidikan Nasional yang dijadwalkan pada November 2010. Pertemuan BEM FIP se-Indonesia ini membahas beberapa hal mengenai pendidikan sekaligus berfungsi sebagai sarana memererat tali persaudaraan antar BEM FIP se-Indonesia.
Sama halnya dengan beberapa BEM Fakultas lainnya, BEM FIP juga menyelenggarakan Public Relation Training, yaitu kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi manajemen Humas untuk mahasiswa FIP UM pada April 2010. Kegiatan yang diselenggarakan oleh divisi hubungan masyarakat ini berupa pelatihan kehumasan yang bekerja sama dengan trainer dari Surabaya. Tidak hanya itu, BEM FIP juga mengadakan kegiatan bagi pelajar SMA/SMK se-Malang Raya berupa debate contest pada Desember 2010. “Sebagai fakultas yang lebih banyak berkecimpung di dunia pendidikan, program kerja BEM FIP hendaknya lebih The Learning University dari pada BEM lainnya,“ ujar Ketua BEM FIP, Syaiful Anam.
Tanggapan berbeda datang dari BEM Fakultas Ilmu Sosial. BEM Fakultas yang baru diresmikan beberapa bulan yang lalu ini tidak memiliki program khusus untuk menyambut UM sebagai The Learning University, tetapi semua program kerja disusun untuk mendukung The Learning University. Salah satunya dengan mengadakan diskusi buku baru, minimal satu bulan sekali. Seperti dua buku yang akan dibedah dalam waktu dekat berjudul Pemikiran Politik Soekarno Muda dan Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA. Tidak berdiri sendiri, untuk mengadakan acara bedah buku, BEM FIS menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, salah satunya dengan Penerbit Komunitas Bambu, Depok.
Mengundang pakar-pakar di bidang yang terkait dengan jurusan di FIS untuk memberikan kuliah umum merupakan program lain dari BEM FIS untuk mendukung slogan baru UM. Di samping itu, BEM FIS merencanakan menyusun jurnal yang mencakup beberapa bidang, yaitu ilmu sosial, sejarah, hukum kewarganegaraan, dan geografi. Penyusunan jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan budaya baca tulis. Tulisan-tulisan yang masuk dalam jurnal yang berisi karya mahasiswa, guru, dan pakar ini akan diseleksi oleh para penyunting. Untuk memerkuat program-program tersebut, pada Juni 2010, BEM FIS akan melakukan studi banding ke beberapa universitas di Jawa Tengah, yaitu UNDIP, UNS, UGM, UNY, dan Sanata Dharma pada Juni 2010.
Meskipun belum memiliki program khusus untuk menyambut UM The Learning University, tiga BEM fakultas lainnya yaitu, Fakultas Sastra, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan menyatakan dukungannya terhadap slogan baru UM tersebut. Ketiga BEM fakultas tersebut memiliki pandangan serupa mengenai UM The Learning University yang bermakna sebagai universitas pembelajaran. Beberapa pendapat salah satunya adalah penetapan slogan baru UM hendaknya dibarengi dengan sarana-prasarana yang memadai, baik berupa fasilitas maupun pelayanan.
Aksi: salah satu kegiatan Ormawa UM
2. Organisasi Non Pemerintahan Mahasiswa
Di tingkat universitas, UM memiliki 31 UKM. UKM UM menjadi enam bidang yang berbeda, yaitu bidang minat penalaran (UKMP, dan IPRI), bidang minat kesenian (STK AK, PSM SSC, SAMIN, Teater HAMPA, OPUS 275, BLERO), bidang minat olahraga (UABB, UABV, UASB, Pencak Silat NH, Perisai Diri, PSHT, Tapak Suci, Tae Kwon Do, LPBP Karate, Persatuan Judo (PJSI), Merpati Putih), bidang minat khusus (Menwa 805, Gerakan Pramuka, MPA Jonggring Salaka, KSR-PMI, HIMAFO), bidang minat kesejahteraan (KOPMA dan GERMAN), dan bidang minat kerohanian (BDM, Imakris, IKK, KMHD). Berikut ulasan beberapa UKM pada masing-masing bidang.

a. IPRI
Ikatan Pecinta Retorika Indonesia (IPRI) adalah UKM yang bergerak di bidang penalaran dan mewadahi mahasiswa yang gemar beretorika. IPRI bahkan berhasil mengelola radionya sendiri yang diberi nama TARA FM. Ketika diwawancarai, Yoga selaku ketua umum IPRI menyebutkan bahwa IPRI memiliki sejumlah program kerja besar, yaitu seminar nasional yang diselenggarakan 8 Mei 2010, delegasi MC Peksiminal, kontes pidato dan debat, dan banyak lagi. Dalam waktu dekat ini, IPRI juga berencana mengajukan delegasi untuk seleksi penyiar JTV.
Dalam hal visi  dan misi, Yoga menyebutkan bahwa di akhir kepengurusan dia berharap dapat menghasilkan kader-kader yang militan sehingga dapat membawa kemajuan bagi IPRI. “Tahun ini kami mengadakan semnas agar nama IPRI dapat lebih dikenal,” ungkap mahasiswa Sastra Indonesia ini. “Karena selama lima belas tahun IPRI belum punya eksistensi, maka semnas ini menjadi proker unggulan bagi kami”. Untuk tahun ini, memang ada hal baru dalam tubuh IPRI, yaitu adanya divisi penalaran/mading. “IPRI adalah UKM yang tidak hanya banyak bicara, tapi juga bicara banyak,” tegas Yoga lagi.

b. Blero


Blero adalah UKM bidang minat kesenian yang bergerak mewadahi bakat dan minat mahasiswa di bidang operet dan kentrung sebagai salah wujud kesenian Indonesia. Indra, selaku ketua Blero 2010 menyatakan bahwa tahun ini ada beberapa program yang ingin dia canangkan. Program-program tersebut antara lain adalah Bulan BLERO, Festival Opret se Jawa-Bali, Parade Pementasan Kentrung, serta Pentas Kentrung dan Opret yang akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang.
“Tahun ini, target saya adalah berusaha mem-publish kentrung ke masyarakat. Kami berencana mengadakan Pentas Kentrung Jalanan yang merupakan pementasan kentrung untuk warga UM,” ulas Indra. Sedangkan Bulan Blero, sebagaimana diungkapkan oleh Indra, adalah parade kentrung yang menghadirkan dalang kentrung asli. Selain kegiatan-kegiatan itu, masih banyak program kerja lain yang sifatnya insidental.
“Harapan saya tentunya adalah tahun ini eksistensi BLERO dapat lebih terlihat,” ungkap Indra. “Selain itu, saya ingin kesenian kentrung dapat dipatenkan dan diakui sebagai budaya bangsa Indonesia yang diakui dunia, tapi kita juga tidak akan melupakan operet sebagai spesifikasi dari kentrung itu sendiri. Saya terinspirasi kata-kata Jusuf Kalla bahwa menghipnotis anak dunia dengan karya adalah pekerjaan anak muda. Karenanya, generasi muda harus selalu berkreasi,” lanjut mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2007 ini.

c. UABB
Unit Aktivitas Bola Basket (UABB) merupakan satu dari sekian UKM bidang bakat minat olahraga. Ada banyak program kerja penting dalam kepengurusan UABB tahun ini, yaitu Anfak 2010, Liga Basket Mahasiswa (Libama), Campus League, dan Temu Kangen Alumni UABB. Andityo, selaku ketua umum UABB 2010 menyatakan bahwa targetnya adalah dapat mengukir prestasi di semua kompetisi yang ada, baik kategori putra dan putri. Dia menargetkan juara I putra dan putri di tingkat Kota Malang dalam kompetisi Libama dan Campus League. Kedua kompetisi tersebut merupakan kompetisi bergengsi yang diadakan dan diikuti oleh perkumpulan basket kampus se-Kota Malang. Tahun ini, Campus League diadakan kembali di UM setelah dua tahun berturut-turut UM menjadi tuan rumah. Selain itu, UABB sendiri juga memiliki program kerja di lingkup UM, yaitu Anfak, yang merupakan kompetisi olahraga antar fakultas di UM.
“Tahun ini, harapan saya adalah kegiatan yang tahun lalu kurang berhasil atau kurang heboh diperbaiki lagi agar lebih semarak,” ulas Andityo. “Saya harap, teman-teman yang bermain di kompetisi apa pun, tidak hanya berprestasi di wilayah lokal saja, tapi juga di tingkat nasional,” lanjut mahasiswa PJKR angkatan 2007 ini.
Gotong royong: kegiatan sosial yang dilakukan oleh uKM KSR PMI
d. KSR-PMI
KSR-PMI adalah kepanjangan dari Korps Suka Rela–Palang Merah Indonesia dan merupakan salah satu UKM bidang minat khusus. Selama ini, KSR-PMI telah mendapatkan banyak kepercayaan untuk menjadi tim siaga pertolongan bagi korban sakit dalam berbagai acara, misalnya PKPT, upacara bendera, dan lain-lain. Selain menerima berbagai tugas tersebut, KSR juga memiliki program kerja sendiri, antara lain reuni alumni, ujian PMI, dan persiapan Jayapalmera.
Reuni alumni yang akan dilaksanakan bulan Juni mendatang direncanakan akan dihadiri oleh alumni KSR UM dari angkatan pertama hingga sekarang. Acara yang rencananya akan disuguhkan dalam bentuk sarasehan dan seminar ini, sebagaimana diungkapkan oleh Ma’rufin KSR-PMI, diselenggarakan untuk menjalin hubungan silaturrahmi sesama alumni. Program kerja kedua adalah ujian PMI, semacam ujian sertifikasi dari PMI Malang Raya. Untuk persiapan Jayapalmera, acara ini memang belum diselenggarakan tahun ini. Jayapalmera meruapakan lomba PMR se-Jawa yang dilaksanakan empat tahun sekali.
“KSR-PMI merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial,” tegas Ma’rufin. “Harapan saya ke depan adalah KSR-PMI UM dapat lebih eksis, tak hanya di UM, tapi juga diantara KSR-KSR yang lain di luar UM. Saya juga berharap KSR akan lebih baik dari sekarang, lebih maju, dan bisa dikenal pula di masyarakat,” ungkap mahasiswa Sejarah angkatan 2007 ini.

e. GERMAN
Satu lagi UKM UM yang cukup eksis dari bidang minat kesejahteraan adalah Gerakan Mahasiswa Anti Napza (GERMAN). UKM ini adalah UKM yang memerhatikan bidang pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang beserta dampaknya. Hal ini tercermin dalam program-program kerja yang dicanangkan, antara lain kunjungan ke panti rehabilitasi, penyuluhan NAPZA, peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Forum Aliansi Mahasiswa Peduli NAPZA, Malam Renungan AIDS Nusantara, dan Hari Tembakau. Untuk tahun ini, yang berbeda adalah kunjungan ke panti rehabilitasi yang direncanakan akan diadakan dua kali setahun dengan tempat berbeda.
Sebagaimana banyak UKM lainnya, GERMAN juga memiliki hubungan dari luar UM. Hal ini tercermin dari kegiatan Forum Aliansi Mahasiswa Peduli NAPZA yang diadakan bersama universitas lain dan kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara yang akan diselenggarakan atas kerja sama dengan LSM se-Malang.
“Hal yang berbeda tahun ini adalah perpindahan sekretariat kami ke tempat yang lebih luas. Selain itu, tahun ini ada lebih banyak anggota GERMAN yang aktif dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Yusuf, ketua umum GERMAN 2009. “Tahun ini, kami juga mendapat amanat dari rektor untuk memberikan penyuluhan narkotika saat PKPT. Semoga saja, GERMAN bisa lebih baik lagi nanti,” lanjut Yusuf lagi.

f. BDM Al-Hikmah
Badan Dakwah Masjid (BDM) Al-Hikmah mewadahi bakat minat mahasiswa di bidang minat kerohanian Islam. Peran BDM Al-Hikmah cukup nyata dalam kehidupan kampus UM, misalnya dalam pengadaan TDI yang selama ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah pendidikan agama Islam. Selain itu, UKM ini juga memiliki program kerja, baik rutin maupun program sekali setahun. Program kerja rutin BDM antara lain Bina Nafsiah/MABIT (Malam Bina Iman Dan Taqwa), Training Mentor, dan Kajian Rutin. Sedangkan program kerja yang berlangsung sekali dalam setahun kepengurusan antara lain yaitu Tablig Akbar yang rencananya diadakan 4 Deseber 2010, FRESH 4 (Festival Remaja Sholeh), MTQ, Seminar Nasional Pendidikan, Konferensi Mahasiswa Islam, Training Rahasia Sukses Kuliah Go To Faculty, dan masih banyak lagi program kerja yang menarik dari BDM. Selain itu, BDM juga memiliki program kerja yang sifatnya insidental, yaitu IIC. IIC merupakan seminar nasional BDM yang menghadirkan Adhyaksa Dault dan pemateri handal lainnya.
Untuk tahun ini, ada yang berbeda pada BDM Al-Hikmah, yaitu adanya bidang ketakmiran dalam struktur kepengurusan. Zulianto yang kini menjabat sebagai ketua umum BDM, mengungkapkan bahwa bidang ini telah mendapat amanah untuk melakukan studi banding ke Masjid Salman, ITB. Diharapkan BDM Al-Hikmah dapat belajar banyak hal dari masjid yang benar-benar hidup tersebut. “Kami ingin memberikan pemahaman pada mahasiswa bahwa masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga pusat belajar agar tercipta kepribadian Islam. Hal ini memberi makna bahwa UM sebagai learning university adalah tempat mengembangkan Iptek yang berbasis Imtaq,” ulas mahasiswa Manajemen angkatan 2007 ini.

g. PSM-SSÇ
PSM-SSÇ merupakan salah satu UKM UM yang tergolong berprestasi. Tahun ini, UKM yang bergerak di bidang Paduan Suara Massa ini telah mengukir beberapa prestasi membanggakan, antara lain Juara l Vokal Grup dalam Peksiminal. Tidak hanya itu, baru-baru ini PSM-SSÇ juga berhasil lolos audisi rekaman ITB yang diadakan sejak Maret lalu. Bulan Juli nanti, PSM-SSÇ akan menghadiri penampilan babak semifinal dan final rekaman yang diadakan oleh ITB tersebut. Menurut Arik Wijaya, ketua umum PSM-SSÇ tahun 2010, hal ini berkaitan dengan target yang diemban oleh PSM-SSÇ tahun ini, yaitu untuk menjadikan PSM-SSÇ sebagi organisasi yang diakui dan diandalkan. Hal ini juga tercermin dari program kerja yang direncanakan, antara lain Studi banding ke ISI Yogyakarta, Konser Goes to ITB yang akan dibarengkan dengan penampilan audisi ITB  Juli mendatang, dan Pekan Seni SSÇ yang akan diisi dengan acara Pop Singer, workshop, dan Resital. Resital adalah event khusus anggota PSM-SSÇ yang berupa lomba antar anggota.
Terkait dengan pemaknaan UM sebagai The Learning University, Arik menyatakan bahwa cabang Pop Singer yang akan diadakan oleh PSM-SSÇ akan menyertakan pula siswa SMA untuk turut berkompetisi di dalamnya. Dengan demikian, diharapkan bisa lebih memperkenalkan UM kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan PSM-SSÇ. “Harapan saya, kami bisa lolos audisi rekaman ITB hingga final. Doakan saja,” ungkap Arik. “Selain itu, semoga program kerja kami tahun ini bisa terlaksana semua,” lanjut mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2007 ini.

Kebijakan Baru untuk Ormawa UM
Kabag Kemahasiswaan, Dra. Fatmawati menegaskan bahwa tahun 2010 ini banyak kebijakan baru yang sangat membantu keberlangsungan aktivitas Ormawa tingkat universitas, di antaranya, peresmian gedung sekretariat baru Ormawa di Gedung  I.07 sebagai fasilitas untuk kesekretariatan (kantor) pengurus Ormawa pascaterjadinya kebakaran sekretariat UKM pada 24 September 2005.Pihak universitas memberikan fasilitas parkir gratis kepada seluruh pengurus Ormawa tahun 2010 dan penggunaan sarana dan prasarana (gedung pertemuan dan bus). Hali ini menurut Bu Fat, demikian panggilan akrab Kabag Kemahasiswaan ini dimaksudkan untuk membantu kelancaran aktivitas para pengurus Ormawa. Selain itu, Dra. Fatmawati juga menjelaskan bahwa ada kebijakan baru Rektor UM untuk menaikkan dana operasional seluruh UKM sebesar 200% dari tahun 2009 disamping itu masih ada dana paket dan dana kompetisi, pengalihan fungsi gedung untuk kegiatan, yakni untuk latihan UKM LPBD (menggelar matras), ruang pertemuan/kegiatan berkapasitas 150 orang, dan ruang gelar musik/pertunjukan UKM skala kecil di gedung lama UKM (dalam proses realisasi).
Saat diwawancara mengenai kondisi Ormawa UM saat ini, Bu Fat menjelaskan bahwa Ormawa UM mengacu pada SK Rektor tahun 2002, “Ada dua Ormawa di UM, yaitu OPM dan ONPM. Kalau kita kembali ke SK Dirjen Dikti nomor 155/0/1998 tentang Pedoman Umum Ormawa di perguruan tinggi ditetapkan bahwa pada satu perguruan tinggi, hanya ada satu Ormawa. Dengan kondisi tersebut, saat ini MPM sedang meninjau kembali SK tahun 2001 tersebut.”
Prospek Ormawa ke depan sebagai sarana mahasiswa UM dalam menyalurkan potensi, minat, dan bakatnya masing-masing serta sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa UM untuk disalurkan melalui prosedur yang telah ditetapkan. “Saya berharap agar setiap Ormawa dapat meningkatkan kinerja dan performance sesuai tupoksi, menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan, dan saling menghargai antar Ormawa menggunakan sekretariat sebagaimana layaknya sebuah kantor, peningkatan prestasi masing-masing UKM sesuai dengan bidangnya, baik pada tingkat regional, nasional, maupun tingkat internasional, serta dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan berskala nasional maupun internasional,” tegasnya. ?Ris/Yas

Redaksi: Nantikan profil UKM-UKM UM yang lain pada edisi 268 mendatang

Bagikan informasi ini: