Giat Publikasi, Bekal Mahasiswa Berprestasi

IMG_1548(1)

Motivasi jadi bekal awal
Bergelut dalam jurnal-jurnal,
publikasi jadi  andalan
menuju kiprah keemasan

Melesat dengan target-target,
komponen alam ia gaet
sandingkan majunya teknologi
tersulap jadi karya mumpuni

Nama Lengkap            : Fauzy Satrio Wibowo
Tempat Tanggal Lahir        : Malang. 24 Agustus 1995
Alamat                : Klayatan Gang 3, Sukun Pondok Indah Blok L 11,  Malang
Riwayat pendidikan         : SDN Bandung Rejosari (2001-2007)
SMPN  9 Malang (2007-2010)
SMKN 4 Malang (2010- 2013)
S1 Pendidikan Teknik Elektro UM (2013- sekarang)

Pengalaman Organisasi
Divisi Infokom – Divisi Kerohanian BEM FT UM (2013-2014)
Sekretaris Umum – Divisi Kerohanian BEM FT UM (2014-2015)
Programmer Art Robotics (KRSTI) (2015-2016)
DIY Hack Embedded System (2015- sekarang)
Sustainable Development (2016-sekarang)
Sakura Science Club (2016- sekarang)

Prestasi

Proposal PKM lolos didanai skema PKM Teknologi 2013
Proposal PKM lolos didanai skema PKM Karsa Cipta 2015
Proposal PKM lolos didanai skema PKM Penelitian Eksakta 2015
Proposal PKM lolos didanai skema PKM Karsa Cipta 2016
Author di National Seminar Ketenagalistrikan dan Aplikasinya (SENKA) ITB -2015
Author di International Conference on Electrical, Informatics, and Its Education (CEIE) UM 2015
Author di Seminar Multimedia STIMIK Amikom Yogyakarta 2015
Presenter di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 28 Kendari, Sulteng 2015
Peringkat 6th Kontes Robot Indonesia-Robot Seni Tari (KRSTI), Jember 2016
Peringkat 1st Mawapres Fakultas Teknik UM 2016
Peringkat 3rd Mawapres Universitas Negeri Malang 2016
Presenter di International Youth Symphosium of Agricuture, IPB 2016
Author di International Engineering Student Conference, UI 2016
Best 10 International Idea on Agrifood Problem, Turin, Italy 2016
Finalis di GEMASTIK 9 Smart Devices & Embedded System, UI 2016
Training and Seminar of Smart Technology for Construction of Ultra Low Carbon Society, Japan 2016
Student Exchange in Science (SAKURA), Japan 2016

 

Siapa yang menyangka, kesukaanya bereskperimen ternyata membuahkan hasil yang manis. Putra dari pasangan Taufik Wahyu Utomo dan Dwi Indah Wahyu Mariana terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 3. Fauzy Satrio Wibowo, yang akrab disapa Fauzy tersebut,  telah menuangkan ide cemerlangnya di beberapa jurnal yang sudah terpublikasi.
Kini, ia tengah sibuk mengerjakan skripsi dan merampungkan beberapa paper yang sedang dikebutnya. Dalam kesibukannya tersebut, ia bersedia untuk diwawancarai kru Komunikasi. Berikut petikan wawancaranya!

Apa yang menjadi motivasi Anda untuk ikut ajang Mawapres?
Awalnya tidak ada pikiran untuk ikut. Tapi sama kakak tingkat angkatan 2012 disuruh mendaftar “Sudah dek, ikut saja”.  Ya mungkin setiap mahasiswa ingin mencoba. Apa salahnya dicoba plus dilihat hadiahnya bebas uang UKT (Uang Kuliah Tunggal). Akhirnya saya ikut dan itu pun saya mengumpulkan berkasnya H-1 dari deadline.

Apa bakat yang menjadi modal utama Anda selama mengikuti seleksi Mawapres?
Menurut saya, yang menjadi modal utama saya mengikuti seleksi Mawapres adalah keberuntungan dan karya tulis.

Bagaimana tanggapan dosen dan teman- teman?
Alhamdulilah support banget. Saya pikir, saya jadi Mawapres ini juga berkat dari yang namanya power electro unity. Jadi semua karya-karya saya berkat bantuan dari anggota Jurusan Elektro. Dan, saya sangat berterima kasih kepada Ibu Dyah Lestari, Ibu Siti Sendari, Ibu Yuni Rahmawati, Ibu Anik Nur Handayani, Ibu Triyana, Bapak Muladi, Bapak Heru Wahyu, Bapak Puger, dan dosen-dosen Elektro yang telah menginspirasi dan membimbing. Orangtua ya kaget dan bersyukurlah bisa jadi Mawapres 3.

Siapa yang menyangka, kesukaanya bereskperimen ternyata membuahkan hasil yang manis. Putra dari pasangan Taufik Wahyu Utomo dan Dwi Indah Wahyu Mariana terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 3. Fauzy Satrio Wibowo, yang akrab disapa Fauzy tersebut,  telah menuangkan ide cemerlangnya di beberapa jurnal yang sudah terpublikasi.
Kini, ia tengah sibuk mengerjakan skripsi dan merampungkan beberapa paper yang sedang dikebutnya. Dalam kesibukannya tersebut, ia bersedia untuk diwawancarai kru Komunikasi. Berikut petikan wawancaranya!

Apa yang menjadi motivasi Anda untuk ikut ajang Mawapres?
Awalnya tidak ada pikiran untuk ikut. Tapi sama kakak tingkat angkatan 2012 disuruh mendaftar “Sudah dek, ikut saja”.  Ya mungkin setiap mahasiswa ingin mencoba. Apa salahnya dicoba plus dilihat hadiahnya bebas uang UKT (Uang Kuliah Tunggal). Akhirnya saya ikut dan itu pun saya mengumpulkan berkasnya H-1 dari deadline.

Apa bakat yang menjadi modal utama Anda selama mengikuti seleksi Mawapres?
Menurut saya, yang menjadi modal utama saya mengikuti seleksi Mawapres adalah keberuntungan dan karya tulis.

Bagaimana tanggapan dosen dan teman- teman?
Alhamdulilah support banget. Saya pikir, saya jadi Mawapres ini juga berkat dari yang namanya power electro unity. Jadi semua karya-karya saya berkat bantuan dari anggota Jurusan Elektro. Dan, saya sangat berterima kasih kepada Ibu Dyah Lestari, Ibu Siti Sendari, Ibu Yuni Rahmawati, Ibu Anik Nur Handayani, Ibu Triyana, Bapak Muladi, Bapak Heru Wahyu, Bapak Puger, dan dosen-dosen Elektro yang telah menginspirasi dan membimbing. Orangtua ya kaget dan bersyukurlah bisa jadi Mawapres 3.

Apa fokus kegiatan saat ini?
Saat ini saya fokus mengerjakan skripsi dan mengerjakan beberapa paper dan publikasi.

Apakah ini jurnal Anda yang pertama?
Sudah beberapa kali membuat jurnal. Juga sudah ada beberapa yang terpublikasi.

Sudah ada berapa jurnal yang sudah terpublikasi?
Ada lima jurnal yang sudah terpublikasi. Kelima jurnal tersebut masuk ke dalam prosiding. Sedangkan paper yang sedang saya kebut ini targetnya akan dimasukan ke jurnal The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

Apakah pernah jurnal yang Anda buat tidak terpublikasi?
Pernah, ada tiga jurnal saya yang tidak terpublikasi. Itu disebabkan bahasanya yang terlalu umum, kemudian strukturnya salah dan grammarnya jelek. Jadi, kalau kita membuat jurnal ketiga komponen tersebut harus bagus. Disamping itu passing grade-nya terlalu tinggi.

Jurnal yang Anda buat berfokus tentang apa?
Selama ini saya fokusnya ke Internet of Things (IOT) and Energy. Kelima paper saya yang telah terpublikasi terkait itu.

Mengapa Anda ingin mendalami Internet of Things and Energy (IOT)?
Karena kedua bidang ilmu tersebut dari disiplin ilmu saya. Ditambah lagi, ketika kita sudah menerapkannya di kehidupan nyata insya Allah banyak manfaatnya bagi kehidupan kita. Misalnya, udara. Kita tidak tahu kondisi oksigennya berapa, Co2 nya berapa. Dengan fasilitas Internet of Things  tersebut kita bisa mengakses kondisi parameter di lingkungan kita dengan rangkaian electrical, kemudian dengan rumus-rumus yang kita gunakan.

Bagaimana Anda bisa menjadi Best 10 International Idea on Agrifood Problem di Turin, Italy ?
Pada waktu itu, saya bersama Tim MOFEMENT, yang terdiri dari saya, Jimy Candra Gunawan, dan Deby Yangin Drajat membuat karya berbasis microalgae dengan integrasi sistem otomasi terpadu untuk mengembangbiakkan microalgae secara otomatis dan termonitoring. Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan ide food security. Jadi, food security itu seperti sistem atau metode yang kita gunakan dalam ketahanan pangan.

Mengapa mengambil bidang tersebut ?
Karena salh satu isu global saat ini adalah bagaimana cara kita mengolah suatu bahan, sehingga memenuhi aspek ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatkan pangan.

Apakah karya tersebut sudah diterapkan ?
Masih belum diterapkan di lapangan. Namun, masih dalam bentuk prototype atau skala lab.

Bisa Anda sebutkan 10 besar tersebut dari mana saja ?
Ada dari Eropa, Afrika, dan tim MOFEMENT kita satu-satunya wakil dari Asia. Ketika itu diwakili oleh Jimy Candra Gunawan, karena dua orang tim lainnya, yaitu saya dan Deby Yangin Drajat berhalangan hadir.

Bagaimana Anda menjadi presenter di International Youth Symposium of Agriculture, IPB 2016?
Karya tulis Mawapres yang telah dibuat sebelumnya saya kirim ke komite IAAS (International Association of Student in Agriculture and Related Science) di IPB (Institut Pertanian Bogor), kemudian setelah melalui peer reviewing, alhamdulilah papernya kebetulan masuk dan diundang ke IPB.

Paper yang Anda buat tersebut tentang apa?
Tentang pemaksimalan ruang terbuka hijau di Kota Malang. Jadi membuat sistem dimana dapat mengetahui temperatur, kelembapan, Co, dan pemetaan yang optimal bagi ruang terbuka hijau secara realtime, baik lokal maupun interlokal. Sistem tersebut  dapat berjalan dengan bantuan sensor dan unit processing. Hasil yang dikeluarkan berupa data suhu, kelembapan, Co, dan rekomendasi pemetaan ruang terbuka hijau di Kota Malang.
Bagaimana dengan paper Anda yang  tidak terpublikasi ?
Iya, dibuat evaluasi dan dibetulkan kembali. Setelah dibetulkan, jika ada konferensi yang masih satu tema, maka akan dicoba dimasukan dengan tambahan- tambahan penelitian yang dilakukan.

Setelah menjadi Mawapres, apa tindakan  Anda untuk memberi dampak positif kepada mahasiswa lain?
Saling memotivasi dan belajar bersama. Karena masih banyak hal yang perlu dipelajari untuk menjadikan ilmu kita bermanfaat.

Apa yang ingin direalisasikan selama kuliah?
Saya ingin menjadikan ilmu yang dipelajari dapat diterapkan di kehidupan nyata sehingga bermanfaat. Terutama dalam bidang automation dan monitoring.

Cita- cita Anda?
Kalau cita-cita, saya ingin menjadi ilmuwan. Karena saya lebih suka pekerjaan atau hobi dimana passion dan kemampuan saya dapat bermanfaat bagi kehidupan orang banyak.

Pesan untuk Mahasiswa UM?
Dream is something that you can reach. Event though today you are powerless agains your  dream. But if you believe in Allah SWT, insyaallah there is always get to achieve your dream.Shintiya

Bagikan informasi ini: